7 Januari 2012

Pesan Singkat: "Ya Allah, Semoga......"

Posted by Basmah Thariq at 09.14.00


Sejak awal, kita tak kan pernah bisa lepas dariNya, termasuk di saat kepasrahan yang selalu melintas, semestinya tawakkal langsung didekap untuk lebih kuat bertahan.

Ini tentangku di kemilau kampus, yang selalu merasa terperangkap oleh zona ..si ..si (presentasi, diskusi, dan simulasi kelas) hingga tak jarang luput dari persiapan ujian. Di saat hari H ujian, barulah meminta diri ini untuk bersikeras mendalaminya.

Cerita dari mata kuliah Statistika, ada nilai yang terkenang. Buku statistika-ku yang tadinya hanya penuh coretan-coretan yang tak jelas memintaku untuk mengerjai latihan soal-soalnya demi satu momen yang akan datang beberapa jam lagi. Yah, ujian statistika yang akan tergelar di siang hari mengalihkan perhatianku. Benar-benar perasaan yang terdesak dan dibuatnya ku mengerti hanya dalam hitungan beberapa menit saja. Oh, Allah! Beginilah jadinya hamba yang tak pernah ada perhatian penuh pada mata kuliah ini. Bukan karena mata kuliah ini sebenarnyanya, tapi pada suasana kelas dan tempat dudukku yang tak bisa melihat langsung ke arah papan tulis. Ditambah dengan mata minusku. Kilahku selalu.

“Ya Allah, semoga ini yg masuk, Amiin!!”
Selepas memecahkan beberapa soal statistika yang dianggap paling inti, bersama seoarang saudariku, Ana, akhirnya kami sepakat membubuhkan sebuah pesan singkat pada lembaran dimana kami sama-sama menyelesaikan soal-soal latihan statistika agar upaya beberapa menit lalu bisa menjadi bagian yang menentukan beberapa jam lagi.

Jelang ujian digelar, sebagian teman-teman mulai gusar mengambil posisi strategis untuk kenyamanan masing-masing. Aku dan Ana hanya menyaksikan dalam diam atas kegusaran mereka. Dengan begitu percaya dirinya, kami justru mengambil posisi terdepan. Meski rasa gugup masih terus menguasai diri. Toh, posisi manapun akan terpantau jelas oleh Allah. Jadi, tak perlu mengkhawatirkan posisi dimana kita akan duduk, tapi yang perlu dikhawatikan adalah bagaimana kita bisa jujur dalam mengerjakan ujian tersebut.

Semenit, 2 menit, 3 menit, …5 menit berlalu. Belum ada tanda-tanda dosen kami datang. Sesekali, ketua kelas kami menghubunginya, tapi hasilnya suara operator bernada “nomor yang anda tuju sedang sibuk” secara berulang dari seberang yang menjawab. Keresahan mulai merayapi satu per satu kehidupan kelas kami.

“Kayaknya gak jadi ujian. Soalnya dosen yang ini gak biasanya telat.”
“Iya, biasanya beliau datang lebih awal dari waktu yang disepakati.”

Akhirnya, 30 menit telah berlalu mengantarkan kehidupan kelas pada suasana keresahan kerisauan, kegalauan, dan ke…ke..an lainnya. Satu per satu mulai memilih meninggalkan tempat. “Kayaknya benar-benar gak datang!” Keluh seorang teman.

Aku yang duduk sejak tadi memandangi secarik kertas berisi soal dan penyelesaiannya hanya melirik ke arah Ana yang sama-sama sedang menunggu kedatangan dosen.“Pesan kita sedang diproses, ukhti..” Kataku berusaha menenangkan diri dan ia sambil menunjukkan pesan singkat yang tertulis di atas lembaran tadi.

“Iya. Kalo gak jadi datang, bakal saya kerjakan semua soal latihannya.” Janjinya dengan semangat ‘45.

Sepintas, ada banyak penyesalan yang akhirnya ditinggalkan begitu saja di kelas saat kesabaran tak lagi bisa bersama bagi yang tidak menerimanya. Sedang aku berusaha menyemangati diri. Semoga Allah selalu menyediakan perasaan-perasaan yang baik ini pada kami lebih dari biasanya.

Benar saja, pesan singkat itu Ia jawab sesuai harapan di saat ujian berlangsung di pekan selanjutnya. Dan catatan ini hanya ingin menyisakan ruang lebih di hati, bahwa melibatkanNya pada diri-diri ini perlu. Agar bisa mengayakan hati karena muara hidup kita kepadaNya kan?

Teruntuk Ana: yang telah memilihku sebagai saudarinya,
Pesan singkat yang menyenangkan


Terima kasih Allah, untuk balasan dari pesan singkat ini..

16 comments

7 Januari 2012 11.30

aduh kak, gak ngerti bagian terakhirnya... bahasanya ketinggian, wkwkwk

7 Januari 2012 14.47

@354 Awan Putih Masa' sih? padahal udah dibuat sesederhana mungkin lho.. Atau mungkin karena belum jadi mahasiswa ya?? Haha..

7 Januari 2012 16.01

jadi inget kuliah dulu. kata seorang teman, posisi duduk menentukan nilai. wkwkwk... dan sebenarnya kalo udah siap dan belajar, pasti tenang dah kalo ujian gitu

7 Januari 2012 18.30

MasyaAllah.. ujian akan terasa mudah kalau menyerahkan segala sesuatu pada-Nya

semangat!!!

-----
templatenya manis kan? hehehehe, Subhanallah :) sudah ada banner juga kan? hihihihi, mantaaappp...!!

7 Januari 2012 20.42

@Nurmayanti Zain Syukran kakakku.. ^^
Tapi, template-ku gak secantik punya kak May.. soalnya gak ada corel, jd bikin d photoshop nih :(

mau minta tolong nih, buatin background sndiri..kak May mau bantu?

7 Januari 2012 20.48

@rusydi hikmawanBenar kak,sepertinya istilah itu masih berlaku.. Tapi, akan berbeda kalau semuanya bisa kita raih dari usaha yang murni walaupun harus mendapat nilai yang bagi manusia itu gak bagus.. :)

7 Januari 2012 21.20

yaah, jadi ke inget deh kalo senin uda mulai ujian -____-

nice share kak :D

hehehe

7 Januari 2012 21.44

@Eva Dina LathifahWuah, semangat ya.. Makasih jg :)

8 Januari 2012 00.15

Ada yang rumah baruuuu.. :)
Bagus.. Cerah nampaknya Basmah.
Jika tak bisa melihat papan tulis langsung, maka jadilah orang yang pertama tiba di kelas dan mengambil tempat terdepan. Hehe..

8 Januari 2012 06.05

@Bianglala Basmah ini pun sudah manis loh basmah :)
sip~ nanti kita obrak-abrik blog buat bikin background-nya yaahh ;)
kalau basmah minta kakak yang buat backgroundnya *jleb, mana bisa aku(?) huhuhu~ backgroundku nan luar biasa itu dibuat oleh adikku tercinta. ahahahahaha~ sip aku bantu InsyaAllah

8 Januari 2012 08.06

@Nurmayanti ZainIya, mohon bantuannya ya kakak.. :)
#syukran qabla..

8 Januari 2012 12.36

salam bloof..
saya suka dengan kata2 biar dimana pun kita duduk saat ujian pasti terlihat oleh Allah..
kalau matax min datang awal baru duduk paling depan.. :D

8 Januari 2012 20.27

@Arya Poetra Iya, kak Arya.. Ganti tampilan nih.. soalnya banyak sekali yg protes kalo tampilan sebelumnya gelap..
Takut aja nanti yang baca ikutan sendu.. Hihi..
Udah duduk di depan, tp selalu paling pojok.. soalnya mata kuliah yg ini belajarnya gabung sama kelas lain.. :(

8 Januari 2012 20.32

@Muhaimin A UntungDosen sy selalu datang lebih awal dari kesepakatan.. Kuliah jam 1, tp biasanya dtg jam stngah 1. Saya biasa telat karena shalat dulu..
Jadi, selalu dpt tempat di depan tapi yang nyaris nempel ke tembok.. :( jadi percuma..
salam bloof juga.. ^^

Anonim
10 Januari 2012 09.59

Alhamdulillah.Sebenarx bukan terletak pd dimana kita duduk, namun pd pesan singkat yg tertulis tanpa kesengajaan nan penuh harapan. Dan Allah memudahkan kita dengan mendatangkan soal yang sama meski dgn angka yg berbeda. Syukran ukhtii tlah menuliskan cerita tsb. Uhibbukifillah :)
si Ins..Ana

11 Januari 2012 22.21

@AnonimBenar ukhti ins-ANA..Sama-sama ukhti, atas ceritanya. Jangan bosan untuk bersama mengukir cerita. Ahabbakilladzii ahbabtanillah.. :)

Posting Komentar
 

Bianglala Basmah Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea