10 Februari 2012

Bukan Datang Tanpa Alasan

Posted by Basmah Thariq at 20.39.00
gambar 


“Aku tak tahu alasannya ketika aku bertanya pada diriku sendiri. ’Mengapa aku jatuh cinta padamu?’.  Karena cinta selalu datang tanpa alasan.”
 (Drama Korea, Miss Ripley episode  ?–tidak tahu-)
 
Maaf sebelumnya, kalimat ini terlihat agak nyentrik memulai sebuah tulisan ini. Karenanya justru menyulut perdebatan yang tak sedikit terutama padaku di kalimat terakhir. Awalnya berniat menonton tv dan memindahi dari satu program tv ke program lainnya secara acak. Dan terhenti pada sebuah chanel yang tengah menayangkan drama Korea ini. Bukan aku mengikutinya, tapi terhenti tidak memindahi ketika kalimat tadi terlontar dari seorang pria yang tengah memberikan alasan cintanya pada seorang wanita. Dan di akhir alasannya semakin menyulut tanya besar dalam diri, “Apa iya, cinta datang tanpa alasan?”
Ingatanku tiba-tiba terluapkan pada banyak peristiwa,beberapa teman yang seringkali mengadukan kisah cintanya yang sedikit banyak menghadirkan buliran-buliran bening mengapung di ujung matanya. Berakhir tragis? Dikhianati, diputuskan secara sepihak, dan ditinggal karena menikah dengan yang lain. Mungkin.
Bisakah cinta datang tanpa alasan? Kalau saja datang hanya untuk melukai dan dilukai, kecewa dan dikecewakan, lalu ada sebuah tanya yang ingin kuajukan pada Tuhan, “Mengapa bisa Engkau menyisipkan perasaan ini di hati-hati hambaMu ini?”
Dalam fragmen yang menyertakan keadaan ini, kadang aku harus menyesaki karena ada ruang keprihatinan melihat betapa banyak akhirnya menyalahi cinta yang katanya datang membawa sejuta kejutan manis. Mengantar pada cerita cinta ‘indah’ namun dalam waktu seketika bisa saja menebas perasaan dengan mudah ketika ada akhir yang berujung menyalahi sebuah senyawa bernama cinta. Pada sisi lain, aku pun kembali harus meluapkan rasa syukur atas segalanya karena masih terselamatkan dari kondisi tersebut, kondisi masih terjaga.
Seringkali ada kita yang tersudut asyik dengan cerita yang ramai dibersamai sekawanan manusia. Ya, kita terlalu banyak mengenal histori cinta menggenaskan yang telah dikamuflasekan untuk dijadikan cerita indah. “Cinta tak direstui” yang akhirnya menjadi sebuah tumpuan cinta kebanyakan. Kisah cinta Romeo and Juliet  salah satunya yang  telah membuat banyak hati manusia tergugah oleh kisah romantismenya. Lalu, pada Kisah Valentine yang tak ubahnya cerita yang berlatar pengingkaran cinta tak direstui dari banyak pihak dan anehnya terdeklamasikan menjadi hari cinta sepanjang sejarah.

Jika cinta datang tanpa alasan, dimana letak cinta sesungguhnya?
Pernahkah kita berusaha mengejar atau minimal mengenal kehidupan cinta Rasulullah shallaahu ‘alaihi wasallam terhadap Khadijah radhiyallaahu ‘anha atau bersama ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha? Kisah kehidupan Nabi Ibrahim bersama Sarah begitupula bersama Siti Hajar? Atau kisah-kisah lainnya yang membawa kita tahu, bahwa cinta datang pada sejumlah alasan untuk dirunut. Cinta orang-orang yang bisa menikmati keimanan padaNya. Mari, luangkan sejenak untuk merenungi kisah-kisah orang-orang terdahulu yang berhasil menjalani keislaman mereka karena cerita cinta yang secara nyata ada, bukan dalam bayang-bayang fiksi.

Teruntuk yang sering mengagungkan cinta; semoga bisa memahami bahwa penempatan cinta kepadaNya yang tak membuatmu saling menyalahi, kecewa, dan terlukai. Sekalipun kita menempatkan peran ini pada apa, siapa, dimana, kapan, dan bagaimana.

Sesungguhnya, cinta telah datang dengan sejumlah alasan yang semestinya memang dipahami. Cinta mengantar pada alasan ‘mengapa’ terhadap jalinan kuat yang saling berpengaruh hingga kadar cinta tak mengurangi porsi seseorang terhadap efek yang membawa cerita yang lebih merona indah. Percayakan kesemuanya bahwa Allah menyisipkan cinta untuk menundukkannya pada tempat yang direstuiNya.

“Dan kunci-kunci semua yang ghaib; ada padaNya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya. Tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz).” (QS. Al An’am : 59) 
 
Jikalau dedaunan yang berguguran saja memberi sejumlah alasan, bagaimana dengan cinta yang sengaja dihadirkan untuk kita?
“Ada tiga hal yang jika seseorang memilikinya pastilah dia merasakan kelezatan iman; (1) menjadikan Allah dan RasulNya menjadi yang paling dicintai darpada selain keduanya, (2) mencintai orang lain karena Allah ta’ala, (3) tidak senang bila dirinya dicampakkan ke dalam ke kafirannya yang lalu sebagaimana dia tidak suka dicampakkan ke dalam api.” (HR Bukhari)
Jelas, alasannya agar kita merasakan keimanan kita. Maha Suci Allah, untuk segala cintaNya..

16 comments

10 Februari 2012 21.34

bahkan dalam islam, mencintai itu harus dengan alasan karena ALLAH, dan memilih pasangan hidup itu juga sudah di anjurkan dengan kriteria tertentu oleh rosulullah bukan?

nice post..

10 Februari 2012 21.50

3 hal yang jika dilakukan akan dapat merasakanmanisnya iman, mencintai Allah, Mencintai Rasulullah, dan Mencintai Sesama manusia karena Allah

10 Februari 2012 21.55

Buat apa mencintai, jika kita tak mempunyai sedikit pun alasan?
Bahkan cinta itu sendiri pun merupakan sebuah alasan utk tetap bertahan...menjadi seutuhnya manusia dan hamba Tuhan... :D

10 Februari 2012 22.05

Hmmm..
Keren ini tulisannya!!
Like this yoo!!!

10 Februari 2012 22.10

- Jangan Mencintai jika dirimu tidak mencintainya
- Jangan mencintai jika dia tidak mencintaimu
- Jangan mencintai jika ortu tidak mencintainya
- Jangan mencintai jika Allah tidak mencintainya..

10 Februari 2012 22.50

Wah, cerita cinta...sesuatu banget...Galau nih~... :P

10 Februari 2012 22.55

@MUHAMMAD RIDWANBenar banget.. Dan menjadi sebuah syarat agar segala yg kita cintai bisa diterima di sisiNya..
Makasih :)

10 Februari 2012 22.59

@Mamon^^ makasih udah berkunjung dan menyisakan jejak..

10 Februari 2012 23.02

@Nick SalsabiilaBenar, menjadi seutuhnya dengan sejumlah alasan. Agar tak ada kesia-siaan dalam hidup kita..
syukran udah menyisakan jejak disini.. :))

10 Februari 2012 23.09

@Hana EsterMakasih :) ~masih belajar kok!! :)

10 Februari 2012 23.12

@Insan RobbaniWah.. bisa jadi syarat cinta ya? ^^

10 Februari 2012 23.14

@farid maricarYah, selalu sesuatu banget untuk membahas ini..
Kayaknya lebih galauan di postingan Farid nih.. hm.. :D

10 Februari 2012 23.19

Cinta pada dasarnya adalah bukanlah sesuatu yang kotor , karena kekotoran dan kesuciannya bergantung kepada kita. Jika kita mengarah cinta itu kepada kebaikan, maka terbitlah cinta yang suci dan halal. Jika kita mengarahkan cinta kita berlandaskan hawa nafsu semata–mata, maka terbitlah cinta yang kotor dan haram. . .

Islam adalah agama fitrah. Kerana itulah Islam tidaklah membelenggu perasaan manusia. . .
Islam tidak mengingkari perasaan cinta yang tumbuh pada diri seorang manusia. . .
Akan tetapi Islam mengajarkan pada manusia untuk menjaga perasaan cinta itu, dirawat dan dilindungi dari segala kehinaan dan apa saja yang mengotorinya. . .
Islam membersihkan dan mengarahkan perasaan cinta. . .


Cinta itu hendaklah dikawal, Bukan Dihalang, karena Cinta adalah Fitrah ^_^
InsyaAllah

15 Februari 2012 06.30

cinta yang datang dengan alasan <3 burung pipitku...
dapat award nih dariku :) diterima ya
--lihat juga pengumuman pemenang giveaway kemilau cahaya emas~
http://www.nurmayantizain.com/2012/02/pemenang-giveaway.html

19 Februari 2012 08.30

@Kaito KiddMasya Allah.. :))

19 Februari 2012 08.31

@Nurmayanti ZainMasyaAllah.. aku akan segera membawanya pulang.. jazakillah kakak.. :D

Posting Komentar
 

Bianglala Basmah Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea