7 Februari 2017

Berepisodenya di Kemilau Kampus

Posted by Basmah Thariq at 22.37.00
Gedung Phinisi
Perjuangan dalam rentang waktu yang panjang menyadarkan ketika hitungan "tepat waktu" pun sesuai kadar dari masing-masing orang. Selama ikhtiar dan doa beriringan, Allah kan mudahkan. Jika dalam hal dunia kadang kita rela terpontang-panting tuk digapai, maka hal yang sifatnya kebaikan di akhirat pun tidak dengan cara santai bukan? (Bianglala Basmah -Repost dari akun Instagram sendiri @basmahthariq :D )

*

Tentang episode saya di kemilau kampus. Tepat pertengahan Agustus tahun lalu, 2016, akhirnya tertunaikannya amanah terakhir sebagai mahasiswi. Ada cerita yang berepisode di sana. Di jelang tahun ke-empat di kampus, kurang lebih empat tahun berlalu, ‘alaa bi idznillaah –atas izin Allah, seseorang datang menjemput untuk mengutuhkan dien saya.

 

Dari sanalah, cerita di kemilau kampus itu berepisode. Seperti hal yang dialami mahasiswa umumnya, 4 tahun adalah target dalam menuntaskan statusnya. Namun, cerita berepisode itu mengubah segalanya pada saya. Bertambahnya status dan amanah di sela-sela menunaikan amanah akademik yang berbilang tahun membidik saya.

 

'Aisyah (8m) menemani saya saat menanti dosen

Di tahun 2012, saat kami angkatan 2009 serentak memasuki babak tugas akhir, alhamdulillah, di saat itu saya hamil. Hingga pada sebagian teman telah seminar judul, saya masih menstabilkan kondisi saya yang didera morningsickness di trimester pertama pada kehamilan pertama. Maka, baru memulai seminar judul di sekitar bulan Maret 2013, dengan usia kandungan 6 bulan.

 

Dilanjutkan pada seminar hasil di bulan Maret lagi, di dua tahun berikutnya, tahun 2015, dengan kondisi hamil kedua usia kandungan 7 bulan. Jreng.. jreng.. jreng.. Terbilang cukup jauh jeda antara seminar judul dan hasil.  Di sela itu saya memang sempat tidak mendatangi kampus dan mengambil cuti akademik untuk bisa fokus memenuhi ASI eksklusif dan MPASI Asma’.

 

Masih terbayang, detik-detik jelang seminar hasil, saya menangisi diri saya di samping suami. Ia menyempatkan diri untuk mengantarkan saya sampai pada pintu ruang seminar. Antara haru bercampur sedih karena alhamdulillaah bisa sampai pada tahap ini dengan proses yang tak sebentar. Terbayang kondisi saya yang sedang hamil besar dan menitipkan Asma’ meski hanya beberapa jam di rumah orangtua namun meninggalkanya hampir setiap hari.  Di tambah proses menuju seminar hasil mulai dari menanti dosen, konsul dan tetap mendapatkan koreksi pada skripsi, juga pendaftaran seminar tetap mengantri selayaknya mahasiswa normal lainnya di kampus. Di sana selalu ada rasa bersalah meninggalkan anak mengingat di saat itu saya tetap nursing while pregnant (NWP).

 

Maka, setahun kemudian, barulah saya kembali ke kampus.  Di antara menanti dosen, konsul, dan menyelesaikan beberapa berkas dalam memenuhi syarat ujian tutup, kadang membawa dou-A hafizhah. Tapi lebih seringnya hanya sanggup membawa ‘Aisyah, dan kembali menitipkan Asma’ di rumah orangtua. Hiks..

 

detik-detik jelang ujian tutup

Sampai pada pertengahan bulan April 2016-lah tahap ini saya lakukan. Selain ujian ini dihadiri oleh teman seperjuangan di kampus, Asma' yang telah beranjak 2 tahun 8 bulan dan 'Aisyah 11 bulan dengan pendampingan ayah dan ibu saya, juga kakak saya yang turut hadir dalam rangka mendoakan, meramaikan dan menyemangati saya dalam proses tersebut. :D

 

Menjadi salah satu kesyukuran saya saat itu, karena alhamdulillaah masjid kampus telah ter-fasilitasi pendingin ruangan yang membuat saya nyaman ketika dou-A hafizhah beserta keluarga besar *LOL* menanti saya di sana selama proses ujian tutup.

 

Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin… Beberapa tahapan tersebut menjadi begitu berepisode yang terdengar happy ending. Sebab di Agustus 2016 adalah batasan waktu bagi angkatan saya ‘harus’ menuntaskan gelar kemahasiswaan. Bayangan antara selesaikan atau dikeluarkan benar-benar memacu saya untuk mengupayakan terbaik, sebisa mungkin. Lagi-lagi pertolongan Allah ta’ala dan kemudahan dariNya.

 

Teringat ketika seorang dosen pembimbing di akhir pertemuan pada ujian tutup kemarin mengatakan, “Dengan ini……… (blablabla)……… status mahasiswa sudah tidak bisa dipertahankan……… (blablabla)………” Seperti melepas beban yang berat. Plong rasanya. Namun, tetap ada setampuk amanah yang akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah tentunya. Bukan hanya pada gelar yang mengiringi nama kita.

 

skripsi by me :)

Rupanya, tentang ilmu dan setelah menjadi orangtua adalah amanah yang perlu diperjuangkan. Tertakdirnya kita sebagai baby sitter Allah yang sesungguhnya menjadi bagian dari prioritas. Mengutamakan untuk memenuhi kewajiban sebagai orangtua terhadap anak dalam menyusui full 2 tahun, bisa mendampingi dalam perkembangan adalah kesempatan yang tak pernah terulang. Adalah rezeki saya dalam menempuh selama 7 tahun di kemilau kampus demi bisa memenuhi hak anak tersebut, menyusui dou-A hafizhah. Dengan cara itu, semoga Allah ta’ala mudahkan saya dalam hal lainnya.

 

Alhamdulillaahi bi ni’matihii tatimmush shaalihaat…


#OWOP2017
#OWOP2
#rumbelmenulisIIP
#IIPSulsel
 

Bianglala Basmah Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea