7 November 2011

Teruntuk;

Posted by Basmah Thariq at 16.29.00


Orang pertama
Dalam kondisi yang bahkan tak tentu .. Aku; tak ingin lengah walau segoyah apapun rasa ini. Hanya sesering angin yang lenyap lalu datang menghembuskan kesejukan. Tapi, kadang menderukan ketakutan.
Berjalan sambil membawa puzzle yang rusak untuk disusun kembali.
***
Orang kedua
Kamu; Yang pernah tertera di Ahfadzi-ku beberapa waktu lalu; Bismillah.. Kadang saya merasa sendiri, bukan karena tak ada ALLAH. But sometimes I need someone in my life. Dan saya tidak bisa mengusahakan hal itu. Saya hanya bisa memendam rasa, melakukan yang terbaik menurutku saat ini. Saya butuh nasehat untuk sedikit menguatkan diri. Karena saya tak sedang rapuh, hanya ingin mnyadarkan diri bahwa saya masih punya kalian. Uhibbukifillah.. *curcol
Ketahuilah, aku meluruh saat menatap dan merasai sms ini. Dalam kadarku, semoga ini hadiah yang selalu ingin disematkan dari Sang Rabb sebagai pengalih atas riak-riak rasa yang kita miliki. Kita tak perlu gusar dengan kemahaanNya yang akan menjaga rasa ini agar hati-hati ini tidak melukai dan terlukai oleh sesuatu yang tak semestinya. Cukup ikhtiar dalam doa untuk sebuah perasaan yang halal itu. Agar rasa ini meyakini kedekatanNya. Maka, biarlah Rabbmu yang mencukupi cintaNya untukmu..
Pun aku masih mencintaimu, wahai saudariku karena Allah. Disaat hati ini begitu kesat, aku memang mengadu padaNya. Lalu, berlari pula pada hambaNya, ke arahmu, wahai saudariku..
Terima kasih sudah menjadikanku saudarimu..
***
Orang ketiga
Dia; Rindu yang belum terjawab.
Apakabar ia, Rabbi? Lagi, aku lengah terhadapnya. Sedih setiap mendengar namanya yang hanya bisa ku pandang dari layar Afkaar dan Ahfadzii-ku. Ia dalam kondisi yang tak kondusif. Banyak angin yang menghembuskan tentangnya yang membuatku semakin khawatir. Benarkah begitu?
Teruntuknya dalam tiap doaku, semoga Allah menjaganya lebih dari biasanya, lebih dari biasanya.
Dan selalu diteguhkan hatinya
***
Orang keempat
Kami; Bila memang ini adalah jeda kadaluarsanya hubungan kami, maka bentuk seperti apa yang mesti aku wujudkan pada hubunganku dengannya agar kembali segar seperti semula? Aku rindu untuk leluasa menangis dalam dekapannya.
***
Orang kelima
Mereka; Dalam bahasa apa lagi agar mereka mengerti? Terlalu sering lelah karena mencari husnuzhan, agar tak ada yang perih. Aku tak punya harap akan perhatian yang lebih. Tapi, mereka tak pernah mendengar jeritan-jeritan kecil yang tersembunyi dalam diam. Dan berkali-kali aku terjatuh di titik ini. Haruskah aku berlari?
***
Orang keenam
Peri kecilku;
“Terima kasih untuk hari ini karena udah mau belajar sama bu guru..” Ucapku sambil melempar senyum pada mereka, peri-peri kecilku.
Sebelum meninggalkan mereka, ku cium keningnya satu per satu sambil berbisik, “Besok masih mau belajar lagi, kan?” Dengan senyum terakhir, ku simpan jawaban kalian dalam hati agar tetap merekah sampai benar-benar bisa tertancap disini.

Mengantarmu ke masa depan yang lebih baik, insya Allah..
***

8 comments

7 November 2011 16.57

bianglalaku...

uhibbukifillah

7 November 2011 17.15

semoga ini hadiah yang selalu ingin disematkan dari Sang Rabb sebagai pengalih atas riak-riak rasa yang kita miliki. Kita tak perlu gusar dengan kemahaanNya yang akan menjaga rasa ini agar hati-hati ini tidak melukai dan terlukai oleh sesuatu yang tak semestinya. Weeew ini seperti jawaban atas pertanyaan saya selama ini.. nice post ukhti.. salam bloofers :)

7 November 2011 17.35

kakak cahayaku: ahabbakilladzii ahbabtanilah.. :))

ukhti Youko88: salam ukhuwah juga.. :D

7 November 2011 17.49

suka, benar-benar suka dengan tulisannya.. subhanallah..
semoga Allah menyematkan penenang hati teruntuk mbak Basmah dan orang2 di atas dlm setiap langkahnya :)

Anonim
7 November 2011 20.10

Ukhtiy, kenapa akhir-akhir ini postingannya seperti orang yang saaangaaat sedih???

Kurasa Aku tahu syapa2 yang ukhtiy sebutkan dalam postingan kali ini...
Tergambar jelas, bahkan untuk seorang Aku yang tidak begitu akrab denganmu...

Mana Ukhtiy Basmah yang dulu??? Semangat... dan menjadi orang yang sangat kukagumi karena semangat dan kecerdasannya....

Aku menunggumu Ukhtiy...
Bersama2 berjuang sampai akhirnya kita bertemu di Jannah-Nya yang tertinggi, "Al Firdaus"

Ana Uhibbukifillah...

7 November 2011 23.32

sepertinya saya sependapat sama komentator anonim. :)

apapun itu, keep hamasah ukthy..!

Allah Bless You.

8 November 2011 07.55

ukhuwah begitu indah ya mbak...ia mampu melukis kisah tentang tawa, tangis, kerinduan, juga percikan kemarahan. Ahh...sungguh...genggaman ukhuwah senantiasa menentramkan.
Oiya..salam buat para peri kecilmu ya mbak..
keep writing...╮(^▽^)╭

8 November 2011 08.35

@Ukhti Irma:
Makasih atas doanya.. dan doa itu pun jg untukmu, ukhti Irma..

@anonim:(?)
mungkin diksinya yg agak sendu, kok.. jd terbawa dgn org" yg membaca.. atau mgkn krn Basmah ingin dimengerti.. :D

@k' ROe
syukran.. untuk banyak semangat dan doa yg ingin menguatkan.. :))

@Ukhti Nick:
Benar, ukhti.. Kdang sampai khabisan kata untuk mendeskripsikannya..
Insya Allah, salamnya akan disampaikan :))

Posting Komentar
 

Bianglala Basmah Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea