27 Mei 2012

Mereka GAGA(L). Kita pun Gagal?

Posted by Basmah Thariq at 21.45.00

“Kadang kita menjadi manusia yang teramat sedih atas ke-GAGA-lan yang sebenarnya adalah suatu kemungkaran. Tapi anehnya kita tak bisa menjadi manusia yang paling bahagia ketika kebaikan dekat dengan kita.”
(Bianglala Basmah)
A’uudzubillaahi minasy syaithaanir rajiim..
Sungguh, aku berlindung kepada Allah ta’ala dari muara syaithan la’natullaah ‘alaih yang sesering ia menembus celah manapun untuk mengalihkan kita dari orbit perjuangan Islam.
Ungkapan permulaan (ta'awudz) tadi bisa jadi sering kita ucapkan. Namun terkadang kita luput mengiringinya dalam diri ini pada banyak aktifitas untuk mengenal lebih dekat tentang apa-apa yang menjadi bagian dari seorang khalifah di muka bumi ini.
Setelah pendeklamasian atas pembatalan konser yang belakangan digaungkan di berbagai media, komentar beruntun langsung bertebaran di mana-mana. Ya, pro-kontra meramaikan jejaring sosial lagi. Menyedihkan, ketika pihak  pro menyayangkan atas pembatalan tersebut kemudian menyudutkan pihak-pihak yang mengakibatkan di antara alasan pemutusan pembatalan tersebut.
Seketika itu pula, ada saja kekhawatiran yang terangsang dari status-status yang berjejalan di jejaring sosial. Di satu sisi, kesyukuran berlimpah karena satu kebathilan yang akan menyapa negeri ini bisa dihandle. Tapi, di sisi selanjutnya, kita patut bersedih sedalam-dalamnya karena kecaman dari sebagian kita, ya, mereka yang “belum siap” menerima keputusan atas pembatalan konser tersebut.
Ada gerangan apa negeri ini? Apakah sebagian kita, “si mereka” mulai di gugu GAGA dan membenarkan pihak mereka tanpa mempertimbangkan segala sesuatu yang justru akan membawa pada suatu kemudharatan yang lebih besar? Sebagian kita, boleh saja hanya memikirkan keuntungan, kesenangan, dan kehedonisme masing-masing.  Tapi, pernahkah sekali duakali mau memikirkan kondisi negeri ini. Minimal generasi muda yang mulai melarut dalam hingar bingar yang tak jelas ujungnya. Mau di bawa kemana kami jika hal yang seperti ini teramat sulit dipertegas? Memang, kita tak bisa menyalahi sepenuhnya kepada mereka. Alasan mendasarnya, karena semua bermuara pada belum kuatnya pemahaman dan kesadaran dari masing-masing. Dan semoga hidayah itu tersampaikan pada mereka.
Kelak, pertanyaan-pertanyaan itu akan tetap menjadi sebuah “tanya” yang akan membawa kita untuk mengintrospeksi masing-masing. Ketika suatu keberlangsungan dalam menyerukan kebaikan (dakwah) masih akan terus berjalan hingga kehidupan Islami menjadi aturan sepanjang hembusan nafas. Maka, mari memergoki apa yang telah kita perjuangkan untuk Islam selama ini.
Hari ini, begitu banyak orang Islam. Tapi, dari kebanyakan belum mampu untuk menerima Islam secara baik. Hari ini, memang sudah banyak orang yang menerima Islam. Tapi, belum semua mampu berkomitmen pada nilai Islam. Ya, sampai hari ini pun, ada orang-orang yang bisa berkomitmen pada Islam. Tapi, belum sepenuhnya komitmen itu digenggam dengan baik.
Rupanya, keadaan ini yang akhirnya masih belum menyelesaikan tugas kita sebagai khalifah di muka bumi ini. Dalam waktu yang sama, kemaksiatan terus saja berlari sekencang mungkin hingga kebutuhan untuk menyerukan kebaikan (dakwah) pun sedemikian besar. Wallaahu a'lam.
~Mari, merapat untuk perjalanan panjang yang masih ada untuk kita..

7 comments

27 Mei 2012 22.11

Ya, ada perkataan seperti ini:
"Tak cukup hanya dengan berilmu"

Semoga kita senantiasa diberi kekuatan tuk mengaplikasikan ilmu yang kita peroleh. Masalah "kiblat" generasi sekarang, patut dipertanyakan. Kita yang "tahu", mari terus menyampaikan apa yang benar. Sebagai bentuk perjuangan terkecil kita tuk Ad-Dien ini.

Mari, senantiasa mengingat bahwa, siapa sebenarnya kita jauh di waktu yang lalu? Sebuah sel, bahkan sebuah ketiadaan. Membayangkan kita adalah sebuah ketiadaan pada awalnya, semoga cukup tuk menggetarkan hati yang terlanjur ditutupi dinding kesombongan..

#Amin

28 Mei 2012 20.53

"Hari ini, begitu banyak orang Islam. Tapi, dari kebanyakan belum mampu untuk menerima Islam secara baik. Hari ini, memang sudah banyak orang yang menerima Islam. Tapi, belum semua mampu berkomitmen pada nilai Islam. Ya, sampai hari ini pun, ada orang-orang yang bisa berkomitmen pada Islam. Tapi, belum sepenuhnya komitmen itu digenggam dengan baik"

Subhanallah...., aku suka deretan kalimat ini, sebuah gambaran masyarakat Islam di negeri ini, bagaimana bisa berkomitment dengan baik dan benar dari hulu hingga hilir dikuasai orang2 sekuler, agama hanya dijadikan tameng atas statusnya, tapi aku tetep yakin, selama di negeri ini masih ada orang2 seperti adik Basmah, insya Allah, hidayah masish ada....

29 Mei 2012 17.31

"saya seorang muslim, namun sangat menyayangkan pembatalan konser lady gaga karena membatasi kreativitas seni" satu dari sekian banyak komentar menjijikkan yang saya dengar dari berbagai media yang mempertegas bahwa Islam hanya pelengkap identitas bagi sebagian orang, dan sebuah kemunafikan yang terang-terangan.. :)

Anonim
29 Mei 2012 21.46

Maka beruntunglah orang-orang yang diberikan hidayah untuk memperjuangkan Dien ini...

sangat beruntung,,,,

23 Juni 2012 06.32

@Arya PoetraAllaahumma aamiin..

23 Juni 2012 06.34

@Insan RobbaniAllaahumma aamiin..

Posting Komentar
 

Bianglala Basmah Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea