1 Februari 2008

Mencari "Ukhuwah"

Posted by Basmah Thariq at 16.11.00
Di antara kenikamatan besar yang dikaruniakan Allah subhanahu wa ta’ala adalah nikmat persaudaraan iman. Hati-hati yang berserakan dan bertentangan menjadi satu di atas landasan kesatuan iman. Sehingga didapatkan orang yang tua menyayangi lebih muda dan yang muda menghormati yang lebih tua.
Hari ini, jelang shalat Jum’at, kami pengurus akhwat menggelar Nahla (Nasehat Islami Akhwat) perdana dalam kepengurusan baru yang merupakan proker departemen dakwah di Kurma17. Seperti halnya ikhwan yang akan menunaikan kewajiban shalat Jum’at, akhwat tak mau ketinggalan untuk menghamparkan sebuah kajian jum’at yang alhamdulillah telah lama terselenggara di aula sekolah. Alhamdulillah, proker yang dilaksanakan dua pekan sekali ini menghadirkan rasa antusias para pengurus dan peserta. Peserta yang terbilang masya Allah tak mengecewakan, membuat kami para pengurus berinisiatif untuk menyelenggarakannya tiap pekan. Insya Allah..
Di tengah kesibukan yang bergumul dengan berbagai perbedaan latar ekskul dan inskul yang digeluti oleh masing-masing pengurus, ternyata tak tersia-siakan dengan sebuah pendirian ekskul ini. Karena, di sinilah wadah yang insya Allah menjadikan kita dalam penetralan segala hal.
Mengawali proker ini, maka kami sepakat mengangkat sebuah tajuk “ukhuwah”. Tak lain dan tak lepas karena alasan tadi. Terkadang, kita tak cukup kuat menerima pergesekan emosi, entah kecintaan atau kefanatikan kita pada sebuah organisasi, maka membiarkan ego pun mampu mengalahkan diri ini.
Aku tercenung ketika menanyakan pada teman-teman, kakak-kakak, pun dengan adik-adik tentang alasan memilih ekskul ini. Tak berharap untuk membanggakan, tapi menjadikan sebuah ibrah pada diri ini, bahwa banyak kalangan menginginkan sebuah wadah penetralisir dari perbedaan. Meski ekskul ini bukanlah satu-satunya ajang yang menetralisir perbedaan latar, tapi di sinilah insya Allah masing-masing akan belajar tentang Islam yang membingkai perbedaan tersebut.
Aku merasakan tentang wadah lain yang terkadang hanya menekankan hubungan atau persahabatan karena “kebutuhan” akan keterkaitan job-job tersebut, setelah ditunaikan job tersebut, maka hubungan tersebut terkadang akan pudar oleh waktu yang terus bergulir. Namun berbeda halnya jika kita dipahamkan tentang persaudaraan iman. Bahkan melekatnya hubungan ini karena pemahaman tentang ukhuwah telah menjadi pelabelan dalam ibadah tiap individu yang bernafaskan hablum minallah dan hablum minnannas.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
“Tidaklah kalian masuk syurga sampai kalian beriman dan tidaklah beriman sampai kalian bersaudara (saling mencintai). Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu, jika kalian lakukan akan saling mencintai? Sebarkan salam di antara kalian” (Riwayat Muslim).
Dan sabda selanjutnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Seorang muslim adalah saudara muslim tidak mendzalimi dan tidak membiarkan didzalimi. Siapa yang menunaikan hajat saudaranya maka Allah akan menunaikan hajatnya, barangsiapa yang menyelamatkan seorang muslim dari bencana niscaya Allah akan menyelamatkannya dari satu bencana di hari kiamat dan siapa yang menutup aib seorang muslim niscaya Allah akan menutup aibnya pada hari kiamat” (Riwayat Muslim).
Semoga, dengan penyajian Nahla kali ini, mampu membangun ukhuwah yang berlandaskan iman karena Allah subhanahu wa ta’ala. Semata-mata karenaNya, sehingga pergolakan atau pergeseka emosi yang menyapa kehidupan ini mampu ternetralisir. Amiinn..
Untuk yang beralmamater JUBEL: mari galakkan salam di mana-mana. Sesungguhnya, Allah bersamamu..
 

Bianglala Basmah Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea