18 Februari 2009

Maaf, Aku Bukan . . .

Posted by Basmah Thariq at 16.14.00 0 comments

Entah alasan apa, kebanyakan orang yang menjumpai saya mengatakan saya orang Jawa. Meskipun pernah merasa tak mempermasalahkan hal tersebut karena memang sudah melekat pada diri saya. Tapi, akhirnya saya merasa lelah dengan anggapan-anggapan tersebut. Sebab saya memang bukan dari Jawa. Yah, berusaha berbaik sangka pada mereka karena sampai detik ini saya belum mampu melebur dengan bahasa daerah asal saya, bugis. Ditambah dengan kesan mereka yang mengatakan bahwa saya itu "Indonesia Banget" dalam berkomunikasi. Tak heran jika setiap pembicaraan saya mengundang senyum atau bahkan tawa yang tertahan karena logat saya yang cenderung asing di pendengaran mereka. Entahlah..

Mencoba untuk beradaptasi pada mereka dengan banyak bertanya jika ada kosa kata yang asing bagi saya meski hal yang sepele. Dan saya akui untuk mempelajarinya butuh waktu lama karena logat saya lebih kental ke Jawa ketimbang ke Bugis. Huft... Walau dengan perlahan saya tetap saja berprinsip "be your self" daripada saya harus melawan keterbatasan. Tapi, tetap saja saya tak menampik untuk mempelajarinya.

Yahh, mungin sikap itulah yang saya tempuh agar saya tetap berada dalam posisi yang seimbang dan melawan keterbatasan. Karena saya harus akui, di tengah keterbatasan ini, selalu yakin bahwa Allah ingin mengembalikan kesadaran saya dengan inginNya. Bahwa Ia ingin memuliakan hambaNya dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tinggal bagaimana kita mensyukuri segala yang ada dan menjalani segala sesuatu yang telah dirancangNya.

Maha Suci Allah, atas segala nikmat yang terus berhamburan..
[ Read More ]

Padamu, Palestinaku..

Posted by Basmah Thariq at 16.11.00 0 comments

Puisi Anak Palestina

Ayah!!
Kata mereka kau penjahat,
padahal sebenarnya engkau bukan penjahat.
Ayah!!
Mengapa mereka jauhkan aku dirimu,,
mereka menangkapmu tanpa memberi kesempatan untuk menciumku meski hanya sekali.
Atau mengusap air mata ibu,
ibu,,!!
Aku melihat air mata di kelopak matamu setiap pagi.
Apakah palestina tak berhak diberi pengorbanan?
Setiap hari aku bertanya kepada matahari,
ibu,
apakah ayah akan kembali pada suatu hari?
Ataukah dia akan pergi selamanya sampai hari kiamat?
Atau dia akan mengusap air mata ibu yang menetes setiap hari?
Wahai ayah,
dimana engkau?
Ooh, bayi-bayi yang dijajah,
kini telah datang hari raya baru,
setelah hari raya tahun lalu dan bayi barupun lahir setelah bayi yg itu.
Dan para syuhada berguguran setelah gugurnya syahid yang lalu,
sedangkn ayah masih disembunyikan di balik jeruji besi
dalam sel mengerikan yang tak layak dihuni manusia,
mana hari kemenangan dan kehancuran penjara besi itu?
Malulah kalian, malulah kalian!!
Aku ingin ayah pulang..


Dari Sebuah Pesan Singkat
[ Read More ]

Dari Kami yang Tak Ingin Tergantikan

Posted by Basmah Thariq at 16.11.00 0 comments

Laksana makna telah terukir
dalam menghadapi bait-bait kehidupan
dalam menapaki hari demi hari
dalam duri onak yang terbalut
dalam buaian kasih yang terkuak
cukup sudah seribu galau dan rasa

mungkin gampang mengakhiri segalanya
saat kegagalan mengiringi langkah
meski…ada rasa tertinggal di sini
ada sedih bertualang di jiwa
ada pilu yang membuncah di tengah gelaga hati
aku pudar…aku ringkih…

waktu seolah telah berlalu cepat di depanku
seolah jarak yang terpisah menghadirkan kerinduan
cintaku, entah aku menggapainya lagi atau tidak
kuingin bertahan demi cintaNya
menyelimutiku dengan kedamaian
meneguhkanku dengan sesuatu tak terduga
menghapus air mataku dengan kasihNya

Ya… keabadian itu hanya milikNya
tanpa kusadari kini langkahku di penghujung jalan ini
air mataku pun seakan menggugatku
ide yang tak terkaryakan
dan karya yang tertunda adalah saksi bisu bagiku

kucoba atur kembali gerak langkahku
walau kutau sejenak lagi kukan beranjak
namun kuyakin di persimpangan jalan sana
ada jalan yang masih sangat panjang
yang tercipta untukku
demi sebuah asa yang melambung tinggi
demi jannahNya yang kudambakan.

Episode Kurma17
Ada ego yang bersemi ketika langkah tak ingin tergeser
karena bergumul tugas yang belum juga usai
[ Read More ]

Indahnya Ayat-Ayat Al Qur'an

Posted by Basmah Thariq at 15.44.00 0 comments

Meski setebal apapun mendung melintasi langit, namun sinar mentari tak pernah kehilangan cirinya. Ia senantiasa menghadirkan sinarnya untuk dibagi. Ia senantiasa tegar tanpa kehilangan jati dirinya sebagai sumber penerang di hari ini. Ia tak pernah menunda bersinar hingga esok, meskipun ia dapati mendung menghalangi keindahan sinarnya. Setiap tumbuhan kembali terjaga dari tidurnya. Kembang-kembang kembali bermekaran ceria menyambut harinya. Burung-burung terbang dan berkicau dengan merdunya. Semua hadir tanpa rasa sedih, gelisah, dan amarah. Semua ceria untuk menjelang setiap detik anugerah-Nya.
Saudaraku,
Sudahkah kita berniat bahwa hari ini akan kita hiasi dengan senyum ceria dan kebahagiaan? Sudahkah kita bertekad untuk menyongsong hari ini dengan rasa optimis dan semangat hidup yang akan kita bagi dan tularkan? Dan sudahkah kita menjadikan berbaik sangka sebagai modal bagi kita untuk meneruskan perjalanan ini?

Saudaraku,
Begitu sia-sia rasanya perjalanan hidup jika setiap detiknya tidak pernah kita hargai dan syukuri. Begitu menyiksanya perjalanan hidup jika setiap ujian yang menerpanya kita hadapi dengan kemarahan dan wajah yang muram. Dan begitu berat rasanya langkah hidup jika kita tak mau berbagi sedikitpun. Kesedihan tidak akan mengembalikan segala yang hilang menjadi kembali. Tangisan penyesalan akan terasa hampa tanpa kesungguhan usaha untuk bangkit dari kelalaian diri. Setiap nasehat hanya akan menjadi penghias belaka jika sedikitpun tak diniatkan untuk dilakoni. Semua usaha akan terasa sia-sia jika sedikitpun tak berserah diri kepada-Nya.
Tersenyumlah atas anugerah hidup hari ini. Bersyukur dan berbaik sangkalah bahwa Dia masih memberikan kesempatan bagi kita untuk kembali. Sebut setiap asma-Nya dengan penuh kerendahan hati. Besarkan Dia dalam setiap aktifitas dan detik perjalanan ini. Jangan engkau halangi senyuman itu jika akan tersungging di ujung bibirmu hanya karena kegundahan yang tak jelas asal usulnya. Jangan engkau gantikan keceriaan diri dengan kesuraman hati yang engkau tampakkan lewat wajah yang bermuram durja.
Saudaraku,
Berbagilah hari ini. Berbagilah untuk setiap kebahagiaan yang engkau rasakan di hati. Tak perlu kau ukur dengan besar atau kecilnya nilai berbagi itu. Berbagilah walau sekedar berwajah ceria dan sepatah kata sapa dan salam. Tetaplah berbagi dan tersenyum dalam rangka mensyukuri segala anugerah-Nya hari ini. Tetaplah berbagi dan tersenyum layaknya mentari yang tak menunda hadirnya meski mendung menyelimuti indah sinarnya hari ini.
[ Read More ]

Mari, Lihatlah Diri Kita..

Posted by Basmah Thariq at 15.44.00 0 comments


Sepanjang apapun perjuangan kita di jalan dakwah, kita tidak akan pernah mampu membalas apa yang dakwah ini telah berikan untuk kita.

Pandang diri kita, siapa diri kita sebelum merasakan nikmat hidayah.
Dahulu kita begitu jahil, tapi kini Allah membukakan mata hati kita merasakan indahnya Islam dan nikmatnya iman.

Sadarkah bahwa kita adalah orang-orang beruntung, ukhti?
Meski tak jarang kita merasa sakit, air mata yang terus mengalir, beban terasa menghimpit, tapi sudikah kita menukarnya dengan sesuatu yang tak ada bandingannya dengan surga Allah?
[ Read More ]
 

Bianglala Basmah Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea