26 Agustus 2010

Membaca Cemas

Posted by Basmah Thariq at 20.29.00

Aku sedang dalam kondisi yang tak kondusif untuk mengurai kata-kata, aku hanya ingin mengerahkan seluruh fikirku yang penat. Semoga goresan ini, mengembalikan kejernihan hati yang telah lama mengering dari basuhanMu lewat catatan hari.
Membaca Cemas
"Jika hari ini engkau masih memiliki kaki yang kuat untuk lari, maka kejarlah untuk meraih asa. Tapi, jika kau dapati dirimu dengan langkah yang tergopoh-gopoh karena kelelahan, maka engkau tahu kemana tempat berpulang."
Ada tangis yang terpecah saat mendengar kata-kata ini. Meski buliran bening yang memanas di pelupuk mata tak disaksikan oleh banyak khalayak. Sebab sejak awal sudah kusembunyikan di balik kaca bening berminus yang kukenakan dari awal pertemuan ini.
Sebenarnya kalimat itu keluar dari seseorang untuk saudarinya, teman perjuangan dalam kisah heroik mereka, yang hendak pergi melanjutkan studinya di luar kota. Tapi justru kalimat itu seolah kembali menyirami hati yang telah lama mengering. Entah berapa lama diri ini tidak tersirami lagi oleh nasehat-nasehat “menggertak”.
Berulangkali diri ini ingin melipat kisahku dan membuang jauh-jauh, membiarkannya usang di ruas-ruas waktu. Tapi, diri ini begitu naïf jika harus jauh dariNya. Selalu ada sesak bergemuruh dalam dada. Karena hanya Dia, yang mampu memangkas sepi, dan sejuta alasan lain yang membuat diri ini bertahan dalam shafNya.
Lagi, menyematkan hati untuk berdialog pada diri. Sebab, ada hari-hari yang tak pernah henti tertawan oleh perasaan yang teraduk-aduk karena khilaf tak pernah jeda.
“Laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adziim”
 

Bianglala Basmah Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea