24 Juli 2017

Belajar Tanpa Popok

Posted by Basmah Thariq at 23.34.00
“Ayo ‘Aisyah, pipis di kamar mandi..” Ajak saya sambil menuntun ‘Aisyah, putri kedua kami yang sedang toilet training. “Lepas celananya dari kaki kiri ya.. Mana kaki kirinya ‘Aisyah?”

“Ini..” Jawab ‘Aisyah sambil menunjuk kaki kirinya dan melepas celananya yang sudah tanpa popok di tiga pekan belakangan ini.

“Betul.. Barakallaahu fiik, kakak ‘Aisyah yang udah gak pake popok lagi..” Puji saya sebelum masuk kamar mandi. “Baca doanya dulu, kakak.. Allaahumma innii a’udzubika minal khubutsi wal khabaa-its.. Kaki kiri dulu..” Tuntun saya lagi sampai ‘Aisyah masuk kamar mandi.

*

'Aisyah 2y2m
Selepas penyapihan kemarin, saya belum benar-benar ingin menargetkan secepat ini ‘Aisyah menjalani toilet training. Mengingat kehadiran Afra’ yang belum genap dua bulan saat itu. Berat rasanya menghadapi putri kami, 3A, yang notabene masih #BalitaBatitaBayi, masya Allah..

Berawal pada sebelum masuknya bulan Ramadhan, ‘Aisyah sudah mulai menunjukkan ketidaknyamanan dalam ber-popok. Saya pun sampaikan pada suami tentang kegelisahan ‘Aisyah dan mengenai saya yang belum benar-benar siap. Suami pun mengerti dan mencoba untuk menenangkan saya.

Setiap kali ‘Aisyah resah dipakaikan popok, saya hanya soundingkan saja untuk membuat ia lebih tenang dan lebih siap nantinya ketika benar-benar toilet training.

“Afwan, ‘Aisyah.. Setelah lebaran in syaa Allah udah gak pake popok lagi ya.. Pipis sama pupnya nanti di kamar mandi ya, nak..” Pesan saya setiap kali memakaikan popok ‘Aisyah.

‘Aisyah yang awalnya sempat beberapa kali menolak dipakaikan popok pada saat itu, setelah disounding, ia lebih tenang dan mengalah tepatnya. Alhamdulillah.

Setelah lebaran, saya masih disibukkan beberes setelah hampir sebulan meninggalkan rumah. Tentunya ini menjadikan saya belum bisa memenuhi permintaan ‘Aisyah secara tidak langsung. Hingga pada suatu sore hari, ‘Aisyah menangis sejadi-jadinya setelah ia mandi. Ia benar-benar menolak untuk dipakaikan popok. Saya awalnya membujuk setengah memaksa agar ia mau memakai popok, kasihan juga melihat ‘Aisyah. Saya pun akhirnya mengalah dan mengiyakan permintaannya.

“Benar ’Aisyah udah gak mau pakai popok?” Tanya saya meyakinkannya.
“Iyah..” Tegas ‘Aisyah.
“Jadi pipis sama pup di kamar mandi kan?”
“Iyah..” Tegas ‘Aisyah lagi membuat niat saya mantap.
“Kalau gitu, berdoa sama-sama ya.. Minta sama Allah..” Ajak saya pada ‘Aisyah yang masih baring di pangkuan saya. “Ya Allah, mudahkan ‘Aisyah untuk belajar lepas popok. Berikan kesabaran pada abi dan ummi menghadapi ‘Aisyah. Bismillaah tawakkaltu ‘alallaah wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah..” Bersama ‘Aisyah, kami  pun berdoa. *Serius lho ini, meski doa ini cukup familiar doa untuk keluar rumah, tapi saya membacakan doa ini pada permulaan toilet training ‘Aisyah. :D

Prinsip saya, ketika hendak melakukan sesuatu terutama untuk diri kita, terlebih kepada anak, maka sebaiknya memohon langsung kepada penciptanya, yaitu Allah. Secara tidak langsung ini bagian dari bentuk menanamkan tauhid pada anak, tentang makna tawakkal juga segala sesuatu yang ada pada dirinya kepada siapa ia pantas meminta.

Selanjutnya, tahapan dari toilet training berdasarkan pengalaman Asma’ adalah benar-benar memakaikan celana saja tanpa penghalang sebagaimana saat ini sudah ada training pants, celana semi popok menurut saya. Namun training pants tsb sifatnya optional. Kalau saya, memilih men-skip dan langsung memakaikan celana saja. Jadi, di setiap setengah jam atau satu jam, saya akan mengajak ‘Aisyah ke kamar mandi untuk pipis. Tak lupa memantau dan mengecek ekspresi bila ada tanda-tanda ingin BAB alias pup. Hahaha..

Selain toilet training, tak lupa pula saya dan suami memperkenalkan, tepatnya selalu menyampaikan dan mengajarkan bagaimana adab ketika masuk dan keluar kamar mandi, posisi yang tepat ketika BAK atau BAB, sampai pada tata cara membersihkan atau mensucikan najis (maaf, seperti c*bok) yang sesuai sunnah Rasulullah. Kemudian menyampaikan bahwa ini adalah aurat yang harus dijaga dan gak boleh disentuh oleh siapapun selain ummi. Penyampaian pun disesuaikan dengan penguasaan bahasa anak. Jadi in syaa Allah tidak ada kesan sedang menggurui anak batita ^^

Alhamdulillah, bukti dari the power of du’a adalah toilet training part 2 ini *karena part 1 edisi Asma’* jauh lebih mudah. Saya pun benar-benar lebih santai menghadapi toilet training 'Aisyah meski riweuh di hampir setiap setengah jam atau sejam sekali harus bolak-balik ke kamar mandi menuntun ‘Aisyah. Tetap bersikap tenang ketika kejadiannya ‘Aisyah mengalami kebobolan pipis atau pup di celana. Serunya lagi, kemudahan itu juga hadir bersama Asma’ yang biasa jadi alarm, pengingat bagi saya ketika saya masih berjibaku di dapur atau sedang menyusui Afra’.

“Ummi, ‘Aisyah mau pipis..”
“Ummi, ‘Aisyah mau pup..”

Kemudian saya pun berhamburan ke arah ‘Aisyah dan segera mengangkatnya ke kamar mandi. Walau seringnya, alarm ini tetap ada jejak di lantai sebelum 'Aisyah terangkut masuk kamar mandi. Namun, alhamdulillah, sepertinya Allah memberi kesempatan kepada saya untuk rajin mengepel lantai rumah lebih sering lagi. :)

#BasmahThariq
#Day5 
#GameLevel2
#Tantangan10Hari 
#KuliahBunsayIIP 
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

 

Bianglala Basmah Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea