29 Januari 2008

Untukmu, Ukhtifillah

Posted by Basmah Thariq at 16.01.00
Assalamu’alaikum…Warahmatullahi…Wabarakatuh……
Sahabat………………
Meskipun kita lama tidak bertatap muka dengan langsung, namun hati kita, denyut nadi kita serta langkah kita telah terpautkan dalam satu nada yang sama yaitu…..
Al-Islam…
Oleh karena itu suka atau tidak suka….
enak atau tidak enak..
kita telah disatukan oleh Allah sebagai saudara….
yang diantara kita akan saling memiliki,saling membutuhkan serta saling melindungi….
oleh karena itu lewat do’alah kita akan dipertemukan…
Sahabat Yang Semoga Di Ridhoi Allah ……………….
Waktu yang kita miliki saat ini lebih sedikit dibandingkan dengan kewajiban yang kita emban…oleh karena itu manfaatkan waktu yang ada dengan menomor satukan ibadah…..
karena Al-Khaliq menciptakan kita kedunia hanya untuk melakukan hal tersebut.(QS.51:55).

Sahabat…………….
sudahkah kita sampai pada kenikmatan beribadah seperti yang Rasul dan para shahabatnya rasakan? Sungguh hal itulah yang telah menjadikan umat di jaman Rasul sebagai ”Khairu Ummah”…
dan sekarang bagaimana dengan kita?
Terkadang bahkan setiap kita melakukan ibadah hanyalah sebatas memenuhi kewajiban saja, padahal Allah telah menyuruh kita melakukan hal tersebut dengan penuh kesungguhan..
lantas apakah ibadah yang telah kita lakukan selama ini akan menjadi penolong kita?
Wallahu’alambishawab,
yang jelas kita belum bisa menghadirkan Allah dalam setiap ibadah dan munajat yang kita lakukan..
Lantas apakah cukup bisa kita membeli kenikmatan syurga hanya dengan melakukan hal tersebut?…………..

Sahabat……………..
Mau kapan lagi kita memperbaiki diri kalau bukan dari sekarang,
selagi kita masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk hidup di dunia lebih lama,
dengan kondisi yang sehat dan waktu yang luang tapi Sahabat siapa sangka besok kita sakit atau bahkan meninggal karena hal tersebut bisa saja terjadi, tidak ada yang mustahil bagi Allah, lantas apa yang sudah kita persiapkan untuk menghadapinya?

Sahabat…...
Rasullah manusia mulia yang telah di ma’sum oleh Allah,
Namun beliau masih terus melakukan ibadah…..
Apalagi kita selaku manusia biasa yang sudah pasti tidak mulia, lantas apakah kita telah merasa cukup dengan ibadah yang telah kita lakukan sekarang?

Sahabat…………………….
Begitu banyak corak kehidupan yang telah kita rasakan sebelum kita sampai kepada kenikmatan hakiki yaitu syurga, bahkan begitu banyak keburukan yang ada pada diri kita, sehingga bahkan tak pantas rasanya bibir kita berucap
“Ya…Rabbi….”
Apalagi untuk menengadahkan tangan memohon pertolongan, ampunan atau sekedar meminta tambahan rizqi untuk memuaskan nafsu duniawi, Terlalu kotor rasanya kalau saja Allah tidak bermurah hati mengulurkan kasih sayang-Nya, sehingga kita masih diberi waktu untuk membersihkan diri,mungkin bibir kita masih komat-kamit berucap “Ya…Rabbi…”
sementara keburakan maksiat semakin hari semakin banyak…nikmat apalagi yang akan kita dustakan,nikmat islam,iman dan nikmat dipertemukannya kita dalam saudara seakidah.

Sahabat …………………….
Bila Allah membukakan bagi kita pintu kenikmatan dan rizqi, maka bukakanlah bagi-Nya pintu ibadah, karena ibadah itu dapat melindungi kekalnya kenikmatan yang kita rasakan, sementara perbuatan maksiat akan melenyapkan kenikmatan.

Sahabat ……………………….I
slam itu tinggi dan tidak ada yang dapat melebihi ketinggiannya,…..
namun bukan kita yang menyebabkan Islam menjadi tinggi,
tetapi kitalah yang harus dapat mencapai ketinggian Islam tesebut dengan Iman,
Hijrah dan jihad…
jangan jadikan Islam sebagai layang-layang,dan kita sebagai pemainnya yang terus mengulur benangya sehingga semakin jauh jarak kita dengannya, Dan jangan pula kau jadikan Islam sebagai mimpi indah,karena Islam bukanlah angan-angan…namun Sahabat……jadikanlah Islam sebagai cermin, yang apabila kita melihatnya maka kita akan melihat diri kita sendiri karena Islam telah menjadi bagian dalam hidup kita dan kita adalah bagian dari padanya.

Sahabat……………………….
Karena Islam pulalah kita telah dipertemukan untuk saling melindungi,mencintai, menyayangi dan mengingatkan akan kebenaran dan keshabaran (Qs.Al-Asr:4), Nimat apalagi yang akan kita dustakan setelah kita menikmati persaudaraan ini?

Sahabat.....bukankah kita satu raga, yang jika sebagian sakit, maka bagian yang lain akan merasakan sakit pula? Bukankah kita ibarat satu tubuh, yang apabila satu tangan kita luka maka tangan yang lain akan membalutnya.

Sahabat……………………….Jika suatu saat kita menemukan kejelekan saudara kita,maka tutupilah kejelekan tersebut dari penglihatan,penciuman dan pendengaran saudara yang lain,semua itu kita lakukan tidak lain karena kitapun memiliki kekurangan dan kejelekan, bukankah orang yang menutupi aib orang lain maka Allah akan menutup aib dan kejelekkannya di akhirat kelak? (QS.49:12) dan (QS.59:10)

Sahabat………………………
Kadang melihat kekurangan diri sendiri lebih sulit dari pada melihat kekurangan orang lain, ibarat kita mempunyai luka di punggung kita tidak bisa melihat luka tersebut apalagi mengobatinya, tapi kita masih punya saudara yang akan selalu membantu kita berusaha mengobati luka tersebut, dan berusaha menjaga agar luka tersebut tidak diketahui orang lain, karena usaha lebih penting dari pada hasilnya,…karena hasil adalah hak Allah………………….
Sungguh betapa indah persaudaraan ini……………………

Sahabat………………………
Ujung lidah lebih tajam dari ujung tombak, karena luka akibat ujung lidah lebih sulit sembuh , oleh karena itu jagalah lidah kita karena antara muslim satudan yang lainnya adalah haram hartanya….dan harga dirinya (HR.Muslim)..
sungguh betapa mulia persaudaraan ini...
Sahabat………………………
Ombak dilautan begitu dahsyat,sanggupkah kita menghadapinya jika bahtera kita sendiri rapuh,dan berlubang apalagi lubang tersebut bukan karena hantaman ombak, tapi karena hantaman palu kita sendiri ketika kita membuatnya, sungguh berat rasanya. Oleh karena itu Sahabat…jadilah nakhoda yang baik jika engkau seorang nakhoda…jadilah kelasi yang baik jika engkau seorang kelasi….atau jadilah penumpang yang baik jika engkau seorang penumpang…..maka insyaa Allah bahtera kita akan selamat sampai tujuan..
Sahabat………………………
Afwan ….ana tidak bermaksud menggurui Sahabat,maksud ana hanya saling mengingatkan, semoga kita menjadi manusia pilihan Allah dan semoga kita dipertemukan di Jannah-Nya….Let’s Fastabiqul Khairat…..

.:: Salam Perjuangan dan Persaudaraan, dari saudaramu yang slalu mendo’akanmu ::.
Waridhwaanumminallahi AkbarWassalamu’alaikum…Warahmatullahi…Wabarokaatuh...
 

Bianglala Basmah Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea