5 Maret 2008

Oh, Ibu...

Posted by bianglalabasmah at 3/05/2008 02:49:00 PM 0 comments

Bismillahirrahman nir rahhim.

terbayang satu wajah penuh dengan kehangatan,kau lah ibu.
oh ibu..dimana kah sosok ibu muslimah dalam arti yang penuh kehangatan dan kelembutan???kenapa banyak ibu yang membunuh kami?...
apa salah kami wahai ibu..bukankah kami semua tak pernah meminta dilahirkan...?kami juga selalu menuruti jalanmu.
dimanakah lagi kesalahan yang kami perbuat...kami semua butuh kamu sebagai pembimbing kami dalam menjalakan roda kehidupan yang fana ini dan hanya dari tangan mu timbulnya keindahannya dunia....apakah tak ada lagi ibu yang mengajarkan aku tentang indahnya ISLAM dan Allah serta Rasulnya..yang menceritakan tentang indahnya kisah para shahabat?

wahai ibu yang selalu kami rindukan...hujan telah turun..menetes dari sisi kamar kami..terbayang satu wajah yang penuh kasih dan cinta dengan segenap kehangatan..tak ada yang lebih indah dari kau wahai ibunda tercinta..dan tak ada hal yang lebih agung selain menbahagiakan engkau oh ibu...

dimanakah kau ibunda yang tercinta....?
aku berjalan dalam dinginnya malam tanpa ada pendamping dan penunjuk jalan lagi..
dimana kah kau wahai ibunda yang muslimah....ingin aku merindukanmu dan mimpi bersama dengan indah dan menjumpaimu wahai ibunda tersayang...

ku merindukan mu ibu ku..kapankah kita akan berjumpa.
ataukah kita hanya menjadi kisah-kisah sejarah yang tak akan pernah berulang? akankah dengan kehendaknya kita akan kembali menyatu dalam kehangatan ILLAHI Rabbi...

aku sungguh-sungguh menantikan saat indah bersamamu yang akan datang...aku berjuang keras mengumpulkan kasih yang berurai mengharap cukup bekal untuk perjalanan cintaku pada ibu..
wahai engkau ibu ..kami menanti mu ataukah engkau menanti kami? ku memohon pada yang mneguasai raga dan jiwaku
agar sudi mencukupkan bekal dan ragaku

Sumber:
http://yudimuslim.multiply.com/journal/item/15
[ Read More ]

15 Februari 2008

Sebesar Apakah Musibah Agama Di Mata Kita?

Posted by bianglalabasmah at 2/15/2008 03:59:00 PM 0 comments
Saudaraku,
Bagaimanakah perasaan kita ketika ada benda-benda dunia yang kita sukai tiba-tiba saja hilang dan tak dapat kita temukan? Bagaimanakah suasana hati kita ketika apa yang menjadi hobi dan kesenangan kita, ataupun rencana liburan ke pantai yang telah disusun rapi jauh-jauh hari akhirnya berantakan dan batal dilaksanakan? Secara umum reaksi yang muncul dari kita adalah perasaan kecewa, jengkel, atau bahkan mungkin marah dan tidak terima terhadap biang penyebab segala kegagalan di atas.
Begitulah reaksi kebanyakan dari kita ketika banyak dari perkara dunia kita yang berlalu dan terlewatkan karena tidak sesuai dengan harapan. Namun sadarkah kita, ketika perkara kebaikan terlewat di depan mata, peluang kebaikan yang akan menambah pundi-pundi pahala dan hadirnya keridhoan Ilahi Robbiy akhirnya berlalu begitu saja, namun hal itu bagi kita merupakan perkara biasa dan bukan merupakan musibah?

Saudaraku,
Dikisahkan bahwa Hatim Al-Asham Rodhiyallahu’anhu pada suatu hari menuju masjid untuk menunaikan sholat berjama’ah. Sesampainya di sana, ternyata sholat telah selesai dilaksanakan. Tidak ada yang mengucapkan belasungkawa, turut berduka cita atas keterlambatan beliau itu selain Abu Ishak Al-Bukhari. Hatim Al-Asham pun berkata, “Andaikata putraku meninggal dunia, tentu lebih dari 10 ribu orang akan mengucapkan belasungkawa turut berduka cita kepadaku. Sebab, dewasa ini masyarakat memandang musibah dalam beragama lebih ringan daripada musibah dunia.
Dalam kesempatan lain, di dalam syarah kitab beliau “Al Hikam”, Al Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad menuturkan, “Tidak ada musibah yang lebih besar selain kemalasan dan hilangnya semangat dari hati seseorang untuk berbuat baik. Maka ketahuilah, bahwa dia sedang tertimpa musibah yang paling besar yang tiada lagi musibah yang lebih besar dari itu.”
Saudaraku,
Demikianlah sikap dan pandangan para pendahulu kita yang sholeh dalam memandang sebuah kebaikan. Tertinggalnya satu bagian dari amal kebaikan bagi mereka bukanlah sebuah perkara remeh, melainkan merupakan sebuah musibah agama, akan tetapi sebagaimana terbaliknya keadaan saat ini, dimana kita seringkali memandang remeh sebuah kebaikan yang terlewatkan tanpa pernah kita sesali dan usahakan untuk diperbaiki, padahal boleh jadi rahmat Allah ada pada perbuatan yang kita anggap remeh tersebut.
Saudaraku,
Semoga kisah di atas bisa menjadi renungan bagi kita, dan semoga Allah Subhanahu wa ta’ala senantiasa mencurahkan taufiq dan hidayah-Nya kepada kita, memperbaiki hari-hari kita dengan kemuliaan taat, bertambahnya kebaikan pada diri kita, keluarga kita dan seluruh kaum muslimin, sehingga hari-hari yang berlalu dalam hidup kita mulai saat ini tidak lain telah berisi nilai-nilai kebaikan yang mulia dalam pandangan-Nya…aamiin.
Astagfirullahal ‘azhiim,
Wallahu a’lam
Sumber:
http://zidaburika.wordpress.com/2010/03/08/sebesar-apakah-musibah-agama-di-mata-kita/
[ Read More ]

Biarlah...

Posted by bianglalabasmah at 2/15/2008 03:55:00 PM 0 comments
Sepanjang hidup menuntut kesadaran kita pada tangung jawab dunia akhirat. Banyak ujian yang kadang membuat kita terlupa pada akal dan agama karena seringnya kita bermain pada area rasa.

Namun tak berarti dengan alasan rasa, kita dapat melegalkan segalanya atau bahkan melemah-melemahkan diri yang akhirnya dapat menghancurkan masa depan kita.

Tetap yakin bahwa ALLAH telah merencanakan yang terbaik untuk kita.

Biarlah semua berjalan seperti yang seharusnya dan berakhir pada saat yang tepat, karena semua masih ada batas akhirnya.
[ Read More ]

Mutiara Hikmah Persahabatan

Posted by bianglalabasmah at 2/15/2008 03:54:00 PM 0 comments


“Temanmu yang sesungguhnya adalah orang yang mau melarangmu dari berbuat dosa dan musuhmu yang sebenarnya adalah orang yang membujukmu untuk berbuat maksiat.” (Sayyidina Ali bin Abi Thalib)
“Tiada kebaikan dalam persahabatan yang tidak diikuti saling menjaga dari kejelekan.” (Sayyidina Ali bin Abi Thalib)
“Budi pekerti yang baik itu adalah dengan menampakkan wajah yang berseri-seri, selalu berbuat kebaikan dan menahan diri dari melakukan gangguan terhadap saudaranya.” (Sayyidina Abdullah Ibnul Mubarak)
“Setiap orang yang membuatmu lalai dari taat kepada Tuhanmu adalah musuh dalam selimut, sekalipun ia menampakkan diri sebagai kawan yang jujur dan ikhlas.” (Salafunasshalihin)
~ ~ ~
*Dikutip dari buku: Secangkir Hikmah - Karya Al Habib Abdul Qadir Umar Mauladdawilah
[ Read More ]

Nasehat: Pelita Bagi Gelapnya Hati

Posted by bianglalabasmah at 2/15/2008 03:26:00 PM 0 comments

Saudaraku,
Membaca, menyimak, dan merenungkan untaian mutiara kalimat hikmah para sholihin yang tertulis di banyak kitab acapkali membungkam hati kita. Bagaimana tidak? Karena tidak sedikit dari untaian mutiara-mutiara kalimat tersebut mampu menegur diri kita secara langsung, padahal kita sendiri tidak sedang berhadapan langsung dengan orang yang mengucapkannya.
Ada sebuah pesan, dimana sekiranya kita tidak pernah berjumpa dengan orang-orang sholeh di zaman dahulu, namun begitu, sesungguhnya kita masih bisa mengambil manfaat yang banyak dan besar dari ucapan-ucapan mereka yang sarat dengan nasehat mendalam, yang terangkum dalam banyak kitab yang terabadikan hingga kini.

Nasehat-nasehat tersebut begitu mudah menggetarkan hati kita. Bak anak panah yang tajam, yang dilepaskan oleh seorang ahli memanah, hingga meluncur tepat mengenai sasaran dan bagaikan tetesan air hujan di tengah padang hati yang tandus dari hijaunya petuah-petuah. Dan tiada hal lain yang mesti dilakukan saat mendapati nasehat-nasehat tersebut selain mengambilnya, dan menjadikan pengingat diri kita dalam setiap gerak kehidupan.
Saudaraku,
Sebelum tulisan ini saya akhiri, ada baiknya kita simak sepenggal untaian nasehat dari ahli hikmah berikut ini. Semoga bermanfaat dan membawa keberkahan bagi langkah hidup kita yang masih tersisa dan semoga Allah SWT senantiasa memberi kita taufiq dan hidayah untuk dapat mengamalkannya…insya Allah..aamiin.
~ ~ ~
“Jagalah olehmu delapan kalimat, nicaya Allah akan menjagamu: Bila engkau sedang sholat, jagalah hatimu. Bila engkau sedang berada di rumah orang lain, jagalah matamu. Jika engkau berada di tengah umat manusia, jagalah lidahmu. Jika engkau berada di meja perjamuan, jagalah perutmu. 5, 6, 7, dan 8 adalah, ingatlah akan dua hal dan lupakan dua hal lainnya. Adapun dua hal yang kita ingat adalah mengingat Allah dan kematian. Sedangkan dua hal yang kita lupakan ialah melupakan kebaikanmu kepada orang lain dan keburukan orang lain kepadamu”
~ ~ ~
Wallahu a’lam
Sumber:
http://zidaburika.wordpress.com/2009/12/08/nasehat-pelita-bagi-gelapnya-hati/
[ Read More ]

Tersenyumlah Untuk Hidup!

Posted by bianglalabasmah at 2/15/2008 03:23:00 PM 0 comments

Meski setebal apapun mendung melintasi langit, namun sinar mentari tak pernah kehilangan cirinya. Ia senantiasa menghadirkan sinarnya untuk dibagi. Ia senantiasa tegar tanpa kehilangan jati dirinya sebagai sumber penerang di hari ini. Ia tak pernah menunda bersinar hingga esok, meskipun ia dapati mendung menghalangi keindahan sinarnya. Setiap tumbuhan kembali terjaga dari tidurnya. Kembang-kembang kembali bermekaran ceria menyambut harinya. Burung-burung terbang dan berkicau dengan merdunya. Semua hadir tanpa rasa sedih, gelisah, dan amarah. Semua ceria untuk menjelang setiap detik anugerah-Nya.
Saudaraku,
Sudahkah kita berniat bahwa hari ini akan kita hiasi dengan senyum ceria dan kebahagiaan? Sudahkah kita bertekad untuk menyongsong hari ini dengan rasa optimis dan semangat hidup yang akan kita bagi dan tularkan? Dan sudahkah kita menjadikan berbaik sangka sebagai modal bagi kita untuk meneruskan perjalanan ini?

Saudaraku,
Begitu sia-sia rasanya perjalanan hidup jika setiap detiknya tidak pernah kita hargai dan syukuri. Begitu menyiksanya perjalanan hidup jika setiap ujian yang menerpanya kita hadapi dengan kemarahan dan wajah yang muram. Dan begitu berat rasanya langkah hidup jika kita tak mau berbagi sedikitpun. Kesedihan tidak akan mengembalikan segala yang hilang menjadi kembali. Tangisan penyesalan akan terasa hampa tanpa kesungguhan usaha untuk bangkit dari kelalaian diri. Setiap nasehat hanya akan menjadi penghias belaka jika sedikitpun tak diniatkan untuk dilakoni. Semua usaha akan terasa sia-sia jika sedikitpun tak berserah diri kepada-Nya.
Tersenyumlah atas anugerah hidup hari ini. Bersyukur dan berbaik sangkalah bahwa Dia masih memberikan kesempatan bagi kita untuk kembali. Sebut setiap asma-Nya dengan penuh kerendahan hati. Besarkan Dia dalam setiap aktifitas dan detik perjalanan ini. Jangan engkau halangi senyuman itu jika akan tersungging di ujung bibirmu hanya karena kegundahan yang tak jelas asal usulnya. Jangan engkau gantikan keceriaan diri dengan kesuraman hati yang engkau tampakkan lewat wajah yang bermuram durja.
Saudaraku,
Berbagilah hari ini. Berbagilah untuk setiap kebahagiaan yang engkau rasakan di hati. Tak perlu kau ukur dengan besar atau kecilnya nilai berbagi itu. Berbagilah walau sekedar berwajah ceria dan sepatah kata sapa dan salam. Tetaplah berbagi dan tersenyum dalam rangka mensyukuri segala anugerah-Nya hari ini. Tetaplah berbagi dan tersenyum layaknya mentari yang tak menunda hadirnya meski mendung menyelimuti indah sinarnya hari ini.
Sumber:

http://zidaburika.wordpress.com/2008/02/04/tersenyumlah-untuk-hidup/
[ Read More ]

1 Februari 2008

Pulang..

Posted by bianglalabasmah at 2/01/2008 04:26:00 PM 0 comments

Andai saja hidup ini hanya sebatas permainan, bolehlah hidup kita seluruhnya adalah bermain dan terus bermain.
Andai kehidupan semuanya adalah sendagurau. Tak masalah tiap detik hidup kita hanya canda tawa yang tak berujung.
Tapi ternyata, hidup ini dipenuhi ragam warna. Sekali kita gembira, lain waktu kita bersedih. Hidup juga adalah perjalanan singkat menuju satu dari dua negeri. Kemungkinan kecil adalah syurga, besar peluang ke neraka. Dalam hening dan sepi, ada baiknya kita bertanya pada hati:
Sudahkah kita memikirkan kemana kaki melangkah "pulang"?
[ Read More ]
 

Bianglala Basmah Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea