9 Oktober 2017

Follow Children with Al Qur'an and Sunnah

Posted by Basmah Thariq at 22.36.00 0 comments

KEEP CALM and FOLLOW CHILDREN with AL QUR'AN and SUNNAH

Saya termasuk belum sanggup bila harus setiap hari menyiapkan aktivitas anak yang sampai detail seperti ibu-ibu hebat lainnya, masyaa Allah. Kadang baperan juga, karena merasa tidak 'total' dalam men-stimulasi anak-anak. Tapi, alhamdulillah, suami yang sepenuhnya jadi kepala sekolah dalam #homeeducation kami, selalu menguatkan. "Fokus kita ada pada Al Qur'an dan Sunnah. Jangan sampai stimulan-stimulan itu yang mengesampingkan tujuan utama kita." Maka, stimulasi yang perlu dihadirkan membersamai anak adalah keteladanan. Walau saya dan suami pun masih harus banyak belajar lagi dan lagi.

Setiap hari akan menemui sudut-sudut ruang penuh dengan mainan yang berserakan. Mainan yang tergantung rapi (pada foto) itu tiap harinya terbongkar. Alhamdulillah, Asma'Aisyah yang tanpa saya sadari, mereka bisa meronce, mensortir berdasarkan warna, mampu menyusun mainan konstruksi seperti pipa lego, balok-balok sesuai keinginan tanpa instruksi. Awalnya pun saya hanya mencoba melibatkan diri turut bermain, mereka melihat, dan minta dibuatkan ini itu. Setelahnya mereka bisa mandiri (dalam hal main lego, meronce, dll) alhamdulilllah..~<3 font="">

Membiarkan anak tumbuh dalam fitrahnya. Di saat ada duo A hafizhah kami aktif bermain, saya yang sambil menyusui Afra' ikut ngoceh-ngoceh >,< (baca: men-talqinkan Al Qur'an dan membacakan sirah)

Cukup mendekatkan mereka dengan Al Qur'an, Sirah Nabawiyah, dan hidupkan sunnah dalam keseharian. Jauhkan paparan gadget dan TV untuk memperkuat fitrah sesungguhnya. Iman, adab, ilmu, akhlaq akan tumbuh, bi idznillah.

[ Read More ]

Sesuai dengan Al Qur'an

Posted by Basmah Thariq at 22.26.00 0 comments


Belakangan ini, Asma' sering mengaji dengan 'sesuka hati'. Menggabungkan doa atau ayat-ayat Al Qur'an seolah menjadi bacaan Al Qur'an. Karena sering mendapati Asma' dengan bacaan yang saya pun tidak mengerti karena ketidaksesuaiannya, maka saya mencoba menegur dengan pelan-pelan tadi siang setelah shalat Dzuhur.

Ummi: "Asma' tadi baca apa?"
Asma': "Asma' ngaji kayak Ummi."
Ummi: "Asma' kan masyaa Allah, udah banyak hafalannya. Mending ngajinya yang biasa Ummi sama Abi baca juga."
Asma': "Kenapa?"
Ummi: "Karena di Al Qur'an pun gak ada yang sama kayak Asma' baca. Mending bacanya 'Amma ya tasaa aluun atau kalo kepanjangan, gak papa yang kayak qulhuwalluhu ahad atau al lahab .. Kan enak didengar."
Asma': "Tidak mauu."
Ummi: Ya udah, coba kalo Ummi ngomong sesuatu sama Asma'. Asma' ngerti gak yah?"
Asma': "Apa itu Ummi?"
Ummi: (Ngomong asal) "Hatswagtmdpjga jpjmpajwmaj"
Asma': (Mimik heran) "Ummi ngomong apa sih?"
Ummi: (Masih ngomong asal) "jdgwjmgjmt jpmpjmptepa.wmpmpjt"
Asma': (Dengan sedikit gemas dan tertawa keheranan) "Ummi ngomong apa?"
Ummi: Tuh kan, Asma' aja gak ngerti apa yang Ummi bilang kalo ngasal-ngasal. Makanya, Asma' baca ngajinya kayak Abi Ummi ajarkan. Harus sesuai dengan Al Qur'an kan. Meskipun Allah sangaaat tau isi hati Asma'."

 Dan alhamdulillah sewaktu tadi shalat Magrib tiba, Asma' sudah kembali membaca sesuai dengan Al Qur'an yang telah kami ajarkan. Alhamdulillah.. Menyampaikan kepada anak-anak pun perlu dengan hikmah. Barakallaahu fiikum, Asma'.


25 September 2017

[ Read More ]

Gaya Belajar ala 3A Hafizhah

Posted by Basmah Thariq at 22.04.00 0 comments

Cooking Class

Alhamdulillah, dua pekan yang lalu #HSMNSulsel mengadakan #playdate di PH. Bukan hal mudah melibatkan Asma'Aisyah dalam playdate kali ini. Mengingat Asma'Aisyah masih 'lengket' sama Abi dan Umminya. Jauh dikit, langsung menjerit, "Abi..." 

Hilang sedetik dari pandangan, langsung menangis sesunggukan, "Ummiii.. Dimana?" :'D ~masyaa Allah.. Dan memang terbukti pada saat playdate kemarin. Ketika 'Aisyah berada di dapur PH dan siap memberikan topping pada pizzanya, seorang chef(?) yang hendak mendampingi 'Aisyah dengan memegang tangannya, langsung menangis histeris mencari Abinya. Ia pun lari keluar dari dapur menuju Abinya @,@"

Akhirnya, Asma' membuat (tepatnya, menyajikan) dua pizza untuk dirinya dan 'Aisyah. Ketika pizza sudah siap dihidangkan, saya dan suami membujuk Asma'Aisyah tuk membagi pizza mereka pada kami. Hasilnya, kami hanya mendapatkan gelengan dari duo-A hafizhah yg lagi khusyuk memakan pizzanya.

Hal yg menarik sepulang dari playdate ini, Asma' bisa mengulang apa yang ia lakukan. Termasuk ia hafal susunan menyajikan topping pizza tsb. Barakallaahu fiikumaa~~~

.#BasmahThariq 
#Tantangan10Hari 
#Level4 
#Day4
#GayaBelajarAnak 
#KelasBunsayIIP


Meronce

Seperti biasa, Asma' senang mengumpulkan mainannya berdasarkan warna. "Lagi baris-baris semua Ummi.." Terangnya. Tak lupa ia menyebut warna-warna yang tengah ia jejerkan teratur.

Sedang 'Aisyah setelah meronce (memasukkan ke dalam tali) ia meminta saya untuk diikatkan agar tidak terhambur. Kemudian ia kalungkan sambil berlari-lari sesuka hati. Tak disangka, hanya dalam sekian detik, kalung tsb berubah jadi gelang kaki. Masyaa Allah, Nak! Seperti biasa, ia terlihat santai dan senang.

Asma' termasuk mampu duduk dengan tenang dalam beberapa menit. Fokus, terarah, sambil terus bercerita apa yang tengah ia lakukan. 'Aisyah selalu penuh dengan ide. Banyak hal yang tidak terduga, namun menarik. Senang bergerak, pindah dari satu tempat ke tempat lain. Gerakan yang lincah membuat ia sumringah.

Barakallaahu fiikum Asma'Aisyah



Diorama Kisah
Berawal dari senang membacakan buku ke anak-anak, akhirnya muncul ide ingin membuatkan diorama kisah. Mengingat tantangan ketika membacakan buku ke anak-anak adalah anak-anak sering menarik buku yang sedang dibacakan, sedang saya belum selesai membacakan. Di samping itu, ada 'Aisyah kadang meminta dibacakan berdasarkan lembaran yang ia buka. Jadi, pesan yang ingin saya sampaikan dari kisah yang dibacakan pun "menggantung". Alhasil, diorama ini cukup membantu saya dalam bercerita karena ada yang bisa saya sampaikan tanpa adegan berebutan buku :D Tentunya menyampaikan pesan berdasar penguasaan literatur anak.

Nah, berhubung memasuki tahun baru hijriah, moment Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersama Sahabat beliau, Abu Bakar radhiallaahu 'anhu berhijrah paling tepat kisah 'hijrah' itu disampaikan. Kenapa? Karena ada peran Asma' dan 'Aisyah radhiallaahu 'anhumaa dalam cerita hijrah Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam. Tak hanya itu, banyak makna hijrah, di antaranya perjuangan dalam meneguhkan iman yang tidak diraih dengan santai.

#BasmahThariq 
#Level4 
#Day6
#Tantangan10Hari
#GayaBelajarAnak
#KelasBunsayIIP


Bertemu Busy Board

Beberapa hari lalu menyempatkan ke rumah kakek nenek #AsmaAisyahAfra yang di Sudiang. So surprised masyaa Allah ketika mendapati sebuah meja di ruang tengah dengan satu sisinya menjadi #BusyBoard.. Bagi Asma'Aisyah, busy board ini berasa jadi harta karun. Belum sempat salaman sama kakek neneknya, mereka udah sibuk mengutak-atik apa yang bisa membuat tangan-tangan mungil mereka tergerak.

Senang dan sangat antusias ketika mendapat kesibukan mengutak-atik busy board tsb. Hingga rasa penasaran tentang beberapa benda yang Asma'Aisyah belum ketahui membuat banyak pertanyaan, "Apa ini Ummi?" atau "Ini untuk apa?" atau "Punya siapa?" sampai "Kok bisa begini Ummi?"

Busy board sangat membantu mengasah motorik halus, membantu dalam koordinasi tangan dan mata, sampai pada meningkatkan daya imajinasi positif pada anak. Terlihat dari Asma'Aisyah ketika sedang bersepeda di ruang tengah, menjadikan busy board menjadi tempat SPBU, atau menjadi mesin pengambilan tiket, sampai jadi tempat stor hafalan Al Qur'an :D masyaa Allah.. 



Afra' pun Belajar

Alhamdulillaah, Afra' yang di usianya baru genap 5 bulan sedang berusaha tengkurap. Menurut saya sih :D ia terlihat kepayahan mengingat BBnya masyaa Allah bila akan memulai tengkurap. Bisa berkali-kali ia tak juga tengkurap. Namun, setelah di berikan mainan atau buku bantal berwarna, atas izin Allah, ia mencoba membalikkan badannya, dan berhasil. Barakallaahu fiik, Afra'.. 




"Asma' mau bisa mengaji kayak Ummi sama Abi.."

Sebenarnya tidak ada target untuk anak-anak kami agar mampu calistung di usia dini. Namun, setahun belakangan ini, Asma' meminta dituliskan banyak hal termasuk huruf hijaiyyah.

Berawal dari ketertarikan itulah, saya biasa menyiapkan "dot to dot hijaiyyah" sekaligus mengenalkan huruf hijaiyyah secara bertahap.

Motivasi awalnya, ia ingin punya Al Qur'an yang selalu ia lihat saya dan suami baca Al Qur'an. Kemudian, ia meminta saya membelikan mushaf yang sama seperti saya. "Kalo Asma' mau punya Al Qur'an seperti Abi dan Ummi, Asma' harus bisa baca Iqra' dulu. Bacanya gak boleh lompat-lompat halamannya. Supaya bisa baca Al Qur'an seperti Abi dan Ummi.." Jelas saya pada Asma'

Keesokan harinya dan seterusnya (sampai hari ini -Alhamdulillah), ia selalu meminta saya untuk menemaninya baca Iqra' dan menulis huruf hijaiyyah. Bila ia tidak ingin pun saya bebaskan mengingat usia di bawah 7 tahun adalah usia yang belum cukup matang dalam belajar dg rentang waktu yang cukup lama. Justru saya malah dapat kemudahan dari Allah, bahwa keinginan belajar tumbuh dari diri seorang Asma'. .

"Asma' mau bisa mengaji kayak Ummi sama Abi.." Ujarnya.

Masyaa Allah.. Rupanya, menumbuhkan fitrah itu hanya butuh teladan. Meski saya pun masih sangat jauh dari kata teladan untuknya. Namun, kami mengupayakan dg selalu menghidupkan Al Qur'an di rumah. Karena Al Qur'an adalah kalamullah yang menjadi penerang di kehidupan. Allaahul musta'an.

#BasmahThariq 
#Tantangan10Hari
#Level4
#Day9
#GayaBelajarAnak
#KelasBunsayIIP



Asma'Aisyah dan Buku Favorit
Asma' tertarik dengan buku yang banyak bertuliskan hijaiyyah. Baginya, ketika menemukan hijaiyyah pada sebuah buku, ia seperti menemukan potongan ayat Al Qur'an. "Ummi, ini kayak di mushaf Ummi sama Abi." Katanya senang.

Sedangkan 'Aisyah senang dengan buku ensiklopedi. Mungkin beragam gambar yang membuat ia betah berlama-lama mengamati gambar-gambar tsb. Dan tanpa dipinta, ia akan menyebut gambar tsb punyanya. *Hahaha 

"Ini mobiltu (mobilku). Mobil Aica ('Aisyah)." 



[ Read More ]

15 September 2017

Bermain Outdoor

Posted by Basmah Thariq at 22.02.00 0 comments
Melihat rentang usia Asma’ dan ‘Aisyah di bawah usia 5 tahun, begitu tampak aktif masyaa Allah dalam bergerak dan banyak bicara. Di samping sangat senang meniru apa yang bisa ditiru. Maka bermain bagi anak-anak ibarat salah satu kebutuhan primer bagi tumbuh kembangnya.
Dalam sebuah riwayat, Rasulullaah sholallaahu ‘alayhi wassalaam bersabda, “Gerak anak di usia kecil akan menambah kecerdasaan akalnya.”
Dalam Al Quran pun menyebutkan fitrah bermain anak dalam kisah Nabi Yusuf ‘alayhi salaam. Maka biarkan anak banyak bergerak selama dalam hal positif dan tidak membahayakan.
Adapun upaya yang kami lakukan untuk putri kami adalah memberi kesempatan bermain outdoor di pagi dan sore hari  yang menjadi keseharian Asma’ dan ‘Aisyah adalah bersepeda meski hanya di sekitar pekarangan rumah. Bila weekend, ayahnya mengajak ke kampus Unhas yang sejuk dan cukup dikenal dengan sebutan ‘hutan kota’.
Aktifitas outdoor ini biasanya di-handle langsung oleh ayahnya putri anak-anak. Sehingga Asma’ dan ‘Aisyah begitu luwes untuk berlari-lari, memanjat, melompat, dll mengingat saya belum bisa meng-handle duo-A hafizhah kami yang sangat gesit, lincah dan aktif.
Duo-A hafizhah kami pun biasa tanpa ragu bermain tanah, meski awalnya terlihat ragu dan takut. Bermain begitu lepas dan selalu terlihat tidak merasa lelah masyaa Allah. Dan kerap kali Asma’ dan ‘Aisyah mulai memerhatikan sekitarnya. Misal bila ada burung, ulat, kupu-kupu, sampai hewan terkecil, semut bisa menjadi perhatian menarik. Kemudian dijejali beragam Tanya yang menjadi kesempatan untuk memperkenalkan ciptaan Allah yang Maha Kuasa.

#BasmahThariq
#Day3
#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP


[ Read More ]

14 September 2017

Iqra' (Bacalah!)

Posted by Basmah Thariq at 22.43.00 0 comments
'Aisyah sedang membaca
Salah satu yang tengah kami upayakan dalam keseharian yang membersamai anak-anak adalah membacakan. Mulai membacakan buku, membacakan doa sehari-hari, sampai membacakan Al Qur'an yang biasa kami sebut men-talqin.

Hal ini terkait dengan keseharian Asma' dan 'Aisyah yang sering menunjukkan apa-apa yang terlihat sepele bagi saya dan suami. Namun kedua putri kami justru mampu mengulang atau me-review seperti apa yang kami bacakan atau sampaikan.

Dalam proses ini, kami belum bisa menyimpulkan apakah kedua putri kami masuk kategori gaya belajar visual, audio, maupun kinestetik. Selama ini hanya terus berupaya agar putri kami bisa enjoy dalam menyerap apa yang seharusnya mereka serap. Maka, PR kami saat ini sebatas membacakan. Meski respon dari Asma' dan 'Aisyah sangatlah jauh.

Asma' terlihat bisa tenang dan rentang konsentrasi yang baik pada satu tempat ketika sedang dibacakan. Ia mampu menyimak meski masih sering menyela dengan beragam pertanyaan "Kenapa?" dan seterusnya. Ia bisa mengulang apa yang ia dengar dan dibacakan sama. Masyaa Allah.

Sedang 'Aisyah ketika dibacakan, maka kaki dan tangan aktif. Gerakan berputar-putar, sampai seperti mendaki naik turun tempat tidur, berpindah dari satu kamar ke kamar yang lain. Namun, ia masih bisa menangkap apa yang biasa kami bacakan. Bahkan bisa dikatakan jauh lebih cepat. Masyaa Allah.

#BasmahThariq
#Day2
#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP
[ Read More ]

13 September 2017

Mengenal Gaya Belajar Anak

Posted by Basmah Thariq at 21.40.00 0 comments
Bismillah.. Memiliki tiga putri di usia di bawah lima tahun, tentu menjadi tantangan tersendiri untuk mengenali karakter dari masing-masingnya. Sehingga banyak hal yang memang biasa saya dan suami lakukan dan perhatikan terutama pada putri pertama dan kedua yang sedang aktif-aktifnya bergerak, bertanya, melihat sekitar, dan merasakan apa-apa yang terjadi antara dirinya.

Maka kata belajar bukan hanya terbatas pada kegiatan belajar di sekolah. Setiap anak kita punya kesempatan dalam menunjukkan rasa ingin tahuannya. Terbukti berbagai eksplorasi yang anak-anak tunjukkan melalui gerakan tubuh yang notabene tidak bisa diam.

Keterkaitan pada anak, mengenali gaya belajarnya supaya dapat membantu mereka belajar dan memahami suatu informasi dengan lebih efektif. Biasanya, gaya belajar anak mulai terlihat jelas dan konsisten pada usia di atas 3 tahun. Pada saat itu anak mulai menunjukkan cara belajarnya yang efektif karena rentang perhatiannya sudah berkembang cukup baik dan fungsi-fungsi penunjang belajar lainnya, seperti kemampuan motorik dan postur tubuh, juga sudah berkembang siap untuk mengolah informasi. Orangtua dapat mengamati dari kegiatan anak sehari-hari, terutama bagaimana anak menerima informasi baru, mengingat, dan memahaminya. 

Pada putri pertama kami, Asma', dengan usia 4 tahun 1 bulan kini menunjukkan satu gaya belajar yang dominan, meski tanpa mengurangi kesempatannya belajar dengan gaya belajar lainnya. Berdasarkan dari keseharian Asma', ia menunjukkan kemampuan dalam menghafal dan mengulang apa yang ia dengar, masyaa Allah

Pada kesempatan yang sama pula, kami sebagai orang tua berusaha menyampaikan kata-kata positif, memperkenalkan doa sehari-hari, bacaan surah-surah dalam Al Qur'an. Hal tersebut sangat efektif bagi Asma' dalam mempelajari sesuatu walau belum bisa membaca. 

Begitu pula pada 'Aisyah, di usia belum genap 3 tahun, ia pun mulai menunjukkan gaya belajar dominannya pada motorik kasar. Tampak aktif dan cekatan melalui cara berjalan, makan, meraih sesuatu, yang masyaa Allah kadang diluar dugaan kami. Namun, ia pun ada kecenderungan menyerap apa-apa yang ia dengar dengan jelas. Tak jauh beda dengan kakaknya, Asma', ia pun mulai menunjukkan kemampuan mengulang bacaan doa sehari-hari, bacaan surah-surah dalam AL Qur'an, dan apa-apa yang kami sampaikan.
 
Dari kedua putri kami inilah in syaa Allah akan saya jabarkan pada tulisan selanjutnya secara detail mengenai gaya belajarnya. Kami pun tak ingin mendominasi dari fitrah mereka, sejatinya. Tentunya sebagai orang tua hanya memfasilitasi dan mengarahkan dalam mengenali gaya belajarnya dan menerapkannya sebagai bekal ke depannya, in syaa Allah.

#BasmahThariq
#Day1
#Tantangan10Hari
#Level4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunsayIIP


[ Read More ]

24 Agustus 2017

Bahagia dari Sebentuk Kardus

Posted by Basmah Thariq at 23.16.00 0 comments
 
Peralatan yang dipersiapkan
Maksud hati ingin membuat diorama dari kardus, namun qadarullah, perlengkapan belum lengkap. Maka hati ini beralih pada dua kardus nganggur. Dan langsung terbersit ingin membuatkan sesuatu untuk duo-A hafizhah kami. Bermodalkan gunting dan lakban untuk menyatukan beberapa sisi kardus yang menjadikan sebuah area mini yang saya pun tidak bisa memberikan nama pada hasil karya dadakan. Hahaha...

Meski dicecari pertanyaan oleh Asma', "Ummi, mau buat apa?" Saya pun hanya mengangguk dan terus saja sibuk membuat area mini ini yang entah akan menjadi apa dan untuk apa. Semenit setelah jadi, duo-A hafizhah sibuk masuk dalam area mini tersebut. Saya pun menambahkan bola-bola yang jumlah tak seberapa ketimbang di t*mezone.
Semenit setelah jadi

"Ayo, kita mandi-mandi di kolam.." Seru Asma' pada 'Aisyah.
"Ayo mandi-mandi.." Tambah 'Aisyah heboh.

Mereka pun berebut bola di area mini.

Selang beberapa waktu, saat ke dapur, saya mendengar Asma' mengajak adiknya membawa tas, mukena, sajadah, adiknya (alias boneka) dan meyulap area mini dari sebuah kolam menjadi mobil.

"Asma' naik mobil.." Teriak Asma' semangat.

5 menit kemudian

Saya pun hanya menikmati kedua putri hafizhah kami dalam wajah riang yang penuh imajinasi. Hanya sebuah area mini, dalam sekejap bisa berubah menjadi apa saja yang mereka mau. Masyaa Allah..

Tak berapa lama, abi duo-A hafizhah kami pulang kantor, disambut dengan memamerkan kardus tsb.

"Abiii... Ada kardus. Ummi bikin.." Lapor 'Asma' dan 'Aisyah berebut perhatian.

Alhamdulillaah, bahagia itu sangat sederhana ya. Melihat wajah ceria itu tak perlu mengeluarkan dana yang cukup besar rupanya. Jadi semakin semangat untuk membuatkan sesuatu dari kardus. Yeay!

#BasmahThariq
#Day10
#Tantangan10Hari
#Level3
#KuliahBunsayIip
#FamilyProject
[ Read More ]

23 Agustus 2017

Membuat Bumbu Dasar

Posted by Basmah Thariq at 23.22.00 1 comments
Bumbu Dasar
Kalau kemarin saya nge-blank, kali ini saya bingung. Hahaha.. Family Project apa lagi ya untuk hari ini? Siang tadi mata saya tertuju pada bumbu-bumbu dapur yang belum sempat saya olah. Tingtong!

Berhubung sudah memasuki 1 Dzulhijjah, dan mendekati Idhul Adha yang identik dengan momen Qurban, maka kepikiran untuk membuat bumbu dasar saja. Jadi, di sela aktivitas anak-anak sambil men-talqin, saya mengupas bawang merah dan bawang putih. Sesekali pula Asma’ dan ‘Aisyah turut membantu dan mengajukan beragam tanya.

Asma: “Ummi, kenapa kupas bawang?”
Ummi: “Karena Ummi mau buat bumbu, nak..”
Asma’: “Kenapa buat bumbu?”
Ummi: “Supaya kalo Ummi masak bisa lebih cepat?”
Asma’: “Kenapa mau cepat masak?”
Ummi: “Kalau Ummi cepat masak, Asma’, ‘Aisyah, Abi dan Ummi bisa makan juga.”
Asma’: “Oooh… Ini bisa dimakan?” (Sambil mencoba memasukkan 1 siung bawang yang sudah terkupas ke dalam mulutnya)
Ummi: “Bisa, kalo Asma’ mau..” (Memerhatikan Asma’ sambil tersenyum)
Asma’: “Tidak jadi Asma’ makan deh.. Nanti Ummi saja kalo masak..” (Ia pun menyimpan bawang ke piring)

Masih banyak pertanyaan yang kadang saya harus mencerna maksud Asma’, masyaa Allah. Ia pun mengambil bawang-bawang tsb bersama ‘Aisyah dan memindahkan dari satu piring ke piring lain, begitu seterusnya secara berulang. Duo-A hafizhah memeragakan masak-masak, mengambil peralatan masak mainannya mendekat ke tempat di mana saya sedang mengupas duo-bawang.

Alhamdulillah, bersyukur banget di tengah kesibukan bersama 3A hafizhah kami, saya masih bisa menyempatkan untuk membuat stok bumbu dasar. Ribet di awal, dan praktis untuk digunakan kapan saja saat masak. Memasak hanya butuh waktu tidak sampai setengah jam bila ada bumbu dasar yang sudah saya buat.

Terbiasa membuat stok bumbu dasar sejak kehadiran Asma’. Ditambah keputusan full time mom tanpa Asisten Rumah Tangga (ART), stok bumbu dasar sangat-sangat membantu saya di dapur. Sebab, saya termasuk yang kurang sreg masak 1x1 kemudian dipanasi berkali-kali. Lebih sreg dengan memasak 3x1 tapi tetap efektif dan efesien walau diramaikan kehadiran anak-anak, Alhamdulillah ‘alaa bi idznillah. Dan stok bumbu kali ini pun juga menjadi salah satu persiapan untuk idul adha in syaa Allah, beragam makanan ber-daging siap dihidangkan.


#BasmahThariq
#Day9
#Tantangan10Hari
#Level3
#KuliahBunsayIIP

#FamilyProject
[ Read More ]

22 Agustus 2017

Sebuah 'Project' dari Mesin Jahit

Posted by Basmah Thariq at 23.20.00 0 comments
Mesin Jahit beserta Alat Tempurnya
Hari ini saya benar-benar blank. Seharian hanya mendampingi aktivitas harian 3A kami dan menyelesaikan amanah domestik. Selepas isya’ dan anak-anak sudah tidur, saya hanya berjibaku pada mesin jahit yang lama tidak saya geluti.

Menjahit Saku Celana Suami :D
Ceritanya ingin menjahitkan saku celana suami yang sudah sobek. Sekaligus belajar kembali menjahit yang sempat vakum untuk beberapa waktu. Tak terasa pula, mesin jahit ini sudah berusia setahun. Kado dari suami setelah kelulusan saya menyelesaikan S1 dengan segala perjuangan setahun yang lalu.

Kehadirannya pun sebab ingin menjadi salah satu ‘project’ saya di suatu hari nanti, entah kapan. Saya masih bercita-cita bisa menjahitkan pakaian anak-anak, untuk saya juga, dan suami. Terlebih setelah dikaruniai 3 putri yang masyaa Allah. Keinginan menjahit pun makin menggebu-gebu ketika melihat duo-A hafizhah kami khususnya cenderung ingin berpakaian yang sama seperti saudaranya.
Menjahit Gorden untuk Jendela di Rumah kami

Sejauh ini kemampuan menjahit terbilang nekat dan otodidak. Niat awalnya ingin kursus, namun qadarullah dengan kondisi ngemong putri 3A dengan usia bayi, batita, dan balita yang masyaa Allah itu jadi sebab belum menyempatkan kursus menjahit. Belajarnya sesekali hanya liat kakak saya atau ibu saya yang masyaa Allah punya kemampuan menjahit. Selebihnya, belajar via youtube.

Alhamdulillah, kehadirannya sudah sangat membantu saya menjahit kebutuhan kami seperti menjahit gorden, jilbab dan aktivitas anak busybox.



#BasmahThariq
#Day8
#Tantangan10Hari
#Level3
#KuliahBunsayIip
#FamilyProject
[ Read More ]
 

Bianglala Basmah Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea