15 Februari 2008

Sebesar Apakah Musibah Agama Di Mata Kita?

Posted by Basmah Thariq at 15.59.00 0 comments
Saudaraku,
Bagaimanakah perasaan kita ketika ada benda-benda dunia yang kita sukai tiba-tiba saja hilang dan tak dapat kita temukan? Bagaimanakah suasana hati kita ketika apa yang menjadi hobi dan kesenangan kita, ataupun rencana liburan ke pantai yang telah disusun rapi jauh-jauh hari akhirnya berantakan dan batal dilaksanakan? Secara umum reaksi yang muncul dari kita adalah perasaan kecewa, jengkel, atau bahkan mungkin marah dan tidak terima terhadap biang penyebab segala kegagalan di atas.
Begitulah reaksi kebanyakan dari kita ketika banyak dari perkara dunia kita yang berlalu dan terlewatkan karena tidak sesuai dengan harapan. Namun sadarkah kita, ketika perkara kebaikan terlewat di depan mata, peluang kebaikan yang akan menambah pundi-pundi pahala dan hadirnya keridhoan Ilahi Robbiy akhirnya berlalu begitu saja, namun hal itu bagi kita merupakan perkara biasa dan bukan merupakan musibah?

Saudaraku,
Dikisahkan bahwa Hatim Al-Asham Rodhiyallahu’anhu pada suatu hari menuju masjid untuk menunaikan sholat berjama’ah. Sesampainya di sana, ternyata sholat telah selesai dilaksanakan. Tidak ada yang mengucapkan belasungkawa, turut berduka cita atas keterlambatan beliau itu selain Abu Ishak Al-Bukhari. Hatim Al-Asham pun berkata, “Andaikata putraku meninggal dunia, tentu lebih dari 10 ribu orang akan mengucapkan belasungkawa turut berduka cita kepadaku. Sebab, dewasa ini masyarakat memandang musibah dalam beragama lebih ringan daripada musibah dunia.
Dalam kesempatan lain, di dalam syarah kitab beliau “Al Hikam”, Al Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad menuturkan, “Tidak ada musibah yang lebih besar selain kemalasan dan hilangnya semangat dari hati seseorang untuk berbuat baik. Maka ketahuilah, bahwa dia sedang tertimpa musibah yang paling besar yang tiada lagi musibah yang lebih besar dari itu.”
Saudaraku,
Demikianlah sikap dan pandangan para pendahulu kita yang sholeh dalam memandang sebuah kebaikan. Tertinggalnya satu bagian dari amal kebaikan bagi mereka bukanlah sebuah perkara remeh, melainkan merupakan sebuah musibah agama, akan tetapi sebagaimana terbaliknya keadaan saat ini, dimana kita seringkali memandang remeh sebuah kebaikan yang terlewatkan tanpa pernah kita sesali dan usahakan untuk diperbaiki, padahal boleh jadi rahmat Allah ada pada perbuatan yang kita anggap remeh tersebut.
Saudaraku,
Semoga kisah di atas bisa menjadi renungan bagi kita, dan semoga Allah Subhanahu wa ta’ala senantiasa mencurahkan taufiq dan hidayah-Nya kepada kita, memperbaiki hari-hari kita dengan kemuliaan taat, bertambahnya kebaikan pada diri kita, keluarga kita dan seluruh kaum muslimin, sehingga hari-hari yang berlalu dalam hidup kita mulai saat ini tidak lain telah berisi nilai-nilai kebaikan yang mulia dalam pandangan-Nya…aamiin.
Astagfirullahal ‘azhiim,
Wallahu a’lam
Sumber:
http://zidaburika.wordpress.com/2010/03/08/sebesar-apakah-musibah-agama-di-mata-kita/
[ Read More ]

Biarlah...

Posted by Basmah Thariq at 15.55.00 0 comments
Sepanjang hidup menuntut kesadaran kita pada tangung jawab dunia akhirat. Banyak ujian yang kadang membuat kita terlupa pada akal dan agama karena seringnya kita bermain pada area rasa.

Namun tak berarti dengan alasan rasa, kita dapat melegalkan segalanya atau bahkan melemah-melemahkan diri yang akhirnya dapat menghancurkan masa depan kita.

Tetap yakin bahwa ALLAH telah merencanakan yang terbaik untuk kita.

Biarlah semua berjalan seperti yang seharusnya dan berakhir pada saat yang tepat, karena semua masih ada batas akhirnya.
[ Read More ]

Mutiara Hikmah Persahabatan

Posted by Basmah Thariq at 15.54.00 0 comments


“Temanmu yang sesungguhnya adalah orang yang mau melarangmu dari berbuat dosa dan musuhmu yang sebenarnya adalah orang yang membujukmu untuk berbuat maksiat.” (Sayyidina Ali bin Abi Thalib)
“Tiada kebaikan dalam persahabatan yang tidak diikuti saling menjaga dari kejelekan.” (Sayyidina Ali bin Abi Thalib)
“Budi pekerti yang baik itu adalah dengan menampakkan wajah yang berseri-seri, selalu berbuat kebaikan dan menahan diri dari melakukan gangguan terhadap saudaranya.” (Sayyidina Abdullah Ibnul Mubarak)
“Setiap orang yang membuatmu lalai dari taat kepada Tuhanmu adalah musuh dalam selimut, sekalipun ia menampakkan diri sebagai kawan yang jujur dan ikhlas.” (Salafunasshalihin)
~ ~ ~
*Dikutip dari buku: Secangkir Hikmah - Karya Al Habib Abdul Qadir Umar Mauladdawilah
[ Read More ]

Nasehat: Pelita Bagi Gelapnya Hati

Posted by Basmah Thariq at 15.26.00 0 comments

Saudaraku,
Membaca, menyimak, dan merenungkan untaian mutiara kalimat hikmah para sholihin yang tertulis di banyak kitab acapkali membungkam hati kita. Bagaimana tidak? Karena tidak sedikit dari untaian mutiara-mutiara kalimat tersebut mampu menegur diri kita secara langsung, padahal kita sendiri tidak sedang berhadapan langsung dengan orang yang mengucapkannya.
Ada sebuah pesan, dimana sekiranya kita tidak pernah berjumpa dengan orang-orang sholeh di zaman dahulu, namun begitu, sesungguhnya kita masih bisa mengambil manfaat yang banyak dan besar dari ucapan-ucapan mereka yang sarat dengan nasehat mendalam, yang terangkum dalam banyak kitab yang terabadikan hingga kini.

Nasehat-nasehat tersebut begitu mudah menggetarkan hati kita. Bak anak panah yang tajam, yang dilepaskan oleh seorang ahli memanah, hingga meluncur tepat mengenai sasaran dan bagaikan tetesan air hujan di tengah padang hati yang tandus dari hijaunya petuah-petuah. Dan tiada hal lain yang mesti dilakukan saat mendapati nasehat-nasehat tersebut selain mengambilnya, dan menjadikan pengingat diri kita dalam setiap gerak kehidupan.
Saudaraku,
Sebelum tulisan ini saya akhiri, ada baiknya kita simak sepenggal untaian nasehat dari ahli hikmah berikut ini. Semoga bermanfaat dan membawa keberkahan bagi langkah hidup kita yang masih tersisa dan semoga Allah SWT senantiasa memberi kita taufiq dan hidayah untuk dapat mengamalkannya…insya Allah..aamiin.
~ ~ ~
“Jagalah olehmu delapan kalimat, nicaya Allah akan menjagamu: Bila engkau sedang sholat, jagalah hatimu. Bila engkau sedang berada di rumah orang lain, jagalah matamu. Jika engkau berada di tengah umat manusia, jagalah lidahmu. Jika engkau berada di meja perjamuan, jagalah perutmu. 5, 6, 7, dan 8 adalah, ingatlah akan dua hal dan lupakan dua hal lainnya. Adapun dua hal yang kita ingat adalah mengingat Allah dan kematian. Sedangkan dua hal yang kita lupakan ialah melupakan kebaikanmu kepada orang lain dan keburukan orang lain kepadamu”
~ ~ ~
Wallahu a’lam
Sumber:
http://zidaburika.wordpress.com/2009/12/08/nasehat-pelita-bagi-gelapnya-hati/
[ Read More ]

Tersenyumlah Untuk Hidup!

Posted by Basmah Thariq at 15.23.00 0 comments

Meski setebal apapun mendung melintasi langit, namun sinar mentari tak pernah kehilangan cirinya. Ia senantiasa menghadirkan sinarnya untuk dibagi. Ia senantiasa tegar tanpa kehilangan jati dirinya sebagai sumber penerang di hari ini. Ia tak pernah menunda bersinar hingga esok, meskipun ia dapati mendung menghalangi keindahan sinarnya. Setiap tumbuhan kembali terjaga dari tidurnya. Kembang-kembang kembali bermekaran ceria menyambut harinya. Burung-burung terbang dan berkicau dengan merdunya. Semua hadir tanpa rasa sedih, gelisah, dan amarah. Semua ceria untuk menjelang setiap detik anugerah-Nya.
Saudaraku,
Sudahkah kita berniat bahwa hari ini akan kita hiasi dengan senyum ceria dan kebahagiaan? Sudahkah kita bertekad untuk menyongsong hari ini dengan rasa optimis dan semangat hidup yang akan kita bagi dan tularkan? Dan sudahkah kita menjadikan berbaik sangka sebagai modal bagi kita untuk meneruskan perjalanan ini?

Saudaraku,
Begitu sia-sia rasanya perjalanan hidup jika setiap detiknya tidak pernah kita hargai dan syukuri. Begitu menyiksanya perjalanan hidup jika setiap ujian yang menerpanya kita hadapi dengan kemarahan dan wajah yang muram. Dan begitu berat rasanya langkah hidup jika kita tak mau berbagi sedikitpun. Kesedihan tidak akan mengembalikan segala yang hilang menjadi kembali. Tangisan penyesalan akan terasa hampa tanpa kesungguhan usaha untuk bangkit dari kelalaian diri. Setiap nasehat hanya akan menjadi penghias belaka jika sedikitpun tak diniatkan untuk dilakoni. Semua usaha akan terasa sia-sia jika sedikitpun tak berserah diri kepada-Nya.
Tersenyumlah atas anugerah hidup hari ini. Bersyukur dan berbaik sangkalah bahwa Dia masih memberikan kesempatan bagi kita untuk kembali. Sebut setiap asma-Nya dengan penuh kerendahan hati. Besarkan Dia dalam setiap aktifitas dan detik perjalanan ini. Jangan engkau halangi senyuman itu jika akan tersungging di ujung bibirmu hanya karena kegundahan yang tak jelas asal usulnya. Jangan engkau gantikan keceriaan diri dengan kesuraman hati yang engkau tampakkan lewat wajah yang bermuram durja.
Saudaraku,
Berbagilah hari ini. Berbagilah untuk setiap kebahagiaan yang engkau rasakan di hati. Tak perlu kau ukur dengan besar atau kecilnya nilai berbagi itu. Berbagilah walau sekedar berwajah ceria dan sepatah kata sapa dan salam. Tetaplah berbagi dan tersenyum dalam rangka mensyukuri segala anugerah-Nya hari ini. Tetaplah berbagi dan tersenyum layaknya mentari yang tak menunda hadirnya meski mendung menyelimuti indah sinarnya hari ini.
Sumber:

http://zidaburika.wordpress.com/2008/02/04/tersenyumlah-untuk-hidup/
[ Read More ]

1 Februari 2008

Pulang..

Posted by Basmah Thariq at 16.26.00 0 comments

Andai saja hidup ini hanya sebatas permainan, bolehlah hidup kita seluruhnya adalah bermain dan terus bermain.
Andai kehidupan semuanya adalah sendagurau. Tak masalah tiap detik hidup kita hanya canda tawa yang tak berujung.
Tapi ternyata, hidup ini dipenuhi ragam warna. Sekali kita gembira, lain waktu kita bersedih. Hidup juga adalah perjalanan singkat menuju satu dari dua negeri. Kemungkinan kecil adalah syurga, besar peluang ke neraka. Dalam hening dan sepi, ada baiknya kita bertanya pada hati:
Sudahkah kita memikirkan kemana kaki melangkah "pulang"?
[ Read More ]

Mencari "Ukhuwah"

Posted by Basmah Thariq at 16.11.00 0 comments
Di antara kenikamatan besar yang dikaruniakan Allah subhanahu wa ta’ala adalah nikmat persaudaraan iman. Hati-hati yang berserakan dan bertentangan menjadi satu di atas landasan kesatuan iman. Sehingga didapatkan orang yang tua menyayangi lebih muda dan yang muda menghormati yang lebih tua.
Hari ini, jelang shalat Jum’at, kami pengurus akhwat menggelar Nahla (Nasehat Islami Akhwat) perdana dalam kepengurusan baru yang merupakan proker departemen dakwah di Kurma17. Seperti halnya ikhwan yang akan menunaikan kewajiban shalat Jum’at, akhwat tak mau ketinggalan untuk menghamparkan sebuah kajian jum’at yang alhamdulillah telah lama terselenggara di aula sekolah. Alhamdulillah, proker yang dilaksanakan dua pekan sekali ini menghadirkan rasa antusias para pengurus dan peserta. Peserta yang terbilang masya Allah tak mengecewakan, membuat kami para pengurus berinisiatif untuk menyelenggarakannya tiap pekan. Insya Allah..
Di tengah kesibukan yang bergumul dengan berbagai perbedaan latar ekskul dan inskul yang digeluti oleh masing-masing pengurus, ternyata tak tersia-siakan dengan sebuah pendirian ekskul ini. Karena, di sinilah wadah yang insya Allah menjadikan kita dalam penetralan segala hal.
Mengawali proker ini, maka kami sepakat mengangkat sebuah tajuk “ukhuwah”. Tak lain dan tak lepas karena alasan tadi. Terkadang, kita tak cukup kuat menerima pergesekan emosi, entah kecintaan atau kefanatikan kita pada sebuah organisasi, maka membiarkan ego pun mampu mengalahkan diri ini.
Aku tercenung ketika menanyakan pada teman-teman, kakak-kakak, pun dengan adik-adik tentang alasan memilih ekskul ini. Tak berharap untuk membanggakan, tapi menjadikan sebuah ibrah pada diri ini, bahwa banyak kalangan menginginkan sebuah wadah penetralisir dari perbedaan. Meski ekskul ini bukanlah satu-satunya ajang yang menetralisir perbedaan latar, tapi di sinilah insya Allah masing-masing akan belajar tentang Islam yang membingkai perbedaan tersebut.
Aku merasakan tentang wadah lain yang terkadang hanya menekankan hubungan atau persahabatan karena “kebutuhan” akan keterkaitan job-job tersebut, setelah ditunaikan job tersebut, maka hubungan tersebut terkadang akan pudar oleh waktu yang terus bergulir. Namun berbeda halnya jika kita dipahamkan tentang persaudaraan iman. Bahkan melekatnya hubungan ini karena pemahaman tentang ukhuwah telah menjadi pelabelan dalam ibadah tiap individu yang bernafaskan hablum minallah dan hablum minnannas.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
“Tidaklah kalian masuk syurga sampai kalian beriman dan tidaklah beriman sampai kalian bersaudara (saling mencintai). Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu, jika kalian lakukan akan saling mencintai? Sebarkan salam di antara kalian” (Riwayat Muslim).
Dan sabda selanjutnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Seorang muslim adalah saudara muslim tidak mendzalimi dan tidak membiarkan didzalimi. Siapa yang menunaikan hajat saudaranya maka Allah akan menunaikan hajatnya, barangsiapa yang menyelamatkan seorang muslim dari bencana niscaya Allah akan menyelamatkannya dari satu bencana di hari kiamat dan siapa yang menutup aib seorang muslim niscaya Allah akan menutup aibnya pada hari kiamat” (Riwayat Muslim).
Semoga, dengan penyajian Nahla kali ini, mampu membangun ukhuwah yang berlandaskan iman karena Allah subhanahu wa ta’ala. Semata-mata karenaNya, sehingga pergolakan atau pergeseka emosi yang menyapa kehidupan ini mampu ternetralisir. Amiinn..
Untuk yang beralmamater JUBEL: mari galakkan salam di mana-mana. Sesungguhnya, Allah bersamamu..
[ Read More ]

AKHWAT SEJATI

Posted by Basmah Thariq at 15.50.00 0 comments

AKHWAT SEJATI…Akhwat sejati bukanlah dilihat dari wajahnya yang manis dan menawan, tetapi dari kasih sayangnya pada karib kerabat dan orang disekitarnya. Pantang baginya mengumbar aurat, dan memamerkannya kepada siapapun, kecuali pada mahramnya. Dia senantiasa menguatkan iltizam dan azzam-nya dalam ber-ghadul bashar dan menjaga kemuliaan diri, keluarga serta agamanya.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lembut dan mempesona, tetapi dari lembut dan tegasnya tutur dalam mengatakan kebenaran. Dia yang senantiasa menjaga lisan dari ghibah dan namimah. Pantang baginya membuka aib saudaranya. Dia yang memahami dan merasakan betul bahwa Allah swt senantiasa mengawasi segala tindak-tanduknya.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari liuk gemulainya kala ia berjalan, tetapi dari sikap bijaknya memahami keadaan dan persoalan-persoalan. Dia yang senantiasa bersikap tulus dalam membina persahabatan dengan siapapun, dimanapun dirinya berada. Tak ada perbendaharaan kata “cemburu buta” dalam kamus kehidupannya. Dia senantiasa merasa cukup dengan apa yang Allah swt anugerahkan untuknya, juga atas nafkah yang diberikan sang suami kepadanya. Tak pernah menuntut apa-apa yang tidak ada kemampuan pada sang qowwam di tengah keluarga. Sabar adalah aura yang terpancar dari wajahnya. Sifat tawadhu’ adalah pakaian yang senantiasa dia pakai sepanjang perguliran zaman.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia menghormati dan menyayangi orang-orang ditempat kerja (wajihah dakwah), tetapi dari tatacaranya menghormati dan menyayangi siapapun dan dimanapun tanpa memandang status yang disandangnya. Dia yang dilihat menyejukkan mata dan meredupkan api amarah. Baitii jannatii selalu berusaha ia ciptakan dalam alur kehidupan rumah tangga. Totalitas dalam menyokong dakwah suami dan berdarmabakti mengurus generasi penerus yang berjiwa Rabbani
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari banyaknya ikhwan yang memuji dan menaruh hati padanya, tetapi dilihat dari kesungguhannya dalam berbakti dan mencintai Allah dan Rasulullah. Dia yang selalu menghindari sesuatu yang syubhat terlebih hal-hal yang diharamkan-Nya.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari pandainya dia merayu dan banyaknya airmata yang menitik, tetapi dari ketabahannya menghadapi liku-liku kehidupan. Pancaran kasih sayang melesat tajam dari tiap nada bicara yang keluar dari bibirnya. Dia yang memiliki perasaan yang tajam untuk selalu berbuat ihsan kala ditempat umum maupun kala sendiri.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari merdunya suara kala bertilawah Qur’an dan banyaknya hadits yang ia hafal, tetapi dari keteguhan dan konsistennya mengamalkan kandungan keduanya. Dia selalu berusaha mengajarkan pada yang belum memahaminya. Al-Qur’an dan As-Sunnah dijadikannya sebagai suluh penerang serta pijakan dalam menelusuri lorong-lorong gelap kehidupan.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari tingginya gelar yang disandangnya serta luasnya wawasan ataupun lincahnya ia bergerak, tetapi tingginya ghirah untuk menuntut ilmu dan mengamalkan syariat secara murni dan berkesinambungan. Ilmu yang bermanfaat adalah tongkat yang ia pegang.
Menjadi akhwat sejati,
niscaya akan membuat iri dan cemburu para bidadari,
menjadi dambaan bagi mereka para insan berjiwa Rabbani,
menjadi dambaan bagi mereka para pemilik ruh dakwah dan jihadiyah,
serta para hamba Allah yang tidak tertipu oleh gemerlapnya dunia yang semu…….
Menjadi Akhwat sejati,
Seperti yang dicontohkan oleh khadijah, Aisyah, Hafsah, Maimunah, Shafiyah, Fathimah Az Zahra, dan para shahabiyah radiyallohu’anha ajma’in.
# Dikutip dari Buku : “Surat Cinta Untuk Sang Aktivis” – Musafir Hayat #
[ Read More ]

Pacaran Halal, Sebagai Proses Penjajakan

Posted by Basmah Thariq at 15.43.00 0 comments

PACARAN HALAL
Sebagai Proses Penjajakan, Percayalah Kepada Cowok
(tidak mengandung ayat dari kitab agama manapun)
Berdasarkan dari betapa mudahnya wanita diperdaya oleh lelaki/cowok. Bahkan dengan sangat angkuhnya wanita sering berpendapat bahwa dirinya tidak akan mudah termakan rayuan gombal lelaki. Itu benar, karena dimasa sekarang ini tidak ada lelaki yang bibirnya bisa mengucapkan rayuan gombal seperti film-film Indonesia toempoe doeloe. Tetapi dengan pendidikan dan teknologi yang berkembang, metode kami berubah (red:cowok).
Kami bisa memanfaatkan semua SDM dan SDA yang ada di sekitar kami untuk menunjang tegaknya diagnosa “SERIUS” dihadapan target (wanita). Apakah property “nebeng”? Oh tidak! Bahkan hanya dengan kesederhanaan, malah jadi pamungkas yang cukup jitu untuk meluluhkan hati wanita incaran kami. Karena dengan kesederhanaan dan property seadanya, akan mendatangkan kesan ketulusan dan bersahaja. Yang kemudian menimbulkan cinta sepenuh hati, berakibat kepasrahan. Ini fokusnya, kepasrahan yang artinya diriku sepenuhnya kuserahkan padamu, termasuk my virgin (klo masih).
Wahai wanita, tidak semua diantara kami kaum lelaki mengincar hartamu, yang merupakan incaran kami sebenarnya adalah SEX, sejauh mana dirimu memberikan rasa penasaran kepada kami, selama itu pula kami sanggup bersandiwara dengan sekuat tenaga kami. Mengapa kami sebut sandiwara? Karena kami menyimpulkan bahwa yang telah beristeri saja masih banyak yang selingkuh (meski tidak semuanya).
Pernikahan yang kejelasan statusnya dilindungi oleh hukum agama dan UU Negara, masih sering kami injak-injak. Apalagi status pacaran? Yang sama sekali tidak dikuatkan oleh peraturan manapun. Artinya seorang cowok bisa saja berpacaran dengan seribu cewek dalam waktu bersamaan atau sebaliknya. Maka jadilah pemuda-pemudi bangsa ini sebagai pakar zina, dari yang kecil sampai yang besar.
Tapi masalah jadi bangsa apa bukan urusan kami, selagi kami masih bisa menikmati kenikmatan dunia lewat tubuh wanita secara free, maka paradigma “Pacaran sebagai proses penjajakan” akan selalu kami sebarkan dengan cara apapun.
Sex dengan pacar sendiri sangat berbeda rasanya dengan sex dengan pelacur manapun dengan harga pakai berapapun. Sebab wanita yang selalu jadi target kami tentunya bersih, sehat, bebas penyakit menular seks (PMS), terawat dan terdidik.
Soal kaya atau miskin si target itu bisa disesuaikan.
Maksudnya apabila kami telah sukses memperdaya hati target, maka keadaan keuangan akan sangat mudah dikendalikan berdasarkan scenario “rasa pengertian” yang kami ciptakan di hati target. Pulsa yang kami keluarkan untuk menjalin kedekatan tidak sebanding dengan kenikmatan yang menanti kami.
Target berjilbab? Bisa sukses bisa juga tidak.
Usaha kami dalam berburu “kenikmatan” terhadap target berjilbab memerlukan beberapa trik tambahan. Tetap bersikap sederhana, apa adanya, bersahaja, pengakuan terhadap kekurangan diri, bersikap humoris dan sedikit bumbu religi yang didapat dari ceramah ustadz-ustadz di televisi bisa jadi referensi tambahan.
Usaha kami sukses terhadap target yang berjilbab yang juga masih berpakaian ketat, sehingga jilbab kadang-kadang hanya menutupi rambutnya dan tidak menutupi ukuran “hardware” indahnya. Kulit target yang halus mulus karena sering tertutup dari polusi udara dan matahari memberikan sensasi yang tidak sama dengan target tidak berjilbab pada umumnya.
Luar biasa!!!
Usaha kami gagal apabila target berjilbab tapi juga berpakaian yang lebar, sehingga tidak tampak keindahannya lewat mata secara fisik, tapi kami sangat yakin dibalik pakaian yang lebar itu tersimpan lebih banyak keindahan. Kami kurang pasti penyebab kegagalan usaha kami terhadap target tersebut, bisa jadi keteguhan
target dalam memegang keyakinan bahwa keindahan yang mereka miliki merupakan “harta berharga” yang hanya akan disuguhkan kepada suami mereka nantinya.
Kenyataan yang menggembirakan adalah target “kokoh” semacam ini berjumlah sangat sedikit jika dibandingkan dengan total target “empuk” yang banyak tersedia di sekitar kami.
Pada umumnya target menginginkan “keseriusan”.
Ketidaktahuan mereka terhadap makna kata serius ini yang sering kami manfaatkan sebagai peluluh hati mereka. Trik yang kami gunakan bermacam-macam, mulai dari kirim sms yang bertuliskan “Aku serius lho sama kamu”, telepon diatas jam 23.00 (tarif murah) untuk bicara panjang lebar dengan topik yang dipilih secara random. Ini trik yang paling sederhana dan cukup jitu untuk target yang masih lugu atau pura-pura lugu soal keseriusan hubungan. Maksudnya walau target sudah mengerti tentang trik
yang kami jalankan dalam meraih target, tapi seiring waktu dan semangat kami yang tidak berputus asa dalam menjalankan skenario, cepat lambat target yang dulunya pura-pura lugu akan luluh akhirnya melihat semangat tulus palsu kami.
Jika tujuan utama kami yaitu tubuh indah target belum didapatkan, maka bukti keseriusan palsu kami dapat dikuatkan dengan memboyong mereka ke orang tua kami atau sebaliknya, kami bersedia diboyong ke orang tua target. Sampai disini saja keberanian kami untuk bermain dengan kata serius, untungnya karena 99% target telah takluk pada level trik ini.
Kenyataan yang juga menggembirakan kami adalah apabila ternyata orang tua kami atau oramg tua target juga memiliki paradigma “Pacaran adalah proses penjajakan” atau “Pacaran adalah proses yang harus dilalui oleh remaja normal”.
Luar biasa!!!
Target yang telah beranggapan bahwa “inilah jodohku”, dengan paradigma ini kami telah mendapatkan kepercayaan penuh dari segala pihak untuk memperlakukan target semau kami. Termasuk menikmati kenyamanan sensasi seks penuh gratisan yang kami tunggu-tunggu selama perjuangan. Tidak perlu buru-buru, karena kami sangat dan sangat memperhatikan situasi, kondisi dan domisili.
Soal dikemudian hari kami bosan dengan target yang sudah habis manisnya karena kami hisap atau muncul target baru yang lebih segar, maka skenario pelepasan diri dapat dijalankan dengan berbagai alasan. Sangat mudah melakukannya mengingat semua manusia memiliki kekurangan, kekurangan inilah yang harus diangkat ke
permukaan dan menjadi pokok bahasan yang berlanjut dengan putusnya hubungan. Alasan ketidakcocokan bisa menjadi penangkal pertanyaan orang tua masing-masing pihak.
Putus. Juga merupakan jalan baru bagi kami untuk memulai skenario pengejaran target baru. Tampang berduka, bahkan tampang tegar paska putus pun bisa menjadi pesona di hadapan target baru ini. Tentunya kami tidak meninggalkan trik-trik peluluhan hati yang kami terapkan terhadap target-terget sebelumnya seperti sederhana, tampil apa adanya, bersahaja, sedikit ditambah bumbu humoris karena target pada umumnya ingin dekat dengan orang yang selalu bisa membuatnya tersenyum dalam setiap keadaan. Target selalu ingin merasakan aman, nyaman, disayang, diperhatikan (beberapa). Maka sedaya upaya kami akan ciptakan suasana tersebut hanya didekat kami. Persepsi bahwa di dekat kami maka target merasa aman, nyaman, tenang, tersenyum, dan damai merupakan paradigma yang harus kami ciptakan di
dalam kepala target. Untuk kesekian kalinya kami selalu sukses dalam pencapaian tujuan kami, menjadikan kami sangat berpengalaman dan cerdas dalam program ini, dengan atau tanpa hambatan sama sekali. Sungguh indah dunia ini, dipenuhi dengan target-target berpendidikan tapi bodoh yang menunggu giliran untuk kami habisi.
“Ahh, saya kan gak pernah serius klo pacaran, ngapain takut!”
Jika terget berfikiran seperti kata-kata di atas, maka pemikiran seperti ini juga merupakan peluang besar bagi kami untuk memulai skenario peluluhan hati. Yang kami utamakan lebih dahulu adalah mengadakan ikatan super tidak jelas bernama Pacaran, soal cinta atau tidak, itu cuma masalah waktu. Trik-trik yang kami lancarkan akan mengubah keadaan hati target seiring waktu yang dilalui bersama-sama dan komitmen semu tentang pacaran yang kami atau orang lain ciptakan.
“Ahh, tidak semua cowok seperti itu, cowokku ga gitu and ga mungkin begitu!”.
Kata-kata sejenis ini merupakan tolak ukur keberhasilan skenario BHSP (Bina Hubungan Saling Percaya) yang nantinya menjadi peluang besar untuk mendapatkan tubuh target di kemudian hari. Karena salah satu yang kami ingin bentuk adalah pendapat target bahwa kami adalah cowok yang berbeda dengan cowok pada umumnya.
Jika Anda wanita berpenampilan menarik atau tidak, bertubuh indah baik tertutup atau tidak, mencari keseriusan hubungan, mencari cinta dari sesama manusia tanpa pemahaman yang jelas…Maka Anda target kami berikutnya !
Wahai wanita, ketahuilah bahwa seorang laki-laki yang benar-benar serius terhadapmu akan datang kepada orang tuamu dengan berkata “Pak, saya ingin menikahi putri Bapak, sekarang saya punya penghasilan Rp…../bulan, dst”, sedangkan laki-laki yang benar-benar serius ingin menghabisimu akan datang langsung kepadamu dengan berkata “Maukah kamu jadi pacarku?”.
Puncak kehinaan wanita ketika ia menerima tembakan seorang lelaki untuk jadi kekasihnya.
Puncak kemuliaan wanita ketika orang tua/walinya mempertimbangkan lamaran seorang lelaki untuk jadi isterinya.
Hancurkan harga diri dengan pacaran, muliakan diri dengan …
Tidak ada solusi termuat dalam tulisan ini, meskipun solusinya tertulis tetapi tidak akan menghentikan kegiatan kami, kami hanya bisa berhenti jika semua target mengaplikasikan solusi yang sebenarnya sudah mereka tahu.
Pacaran sebagai proses penjajakan, penjajakan = peng”injak-injakan” atau pen”jaja”an.
Jika Anda belum pacaran, Nantikan kehadiran kami di sisi Anda!
Jika Anda telah putusan, Nantikan juga kehadiran kami di sisi Anda!
Jika Anda masih pacaran, maka tunggu tanggal “main” kami bersama Anda!
Wallahua’lam bisshawab
Cyber City Net 30.10.2006 at 02.22 am
Artikel ekstrem ini asli tulisan Iriyan Gunawan Amd.Kep, ditulis pertama kali di forum MyQuran.org (tahun 2006) dan dibaca lebih dari 1500 kali selama 1 x 24 jam setelah diposting. Juga dimuat dalam novel “Jangan Biarkan Aku Sendiri” karya Burhan Shadiq tahun 2007
Merupakan 99% pengakuan diri dari pengalaman hidup dan argumen murni yang keluar dari kepala botaknya,
tanpa saduran dari buku atau website manapun.
Penulis tidak mendapat kerugian atau keuntungan sepeser pun dari tersebarnya artikel ini
Kritik, saran, protes, hinaan dan cacian ditunggu di irgunawan_spk@yahoo.co.id atau irgunawan.spk@gmail.com
[ Read More ]

Karena Jalan Ini Tak Berujung

Posted by Basmah Thariq at 15.31.00 0 comments


Sahabatku, perjalanan dakwah adalah perjalanan cahaya. Yang hanya bisa ditempuh dengan kekuatan cahaya. Terkadang sekelumit permasalahan, setampuk amanah membuat kita terlupa untuk mohon satu energi terbesar dari Yang Maha Kuat. Hingga akhirnya amal-amal kita berlalu begitu saja, dengan persiapan yang minim, yaumian seadanya dan ruhiyah yang teramat ringkih. Padahal kita sedang mengatakan al Haq. Sungguh, terkadang ku merasa teramat sempit dengan semuanya. Dan muhasabahku menunjuk pada satu kata…, tidak tawazun. Terkadang ada saat kita harusnya sendiri, bermuhasabah dan mencharge energi keimanan kita. Namun berbagai tuntutan terkadang membuat kita tak punya waktu, bahkan untuk diri kita sendiri. Kita terlalu sering kelelahan….. Tertidur dengan lelah. Bahkan kerap meninggalkan yaumian muhasabah kita. Astagfirullah…. Ya Rabb, ampuni hamba….
[ Read More ]
 

Bianglala Basmah Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea