24 Agustus 2017

Bahagia dari Sebentuk Kardus

Posted by Basmah Thariq at 23.16.00 0 comments
 
Peralatan yang dipersiapkan
Maksud hati ingin membuat diorama dari kardus, namun qadarullah, perlengkapan belum lengkap. Maka hati ini beralih pada dua kardus nganggur. Dan langsung terbersit ingin membuatkan sesuatu untuk duo-A hafizhah kami. Bermodalkan gunting dan lakban untuk menyatukan beberapa sisi kardus yang menjadikan sebuah area mini yang saya pun tidak bisa memberikan nama pada hasil karya dadakan. Hahaha...

Meski dicecari pertanyaan oleh Asma', "Ummi, mau buat apa?" Saya pun hanya mengangguk dan terus saja sibuk membuat area mini ini yang entah akan menjadi apa dan untuk apa. Semenit setelah jadi, duo-A hafizhah sibuk masuk dalam area mini tersebut. Saya pun menambahkan bola-bola yang jumlah tak seberapa ketimbang di t*mezone.
Semenit setelah jadi

"Ayo, kita mandi-mandi di kolam.." Seru Asma' pada 'Aisyah.
"Ayo mandi-mandi.." Tambah 'Aisyah heboh.

Mereka pun berebut bola di area mini.

Selang beberapa waktu, saat ke dapur, saya mendengar Asma' mengajak adiknya membawa tas, mukena, sajadah, adiknya (alias boneka) dan meyulap area mini dari sebuah kolam menjadi mobil.

"Asma' naik mobil.." Teriak Asma' semangat.

5 menit kemudian

Saya pun hanya menikmati kedua putri hafizhah kami dalam wajah riang yang penuh imajinasi. Hanya sebuah area mini, dalam sekejap bisa berubah menjadi apa saja yang mereka mau. Masyaa Allah..

Tak berapa lama, abi duo-A hafizhah kami pulang kantor, disambut dengan memamerkan kardus tsb.

"Abiii... Ada kardus. Ummi bikin.." Lapor 'Asma' dan 'Aisyah berebut perhatian.

Alhamdulillaah, bahagia itu sangat sederhana ya. Melihat wajah ceria itu tak perlu mengeluarkan dana yang cukup besar rupanya. Jadi semakin semangat untuk membuatkan sesuatu dari kardus. Yeay!

#BasmahThariq
#Day10
#Tantangan10Hari
#Level3
#KuliahBunsayIip
#FamilyProject
[ Read More ]

23 Agustus 2017

Membuat Bumbu Dasar

Posted by Basmah Thariq at 23.22.00 1 comments
Bumbu Dasar
Kalau kemarin saya nge-blank, kali ini saya bingung. Hahaha.. Family Project apa lagi ya untuk hari ini? Siang tadi mata saya tertuju pada bumbu-bumbu dapur yang belum sempat saya olah. Tingtong!

Berhubung sudah memasuki 1 Dzulhijjah, dan mendekati Idhul Adha yang identik dengan momen Qurban, maka kepikiran untuk membuat bumbu dasar saja. Jadi, di sela aktivitas anak-anak sambil men-talqin, saya mengupas bawang merah dan bawang putih. Sesekali pula Asma’ dan ‘Aisyah turut membantu dan mengajukan beragam tanya.

Asma: “Ummi, kenapa kupas bawang?”
Ummi: “Karena Ummi mau buat bumbu, nak..”
Asma’: “Kenapa buat bumbu?”
Ummi: “Supaya kalo Ummi masak bisa lebih cepat?”
Asma’: “Kenapa mau cepat masak?”
Ummi: “Kalau Ummi cepat masak, Asma’, ‘Aisyah, Abi dan Ummi bisa makan juga.”
Asma’: “Oooh… Ini bisa dimakan?” (Sambil mencoba memasukkan 1 siung bawang yang sudah terkupas ke dalam mulutnya)
Ummi: “Bisa, kalo Asma’ mau..” (Memerhatikan Asma’ sambil tersenyum)
Asma’: “Tidak jadi Asma’ makan deh.. Nanti Ummi saja kalo masak..” (Ia pun menyimpan bawang ke piring)

Masih banyak pertanyaan yang kadang saya harus mencerna maksud Asma’, masyaa Allah. Ia pun mengambil bawang-bawang tsb bersama ‘Aisyah dan memindahkan dari satu piring ke piring lain, begitu seterusnya secara berulang. Duo-A hafizhah memeragakan masak-masak, mengambil peralatan masak mainannya mendekat ke tempat di mana saya sedang mengupas duo-bawang.

Alhamdulillah, bersyukur banget di tengah kesibukan bersama 3A hafizhah kami, saya masih bisa menyempatkan untuk membuat stok bumbu dasar. Ribet di awal, dan praktis untuk digunakan kapan saja saat masak. Memasak hanya butuh waktu tidak sampai setengah jam bila ada bumbu dasar yang sudah saya buat.

Terbiasa membuat stok bumbu dasar sejak kehadiran Asma’. Ditambah keputusan full time mom tanpa Asisten Rumah Tangga (ART), stok bumbu dasar sangat-sangat membantu saya di dapur. Sebab, saya termasuk yang kurang sreg masak 1x1 kemudian dipanasi berkali-kali. Lebih sreg dengan memasak 3x1 tapi tetap efektif dan efesien walau diramaikan kehadiran anak-anak, Alhamdulillah ‘alaa bi idznillah. Dan stok bumbu kali ini pun juga menjadi salah satu persiapan untuk idul adha in syaa Allah, beragam makanan ber-daging siap dihidangkan.


#BasmahThariq
#Day9
#Tantangan10Hari
#Level3
#KuliahBunsayIIP

#FamilyProject
[ Read More ]

22 Agustus 2017

Sebuah 'Project' dari Mesin Jahit

Posted by Basmah Thariq at 23.20.00 0 comments
Mesin Jahit beserta Alat Tempurnya
Hari ini saya benar-benar blank. Seharian hanya mendampingi aktivitas harian 3A kami dan menyelesaikan amanah domestik. Selepas isya’ dan anak-anak sudah tidur, saya hanya berjibaku pada mesin jahit yang lama tidak saya geluti.

Menjahit Saku Celana Suami :D
Ceritanya ingin menjahitkan saku celana suami yang sudah sobek. Sekaligus belajar kembali menjahit yang sempat vakum untuk beberapa waktu. Tak terasa pula, mesin jahit ini sudah berusia setahun. Kado dari suami setelah kelulusan saya menyelesaikan S1 dengan segala perjuangan setahun yang lalu.

Kehadirannya pun sebab ingin menjadi salah satu ‘project’ saya di suatu hari nanti, entah kapan. Saya masih bercita-cita bisa menjahitkan pakaian anak-anak, untuk saya juga, dan suami. Terlebih setelah dikaruniai 3 putri yang masyaa Allah. Keinginan menjahit pun makin menggebu-gebu ketika melihat duo-A hafizhah kami khususnya cenderung ingin berpakaian yang sama seperti saudaranya.
Menjahit Gorden untuk Jendela di Rumah kami

Sejauh ini kemampuan menjahit terbilang nekat dan otodidak. Niat awalnya ingin kursus, namun qadarullah dengan kondisi ngemong putri 3A dengan usia bayi, batita, dan balita yang masyaa Allah itu jadi sebab belum menyempatkan kursus menjahit. Belajarnya sesekali hanya liat kakak saya atau ibu saya yang masyaa Allah punya kemampuan menjahit. Selebihnya, belajar via youtube.

Alhamdulillah, kehadirannya sudah sangat membantu saya menjahit kebutuhan kami seperti menjahit gorden, jilbab dan aktivitas anak busybox.



#BasmahThariq
#Day8
#Tantangan10Hari
#Level3
#KuliahBunsayIip
#FamilyProject
[ Read More ]

21 Agustus 2017

Mendampingi Muraja'ah

Posted by Basmah Thariq at 23.24.00 0 comments
"Kak, Asma' masyaa Allah udah sampai hafalannya di surah An-Nabaa'. Apa saya lanjut talqin juz 29 atau diperpanjang batas waktu untuk Juz 30-nya?" Tanya saya pada suami pada diskusi malam.

"Gimana dengan surah-surah yang lain?" Suami balik bertanya perihal hafalan Asma'.

"Sejauh ini in syaa Allah untuk surah-surah yang lain. 'Aisyah pun alhamdulillah bisa mengikut seperti kakaknya.." Lapor saya mengenai progress hafalan duo-A hafizhah kami. "In syaa Allah kalo sesuai target, besok sudah bisa masuk di juz 29 saya talqin-kan. Tapi apa kita perpanjang saja waktu talqin untuk Juz 'Amma-nya? Supaya bisa lebih maksimal.. Soalnya kemarin banyak bolongnya juga sih waktu lagi bermalam di rumah neneknya Asma'.."


Suami pun mengangguk dan menyepakati perpanjangan waktu untuk men-talqin juz 30 pada Asma'Aisyah.

Untuk mengimbangi hafalan Asma' yang saya pun takjub dibuatnya, 'alaa bi idznillaah, masyaa Allah, saya menuliskan beberapa potongan ayat dari beberapa surah pada juz 30 yang saya anggap bahwa saya masih sering 'tertukar' dari ayat satu ke ayat lain pada surah yang berbeda. Terutama pada surah Al Insyiqaq ada kesamaan pada surah Al Infithaar. Surah Al Infithaar ada beberapa kemiripan pada surah Al Muthaffifin, dan seterusnya.

"Ummi, kenapa tulis Al Qur'an di papan tulis? Tanya Asma' polos ketika mendapati saya menulis potongan ayat yang sering membuat saya tertukar.

"Untuk bantu Ummi sama Asma' dan 'Aisyah sama-sama menghafal Al Qur'an, nak.." Jelas saya menatap Asma'. 

Rupanya ia mulai mengerti bahwa yang saya tulis adalah tulisan seperti dalam Al Qur'an. Di usianya yang genap 4 tahun, ia hanya terbiasa memegang mushaf tanpa megenal huruf hijaiyyah. Tapi, ia tetap semangat untuk bisa membaca dengan hafalan-hafalannya yang biasa ia dengar. Masyaa Allah..

Menuliskannya pada papan tulis sekaligus mengajak saya untuk memuraja'ah juz 30 bersama Asma' dan 'Aisyah. Hanya bermodalkan men-talqinkan (membacakan) di sela aktivitas harian duo-A hafizhah pada umumnya, bukti anak benar-benar menyerap apa yang mereka dengar dan mereka lihat. 

Di saat Asma' mulai menunjukkan kesempurnaan bacaannya melalui makhraj huruf dan bacaan, ada 'Aisyah yang justru bisa melanjutkan dari satu surah ke surah lain  ketika saya sedang jeda sejenak untuk mengatur nafas. Masyaa Allah wal hamdulillah. Kadang begitu terasa sekali men-talqinkan bacaan pada satu surah dan dilakukan secara berulang di setiap harinya. Namun, mendapati anak sedikit demi sedikit bisa melafazhkan dengan benar, bahkan bisa memuraja'ah mandiri full satu surah itu luar biasa bagi saya dan suami, masyaa Allah.

Moment muraja'ah biasa saya lakukan ketika menemani jelang tidur putri 3A hafizhah kami. Sambil menyusui Afra', Asma' dan 'Aisyah melanjutkan potongan ayat yang biasa saya bacakan awalnya. Memuraja'ah  pun tak serta merta kami paksakan. Kerap kali Asma' dan 'Aisyah meminta lebih awal untuk mengaji sebelum tidur. Sesekali saya akan mengoreksi bila ada potongan ayatnya kurang sempurna, atau huruf-huruf yang tidak sesuai pada tempatnya. Benar-benar seru dan menikmati muraja'ah anak dengan beragam tantangan, masyaa Allah.

Di antara keseruan itu, terselip rasa kantuk yang tak tertahankan terutama pada saat menyusui. Bersyukur karena ada alarm dari duo-A hafizhah yang bisa 'protes' dengan cara menagih untuk dibacakan Al Qur'an setelah dibacakan shirah nabi. Masyaa Allah.. Barakallaahu fiikum.


#BasmahThariq
#Day7
#Tantangan10Hari
#Level3
#KuliahBunsayIip
#FamilyProject
[ Read More ]

20 Agustus 2017

Silaturahim bersama Tetangga

Posted by Basmah Thariq at 23.17.00 0 comments
'Aisyah dan Asma' sepulang dari Majelis Ta'lim :)

Alhamdulillaah kami selalu dipadati dengan jadwal silataurahim keluarg a dihampir weekend, terutama mertua saya. Mereka selalu mengunjungi anak dan cucu-cucunya. 

Hal yang berbeda pada pekan ini adalah diadakannya majelis ta'lim yang untuk kali pertama  di komplek tempat kediaman kami.


Mendapati undangan majelis ta'lim melalui suami pada sebuah pesan via WhatsApp. Tanpa berpikir panjang, kami pun mengiyakan untuk berusaha bisa menghadiri pengajian tersebut. 

Salah satu tujuan ingin menghadiri majelis ta'lim ini pun agar bisa menjalin silaturahim antar tetangga tentunya. Mengingat kondisi lingkungan perumahan kami yang kebanyakan mahasiswa dan karyawan. Sehingga terlihat pagi hingga sore hari suasana perumahan terlihat begitu sepi. Tidak pada suasanan umumnya yang dipadati anak-anak bermain di sekitar rumah. Di tambah dengan setiap pagar rumah berdiri cukup tinggi sehingga kebanyakan kami tak kenal satu sama lain.

Kesempatan ber-silaturahim ini pun menjadi agenda bagi kami sekeluarga  termasuk para tetangga yang selalu 'disuarakan' via WhatsApp grup perumahan untuk bisa mengadakan pertemuan. Sejatinya moment pertemuan ini bukan mengharuskan agar terkesan banyak teman, terlihat gaul dan bisa eksis di mana-mana setiap kali bertemu. Tapi makna silaturahim yang ingin kami bangun antar keluarga, tentunya pada tetangga karena mereka yang paling dekat dengan tempat tinggal kami. Sekaligus membangun jiwa sosial kepada anak-anak dalam hal ini memperkenalkan adab-adab bertetangga.

Jujur, bagi saya, majelis ta'lim di kediaman kami ini baru dirintis, sehingga saya dan suami begitu excited tadi. Sampai pada waktu yang telah ditentukan, kami begitu khawatir untuk datang terlambat. Padahal jarak rumah kami dan rumah yang kami kunjungi terbilang sangat dekat. Hehehe... *Maklum, anak rumahan...

Harapan kami ke depannya, semoga kegiatan-kegiatan ini bisa dirutinkan. Aamiin..

#BasmahThariq
#Day6
#Tantangan10Hari
#Level3
#KuliahBunsayIip
#FamilyProject
[ Read More ]

19 Agustus 2017

Coloring By Asma'Aisyah

Posted by Basmah Thariq at 23.02.00 0 comments
Aktivitas pre-writing untuk duo-A hafizhah kami adalah menggunting, menempel dan mewarnai. Ketertarikan pada ketiga aktivitas tersebut itulah yang membuat saya membuatkan kegiatan yang terbikang mendadak.

Asma' mulai mengenal warna-warna tanpa kami dikte. Melalui proses yang ia lalui dengan selalu bertanya itulah secara tidak langsung terekam dalam memorinya tentang warna.

Saya dan suami pun mulai mengizinkan Asma' menggunakan gunting 'sesungguhnya' walau masih tetap dalam pengawasan. Mengingat ada 'Aisyah yang masih belajar memegang gunting.

Selain itu, ketertarikan pada aktivitas menempel itu berawal dari label-label harga yang tercatut pada benda-benda yang kemudian duo-A hafizhah kami seringnya melepas satu per satu tempelan label harga tsb.

Sehingga ketertarikan pada kegiatan yang berkaitan ketiganya; menggunting, menempel, dan mewarnai akhirnya saya mencoba meng-cover dalam satu kegiatan.

Awalnya, duo-A hafizhah kami belum mengerti karena saya menyiapkan bahan-bahannya ketika mereka ada di hadapan saya. Saya pun menggunting sebagian kertas warna yang telah dipilih oleh duo-A kami. Kemudian meminta pada mereka untuk me-lem pada kertas yang telah saya gambarkan bentuk kotak dan lingkaran. Berlanjut pada duo-A hafizhah untuk menempelkan kertas warna pada gambar yang telah saya gambar pada buku masing-masing.

Sejauh ini, saya melihat Asma' mulai mampu duduk dan fokus sekitar 10 menit bahkan lebih di usianya yang baru 4 tahun. Sedangkan 'Aisyah baru hitungan 3 menit, ia mulai menunjukkan kebosanan pada aktivitasnya. Ia pun mulai mencari kegiatan lain dengan kembali menggunting kertas warna lain, atau sesekali me-lem kertas gambarnya sesukanya.


#BasmahThariq
#Day5
#Tantangan10Hari
#Level3
#KuliahBunsayIip
#FamilyProject
[ Read More ]

18 Agustus 2017

Jadwal Aktivitas 3A

Posted by Basmah Thariq at 23.38.00 0 comments
Jadwal Aktivitas 3A

Bismillaah, sekilas jadwal harian, mingguan, dan bulanan berdasarkan 'rapat' bersama suami, ayah dari 3A hafizhah kami , Asma'AisyahAfra' yang sedang kami rutinkan. Alhamdulillah pula, sejauh ini hampir 80% kami laksanakan bersama putri kami.

Aktivitas yang rutin adalah men-talqin yang kami jadwalkan di setiap harinya dengan tanggal yang kami tentukan untuk surah-surah apa yang kami talqinkan. Ada doa sehari-hari yang tentunya saya dan suami selalu berusaha me-lafazh-kan ketika akan beraktivitas apapun untuk 3A kami.

Shalat fardhu 5 waktu hanya sebatas ajakan sekaligus melatih kebiasaan anak saja. Walaupun shalat ini sebenarnya tanpa kami ajakpun, duo-A hafizhah kami paling bersemangat menyambut shalat terutama ketika ayahnya akan berangkat ke masjid.

Membaca iqra' sebenarnya bukan keharusan bagi Asma' dan 'Aisyah yang usianya belum 7 tahun. Namun, mengajak untuk sekadar mengenal huruf hijaiyyah bagi saya dan suami tak masalah. Kami pun tidak memaksakan bila keinginan itu datang langsung dari putri kami. Asma' selalu menagih untuk mengaji pada saya. Keinginannya itu kami sambut dengan suka cita tanpa menggurui. Mengupayakan sesuatunya bisa menjadi menyenangkan, termasuk ketika belajar membaca iqra'.

Merapikan mainan sudah menjadi standar di rumah kami. Dalam hal ini, lebih kepada mengajak saja untuk membantu saya ketika merapikan mainan duo-A hafizhah kami di jelang tidur malamnya. Tujuannya pun agar mereka pun merasa nyaman ketika akan tidur, dan boleh membongkar kembali mainannya setelah bangun tidur pada keesokan harinya.

Adapun untuk kegiatan pekanan semisal muraja'ah, disesuaikan kondisi Asma'. Alhamdulillah, Asma' telah mencapai hafalannya pada Juz 30. Butuh waktu dan perjuangan untuk bisa me-muraja'ah hafalan bagi seorang Asma' yang belum mengenal huruf hijaiyyah. Sehingga me-muraja'ah pun tentu butuh pendampingan dan membantu memperbaiki bacaan dari hafalan Asma' pada juz 30, masyaa Allah.

Sejauh ini, alhamdulillah kegiatan lainnya seperti membacakan shirah sudah kami lakukan hampir setiap hari. Bahkan Asma'Aisyah kadang meminta dibacakan buku ensiklopedi yang telah kami siapkan pula untuk 3A. Untuk hadits, masih sebatas jadwal yang semoga bisa kami laksanakan ke depannya in syaa Allah.

#BasmahThariq
#Day4
#Tantangan10Hari
#Level3
#KuliahBunsayIip
#FamilyProject
[ Read More ]

17 Agustus 2017

Rihlah Dirgahayu RI

Posted by Basmah Thariq at 23.34.00 0 comments
Istana Pasir by duo-A with their Father
Berhubung suami di setiap hari Dirgahayu Republik Indonesia selalu libur, maka kami selalu sempatkan ber-upacara sekaligus rihlah yang menjadi salah satu kegiatan outing. Kami menyebutnya  Rihlah Dirgahayu RI di pantai mengingat momen merah putih memadati bulan Agustus.

Afra' bersama beragam printilan yang kami bawa
Rihlah bersama 3 putri hafizhah kami sekaligus menjadi momen family time ini memang sudah kami rencanakan dari awal-awal bulan lalu.

Tentu rihlah bersama anak memang seperti hanya memindahkan lokasi dengan beberapa printilan yang jadi penunjang aktivitas anak. Mulai dari pakaian ganti 3A hafizhah kami yang berencana akan berenang, sepeda, ban renang, aneka cemilan, perlengkapan mandi dan mainan yang bisa menunjang motorik perkembangan anak.

Keseruan selalu hadir dari hal-hal yang tidak kami sangka. Jangan tanyakan kami tentang ke-heboh-an di subuh hari. Duo-A hafizhah kami, Asma' dan 'Aisyah termasuk dua anak yang begitu antusias masyaa Allah dalam menyambut subuh. Di jelang subuh, mereka telah bangun dan meminta lebih awal ke kamar mandi dan bersiap-siap shalat berjama'ah dengan abinya di masjid.
Duo-A hafizhah kami siap berenang setelah membuat istana pasir

Selepas shalat subuh, sambil memasukkan sebagian barang ke dalam mobil, tetap menyempatkan ber-sarapan dan tetap melayani ragam tantrum duo-A hafizhah kami yang kadang tidak bisa ditebak sebabnya. Berlanjut pada Afra' yang sering akhirnya mengalah karena kami harus meng-handle duo-A kakaknya yang mau ini dan itunya segera disambut.

Alhamdulillaah, setelah semua alat tempur kami angkut, kami pun telah mempersiapkan bendera merah putih sebagai awal pengenalan identitas tentang tanah air pada anak-anak. Yahh. walau sebatas mengenal bendera merah putih dan negara Indonesia secara umum, saya dan suami sudah sujud syukur. *hahaha...


Membersamai anak ketika rihlah itu sebenarnya lelahnya double-double, masyaa Allah. Apalagi kami pergi hanya berlima tanpa pendamping, 'alaa bi idznillaah, dibutuhkan team yang solid antara saya dan suami. Terutama dalam menangani anak. Saya bersyukur karena suami termasuk suami yang mau mengambil peran dalam menangani 3A. Tak jarang ia yang menggantikan popok si 'Aisyah, atau menemani main dan makannya anak-anak. Menggendong Afra' bila saya sedang shalat, ke kamar mandi, atau makan. Dan menjaga kakak-kakak Afra' yang tak bisa diam di tempat. Alhamdulillaah... 

Jazaakumullaahu khaer dan barakallaahu fiikum untuk Abu Asma', Asma', 'Aisyah, dan Afra'... 

#BasmahThariq
#Day3
#Tantangan10Hari
#Level3
#KuliahBunsayIip
#FamilyProject
[ Read More ]

16 Agustus 2017

Rumah Belajar 3A

Posted by Basmah Thariq at 23.20.00 0 comments
Kamar Asma'AisyahAfra'
Setelah merampungkan kurikulum pada Family Project kemarin, saya dan suami berusaha mengkondisikan suasana belajar ketiga putri kami. Tidak harus serba dibeli selama bukan sesuatu yang urgent. Alhamdulillah, sejak awal kami telah menyiapkan kamar untuk anak-anak. Dimana hampir seluruh aktivitas memang berpusat pada kamar anak-anak. Mulai dari anak tidur, bermain, bereksplorasi, dan aktivitas yang mendukung tumbuh kembang ada pada kamar anak-anak. Meski kami pun tak melarang bila anak-anak ingin bermain di kamar kami, di ruang tengah, dapur, ruang tamu, dan pekarangan rumah.

Sudut Eksplorasi
Pada rumah belajar ini, kami memberikan banyak kesempatan pada anak untuk bereksplorasi. Poster-poster sengaja kami tempel untuk memberikan kesempatan anak banyak bertanya. Termasuk dengan menyiapkan buku-buku yang mendukung belajar 3A.

Kami tak punya target untuk membuat anak cepat membaca. Sejak awal menyiapkan buku bacaan hanya untuk menumbuhkan minat membaca dengan seringnya saya, membacakan buku di setiap kesempatan dan permintaan anak.
Sudut Eksplorasi
Dalam keseharian anak-anak pun tak jauh dari membongkar main dan menciptakan suasana kamar dan sekitarnya menjadi apa-apa yang mereka suka. Maka, suasana rumah tampak rapi itu hanya sementara. Sedari pagi hingga jelang tidur malam, kamar ini akan terlihat sangat padat, masyaa Allah. Mengingat mainan berhamburan di mana-mana, buku berserakan, alat tulis tercecer entah kemana, dan remahan-remahan makanan bercampur di antara kesemuanya. Alhasil, rumahku surgaku itu potretnya tidak melulu rapi. Rumahku surgaku ibaratnya sama dengan rumahku sekolahku. Menjadi tempat ternyaman anak untuk beraktivitas.


Oh ya, rumah belajar kami pun ini tidak harus diidentikkah kemewahan. Sebab mainan-mainan yang kami miliki saat ini kebanyakan alhamdulillah anugerah dari Allah (baca: gratis :D) hasil dari kulakan suami yang sempat berkecimpung dunia bisnis mainan edukasi sebelum kami menikah. Saya dan suami pun termasuk jarang membelikan mainan. Alhamdulillaah segalanya patut kami syukuri, sebab anak adalah rezeki. Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang engkau dustakan?


#BasmahThariq
#Day2
#Tantangan10Hari
#Level3
#KuliahBunsayIip
#FamilyProject

[ Read More ]

15 Agustus 2017

Sekilas Kurikulum Kami

Posted by Basmah Thariq at 22.58.00 0 comments
Bismillah…

Dapat tugas Family Project itu seperti mendapatkan peta harta karun di dalam rumah. Tentunya untuk mendapatkan harta karun, terlebih dahulu dirumuskan secara bersama-sama dalam satu team dengan beberapa strategi agar pencapaian harta karun bisa lebih maksimal dalam hal efektif dan efesien.


Lembaran Kurikulum
Seperti halnya harta karun tersebut, saya dan suami tengah merampungkan kurikulum untuk ketiga putri kami di Rumah Belajar Rabbani (mengenai nama belum fixed ya..). 

Pada tahapan perumusan tentunya berawal dari keinginan kami yang memutuskan konsep pendidikan menjadi tanggung jawab orangtua sepenuhnya. Sehingga kurikulum ini pun kami adakan agar aktivitas ketiga putri kami lebih terarah dan fokus pada proses dan progress.

Tersadar merasa tertinggal itu ketika putri pertama kami, Asma' yang telah berusia 4 tahun dengan potensi menyerap apa yang ia lihat, dengar, dan rasakan begitu pesat, maka kami tak ingin menyia-nyiakan kesempatan  di masa 'golden age'nya untuk bergerak menjadwalkan hafalan Al Qur'annya. Meski harus melewati banyak hal, namun alhamdulillah, ia mulai menunjukkan sikap antusias pada banyak hal. Meminta ingin menulis, ingin membaca, ingin menggambar, dan sejuta keinginan yang in syaa Allah kami tampung dan sambut dalam kurikulum Rumah Belajar kami. Tak hanya itu, kurikulum ini in syaa Allah tetap berbasis fitrah anak yang satu di antarnya terdapat fitrah iman.

Adapun kurikulum ini disesuaikan dengan usia ketiga putri kami yang masih di bawah 7 tahun. Sifatnya lebih flexible alias tidak kaku harus ini dan itu mengingat aktivitas ini melibatkandan anak, maka sesuatunya diupayakan dalam terkondisikan. Tetap mengacu kepada Al Qur'an dan Sunnah melalui men-talqin bacaan Al Qur'an, membacakan doa pada aktivitas amal yaumi (keseharian), dan membacakan sirah nabawiyah. 

Sebagai orangtua, kami adalah rule model utama tentunya bagi anak-anak, kemudian menjadi pembimbing, pendamping, fasilitator, yang semoga mampu menumbuhkan rasa ingin tahu anak dalam ketaatan, kebaikan, dan perkembangannya. Belajar melalui kesadaran dan keinginan secara utuh pada anak dengan menumbuhkan fitrahnya.

Terakhir yang menjadi setiap pengiring aktivitas dalam menjalani kurikulum ini adalah memohon pertolongan Allah Ta'ala di setiap kelas kehidupan kami yang membersamai anak untuk menjadikan kelak mereka generasi yang Rabbani, in syaa Allah.

(Mohon maaf, kurikulum belum bisa saya lampirkan karena belum dapat izin dari Kepala Sekolah dalam hal ini adalah suami.)


#BasmahThariq
#Day1
#Tantangan10Hari
#Level3
#KuliahBunsayIip
#FamilyProject

[ Read More ]
 

Bianglala Basmah Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea