31 Januari 2017

Perjumpaan pada Asma'

Posted by bianglalabasmah at 1/31/2017 10:51:00 PM 1 comments
Baru menyadari, di rumah ini belum pernah menyinggahkan awal pertemuan saya dengan dou-A Hafizhah kami. Setelah beberapa hari lalu dapat kesempatan di salah satu grup Whatsapp untuk menceritakan awal perjumpaan dengan buah hati, maka kesempatan ini saya kemas kembali untuk mengisi kisah yang mungkin sudah terlampau jauh. Kali ini, cerita perjumpaan saya dengan seorang Asma’ yang Allah perkenankan kehadirannya di tengah keluarga kecil kami. Di kali pertama kami mendapat amanah sebagai abi dan ummi.

*

Terhitung kurang lebih empat tahun lalu, dua bulan setelah menikah, saya menemukan dua garis pertama di testpack di jelang Subuh kala itu. Mengingat masa datang bulan yang tak kunjung dan disertai tanda-tanda yang menggerakkan saya tuk meminta suami untuk dibelikan testpack. Berlanjut pada menjalani masa kehamilan yang ternyata tidak mudah. Karena baru merasakan kehamilan pertama, tentu tubuh masih memerlukan pengadaptasian.

Morningsickness, diiringi dengan mual muntah hebat yang rupanya berbilang bulanan. Kalau kata orang yang mengalami masa itu, mual muntah hanya ada di trimester pertama. Namun tidak dengan kondisi saya. Betapa jatuhnya berat badan saya kala itu, lemas, dan hampir dirawat di RS karena nafsu makan yang benar-benar hampir hilang. Mempertahankan apa yang sudah masuk itu p-e-r-j-u-a-n-g-a-n. Kalaulah proses ini harus saya tempuh, saya hanya berpinta agar dimudahkan pertemuan saya dan buah cinta kami di masa persalinan nanti, tentu sekehendakNya.

Hari demi hari terlalui, bulan demi bulan terlewati, tubuh ini mulai bisa beradaptasi. Menjalani kehamilan dengan status masih mahasiswi tingkat akhir, dan berusaha kuat meski dengan menemui kondisi hampir masih sama. Mual muntah di sepanjang hari. Laa haula wa laa quwwata illaa billaah.. Seluruh raga ini, termasuk janin dalam kandungan adalah kehendakNya. Hanya tawakkal kepada Allah untuk segala rasa yang dihadirkanNya untuk saya.

Hingga waktu yang telah ditetapkanNya, gelombang cinta bernama kontraksi memberikan tanda-tanda dari proses perjumpaan ini. Cukup menghujam perih sekitar perut bawah depan dan belakang. Mules-mules seolah hendak buang hajat yang di ujung tanduk, namun tak berarti ada. Berkali-kali ke kamar mandi hanya untuk memastikan rasa mules yang semakin menjadi, tetap saja tidak ada. Tidak pula ditemukan tanda lainnya semacam bercak atau merembesnya ketuban. Namun gelombang cinta itu datang dan pergi silih berganti. Hingga awalnya saya yang penasaran dengan gelombang tersebut terus menerus memilih jalan-jalan mengitari ruangan dan naik turun tangga. Berusaha melepaskan gelombang yang terus meronta-ronta. Hingga akhirnya saya tak lagi sanggup berdiri. Hanya membungkuk untuk mencoba menopang gelombang cinta yang datang dan pergi secara bergilir.

Suami memang sedang tidak sedang menemani saya lebih sepekan. Setelah sebelum menitipkan saya di rumah orangtua, saya memastikan kandungan di salah satu RSIA. Prediksi dokter spog kala itu HPL jatuh selepas lebaran idul fitri. Maka, melepas suami untuk memenuhi amalan 10 malam terakhir Ramadhan di masjid, sembari menitipkan setumpuk doa tuk di panjatkan.

Melihat saya menahan perih dengan terus membungkuk, oleh orangtua, saya dilarikan ke RSIA tempat saya rutin memeriksakan kandungan. Suami yang harusnya masih beri'tikaf di hari ke-28 Ramadhan kala itu, qadarullah, memutuskan keluar dari masjid selepas sahur untuk memantau kondisi saya.

Ahh ya, gelombang cinta.. Masih saja terus mendesak. Jelang Subuh, sesampai di tempat, Bidan yang saya temui memeriksa setelah meminta saya untuk –maaf- buang air kecil terlebih dahulu.  Bidan mengatakan sudah pembukaan 7 dan mengingatkan untuk menahan desakan dari gelombang cinta sampai pada pembukaan lengkap. Oleh bidan pula, dipecahkannya ketuban. Dan semakin terus mendesak gelombang ini, raga saya melemah. Hingga doa bertubi-tubi berucap di lisan.

Hadirnya suami ba’da Subuh, langsung mendekati saya disertai mengingatkan untuk terus berdzikir. Dan mengatur emosi dan energi saya yang teramat lelah tak berkesudahan. Semakin mendesak saja, sedang lemah dan letih sudah dipuncak. Maka suami menyempatkan tuk menyuapi sarikurma dan sesekali memberi minum air untuk bisa bertahan. Nafas saya terputus-putus. Tak sanggup melepas desakan itu dengan nafas panjang. Hingga berulang kali nafas yang tetap terputus, seolah lupa bagaimana cara buang hajat.

Sungguh, Maha Sempurna milik Allah.. Gelombang cinta itu mendesak-desak, kemudian memberikan jeda yang sesekali saya mengatur ulang nafas tuk melepas desakan itu. Tapi belumlah maksimal. Hingga ilmu tawakkal itu seolah menguji saya. Tawakkal 'alallaah.. Laa haula wa laa quwwata illaa billaah…

Tentang proses kehamilan dan persalinan, hingga gelombang cinta itu, tetiba terbersit wajah mama, yang pernah berkali-kali berjuang untuk sebuah pertemuan ini.

Masih dengan lemas yang tak berkesudahan diselingi jeritan-jeritan saya yang memenuhi ruang. Di detik-detik jelang melepas desakan yang terus meronta, saya melihat suami yang meneteskan air mata. Meminta maaf sambil terus berdoa. Menggenggam tangan saya begitu erat. Seolah ia ingin mentransfer seluruh kekuatan yang ia punya pada saya.

melalui doanya,
melalui tawakkalnya,
melalui harapannya,
dan melalui cintanya..

Melihat ia menggenggam tangan saya, dan tangan satunya terus mengelus ubun-ubun saya, sebagaimana kali pertama, di 11 bulan lalu, ia menyentuh dan meniupkan segenap doa setelah akad diucap.

Atas izin Allah, desakan yang tak mampu dijangkau oleh kata, lepas juga tepat di pukul 07.14 WITA, setelah nafas panjang yang saya hempaskan. Sebentuk kepala menyembul sempurna, kemudian diraih oleh bidan dan saat itu pula gelombang itu hilang. Tak ada tangisan yang kami dengar. Tenaga medis sesekali menggosok tubuh mungil buah cinta kami. Tetap belum ada isakan tangis. Menurut tenaga medis, ada  ketuban yg tertelan. Sehingga diambilkannya alat untuk membantu mengeluarkan cairan ketuban tersebut. Hanya berselang dua-tiga menit, tangisan yg kami nantikan pecah. Didekapnya ia, untuk berlanjut proses IMD (Inisiasi Menyusui Dini). Suami mengecup kening saya yang masih terbaring lemah, kemudian dikecup pula buah cinta kami yang masih dalam IMD sambil menikmati jahitan dari pergolakan tadi.

Kini gelombang cinta yang mendesak-desak saya kala itu, telah berusia 3 tahun 6 bulan. Perjuangan di awal hanyalah sebuah proses menemui perjuangan-perjuangan bersamamu di hari selanjutnya, nak.. 

Asma’ binti Armawi FadliAlhamdulillaah bini'matihii tatimmush shaalihat..


#OWOP2017
#OWOP1
#rumbelmenulisIIP
#IIPSulsel


[ Read More ]

25 Januari 2017

NHW 01: Adab Menuntut Ilmu

Posted by bianglalabasmah at 1/25/2017 11:05:00 AM 0 comments
Nice Homework (NHW) perdana menjadi sajian yang paling mendebarkan. Seringnya menyimak di grup Whatsapp IIP Foundation as silent reader, tentu ada rasa ingin tahu yang tinggi terutama setelah ruangan chat dibanjiri oleh aliran rasa bagi yang telah lulus di kelas Matrikulasi IIP batch #2. Dan ada apa dengan kelas matrikulasi berasa seperti baru mendapatkan sebagian puzzle yang siap disusun setahap demi setahap. Tak luput, materi perdana yang disajikan di dalam kelas sebagai pembuka adalah Adab Menuntut Ilmu. Hal yang utama memang perlu dipahami bagi setiap pembelajar. Berharap dengan materi ini, bisa direnungkan dan dipahamkan tentunya untuk diamalkan. Ketika menuntut ilmu adalah sepatutnya wajib, maka yang perlu diperhatikan pun adalah adab bagaimana dalam menjemput ilmu itu sendiri.
Berikut NHW 01 dari materi Adab Menuntut Ilmu:
1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
Ilmu parenting
2. Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
Sebab pertama, ibu adalah anugerah dari Allah ta'ala, bahkan ada satu riwayat, Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah mengunggulkan ibu sebanyak tiga kali dari seorang ayah. Kedua, ibu adalah sekolah pertama dan utama. Ketika seorang ibu telah dipersiapkan dengan baik maka sesungguhnya seperti mempersiapkan generasi yang kuat dan baik.
3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
Al ‘ilmu qablal qaul wal ‘amal (Berilmu sebelum berkata dan berbuat). Maka menjadi seorang ibu tetap menjadi pembelajar dalam kehidupan terutama ketika akan dan setelah menyandang status istri dan ibu. Berilmu bisa dengan membaca beragam buku dan dengan menghadiri majelis-majelis ilmu serta terlibat dalam suatu komunitas selama yang di dalamnya tidak menyimpang dan bersumber pada Al Qur’an dan As Sunnah. Karena dua inilah yang menjadi warisan terbaik Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang pada ummatnya dan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan Allah ta’ala kelak.
4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.
Ikhlas karena Allah dan tidak terburu-buru dalam setiap menerima ilmu dan informasi yang begitu cepat hadir di hadapan kita. Perlunya pengontrolan niat setiap kali ada hal-hal baru tertama ketika dalam mengamalkan ilmu, mengambil sumber yang jelas lagi shahih dengan bertabayyun adalah terpenting. Karena di sanalah keberkahan dari seorang penuntut ilmu. Ilmu akan membekas dan bermanfaat bila mengambil dengan cara yang haq.
Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia”

Salam Ibu Pembelajar,


Basmah Thariq / Ummu Asma’
[ Read More ]

22 Januari 2017

Menuju Lima

Posted by bianglalabasmah at 1/22/2017 09:32:00 PM 0 comments


Menuju angka lima dalam pernikahan bukan hal yang mudah dilewati. Bahkan ketika Allah ta'ala telah mengaruniakan dua putri pada kami. Sebab pernikahan tetap menjadi pertemuan dua orang dan dua keluarga yang berbeda. Hingga pernikahan tak melulu bermodalkan cinta. 

Cinta tak selalu menjadikan rumah tangga subur. Karena tetap akan dipertemukan pada ego masing-masing, juga kebiasaan yang sudah tertancap lama dari hasil didikan masa lalu. Sisa bagaimana kelebihan melengkapi kekurangan pasangan. Itulah mengutuhkan.

Maka pernikahan adalah memupuk dan menyuburkan selalu; pada iman. Meyakinkannya tak sekadar di hati siapa. Pun tak sekadar dilafadzkan di lisan pada moment sakral pertama yang menjadi salah satu syarat sah pernikahan. Melainkan dilibatkannya pada amalan setelah pernikahan itu digelar.

Maka pernikahan adalah anugerah. Tempat ibadah yang terluas meski amalan yang paling sederhana. Itulah sebabnya, pernikahan dikatakan memenuhi separuh agama. Menyempurnakan ibadah yang mungkin tak didapati dan atau tidak sepatutnya dilakukan di luar dari ikatan suci.

Begitupula pernikahan menjadi tempat belajar. Belajar untuk terus memupuk dan menyuburkan iman dalam pernikahan. Menguatkan cita dengan saling menggenggam pada nasehat menasehati dalam kebaikan-ketaatan, pun pada kesabaran. Sebab mengelola hati, memainkan peran penting dalam menapaki sepanjang perjalanan pernikahan. Semoga iman inilah yang terus terpelihara, hingga mengantarkan pada ridha Allah dan menuju JannahNya, kelak.

Wallaahu a'alam

untukmu, AF yang menjadi pengutuh dalam dien-ku,
jazakallaahu khaer wa barakallaahu fiik :) 

#karyaceria #owop #rumbelmenulisiip

[ Read More ]

17 Oktober 2016

Karir Wanita Karir

Posted by bianglalabasmah at 10/17/2016 09:49:00 PM 6 comments
“Kalau selesai kuliah, kamu mau kerja?” Tanya mama kala itu.“In syaa Allah mau fokus di rumah aja,” Jawabku.“Kalau begitu, untuk apa sibuk selesaikan skripsi?” Mama kembali mengajukan tanya.“In syaa Allah ilmu dari sekolah sampai kuliah tetap bisa bermanfaat di rumah..” Jawabku berusaha menenangkan mama. “Lagipula nanggung kalau harus berhenti, sisa skripsi ini, in syaa Allah..” Lanjutku.Kami pun sempat berdiam sejenak, saling mencerna kalimat masing-masing.“Mama yang gak kuliah, masyaa Allah tetap bisa membesarkan ke-tujuh anaknya. Paling minimal, saya juga ingin seperti mama..” Terangku meyakinkan beliau.

***

Adalah wajar ketika setiap orangtua punya harapan tinggi pada setiap anak terutama perempuan ketika telah berumah tangga dengan gelar sarjana pada setelah nama. Mungkin ini hal yang paling dilematis bagi orangtua ketika telah berupaya menyekolahkan anak-anaknya setinggi mungkin, lalu akan diperhadapkan pada kenyataan bahwa putrinya kembali ke rumah. Memutuskan memilih di rumah sebagai tugas utama.

Seperti halnya percakapan di atas, pertanyaan itu hadir di saat saya sedang hamil anak pertama di usia kandungan 4 bulan. Belum genap setahun usia pernikahan saya dan masih berstatus mahasiswa di tahun ke4 di kemilau kampus.

Jujur, jauh dari sebelum menikah, saya ingin bisa seperti mama. Saya tahu, mama bukanlah sosok yang paling menguasai di segala ilmu. Qadarullah, mengenyam di bangku sekolah sampai jenjang SMA bukanlah rezeki beliau. Jangankan SMA, SMP pun tak sampai. Tapi, “ilmu” dalam rumah tangga, pun atas doa-doa yang selalu beliau panjatkan mengantarkan kami, ke-tujuh anaknya, mampu bersekolah dalam pencapaian masing-masing. Berkeluarga dan berkarir alhamdulillah 'alaa bi idznillah. Semoga Allah merahmati orangtua kami di sisa usia mereka.

Mama membebaskan apapun dalam setiap pengambilan keputusan. Tak ada sedikit pun halangan dalam hal jurusan atau aktivitas yang ingin kami geluti. Bagi beliau, selama keterlibatan kami bisa mengantarkan dalam ketaatan dan kebaikan, lakukanlah! Silakan!

Maka mencita-citakan agar bisa menjadi ibu professional, adalah cita-cita saya dalam karir wanita yang sesungguhnya. Tidak sedikit terbersit ingin berkarir di luar rumah. Sampai pada sahabat terdekat saya, saya pernah sampaikan, “Sekalipun kelak selesai S1 dan Allah belum menghendaki saya bertemu dengan jodoh, saya tidak akan melanjutkan S2 sebagaimana kebanyakan wanita. Saya akan mencari aktifitas semisal kursus untuk meningkatkan kualitas dalam profesi kerumahtanggan, in syaa Allah..”

Ketika hari ini, lembaran ijazah masih begitu hangat dalam genggaman (hitungan dua bulan), dengan proses yang tidaklah sebentar (baca: berepisode XD), tetap menjadikan saya jatuh cinta pada karir wanita sesungguhnya. Meski masih mendapati dengan banyak kekurangan. Masih tertatih-tatih. Dalam pencapaiannya dibutuhkan ilmu, kesungguhan, kesabaran, dan keistiqamahan. Tak tertinggal karena ingin mendapatkan ridha suami.

Tidak terlepas pada karir wanita sesungguhnya, saya berterima kasih pada semua wanita yang telah menjadikan karir wanita karir di luar rumahnya. Entah apa yang terjadi tanpa upaya dan pengorbanan mereka dalam penempatan yang menyelamatkan banyak kaum wanita. Pada bidang kesehatan, bidang pendidikan, dsb-nya yang in syaa Allah semoga Allah membalas kebaikan mereka, dengan pelayanan maksimal dari wanita karir.


Tuk setiap ibu, apapun keputusan dalam karir wanita, semoga selalu ada ridha suami dan berkahNya di perjalanan “baiti jannati”. Barakallaahu fiikumaa, emaks..^^

#rumbelmenulisIIP
#OWOP
#IIPSulsel
[ Read More ]

10 Oktober 2016

Menyederhanakan “Me Time”

Posted by bianglalabasmah at 10/10/2016 04:23:00 PM 4 comments
Ketika topik me time pernah menghangat bahkan menjadi viral di jejaring sosial oleh sebagian kalangan mahmud (baca: mamah muda) sejagat Indonesia Raya. Pasalnya ada satu ungkapan me time yang kurang lebihnya mengenai ibu rumah tangga perlu piknik. Bahkan piknik 10.000 kali. Uwoow!! Subhanallaah! Kebayang bagaimana sambutannya. Lebih kebayang gimana piknik 10.000 kali yang menurut saya bakal ngos-ngosan. Tapi kali ini, saya enggan untuk membahas perihal piknik yang hitungannya ribuan itu. Khawatir pro-kontra justru hadir di sini, cukup mengenai bagaimana me time dalam perspektif di kehidupan saya saja.

Secara sadar, setelah bertambahnya status menjadi seorang istri dan telah dikaruniai dou A-Hafizhah –‘alaa bi idznillah-, maka perubahan waktu secara pribadi juga tidak sama sebagaimana saat single dahulu. Waktu-waktu sendiri, atau istilah me time dalam suguhan mahmud, begitu berharga. Tak jarang seorang ibu, terutama yang memutuskan full mom stay at home, kerap ada harapan, dimana me time berharga untuk dirinya. Entah bisa menikmati shalat secara khusyuk, makan tanpa diburu, menyelesaikan amanah domestik bebas iklan, hingga tidur pulas cantik. *maaf bila tulisan ini mengandung curhat

Sungguh, menjadi agak mendrama di kalangan mahmud, terlebih yang tidak dibarengi dengan kehadiran asisten rumah tangga misalnya. Atau telah hidup mandiri tanpa seatap di pondok indah orangtua/mertua. Ditambah dengan kehadiran anak-anak yang masih di sekitaran usia batita, yang kemanapun si ibu melangkah, anak-anak mengekorinya. Bahkan pada saat mandi pun berasa nikmat sekalipun hanya bisa mencelupkan diri ke air sesaat, asal tak membuat beberapa waktu kemudian rumah akan berlatarkan suara isak tangis anak sambil gedor-gedoran pintu kamar mandi. Cukup ya bu, curhatnya..cukup!! Betapa mahalnya kehadiran me time!

Maka me time bisa menjadi sebuah kemewahan, kelezatan, dan kenikmatan hingga tak jarang ada sesuatu yang hilang dalam dirinya. Bisa jadi timbulnya ketidakpercayaan pada dirinya, emosi yang tak tersalurkan, dan menganggap amanah rumah menjadi tuntutan yang berujung pada ikhlas yang dipertaruhkan. Pasalnya, lelah yang tak berkesudahan. Iman yang menurun. Kesabaran yang masih perlu di-dikte-kan kembali. Lantas, kesemuanya akan menyalahi taqdir? Atau pada suami? Pun pada anak-anak? Semoga bukan obsesi dalam ketiadaan me time yang ala "piknik", namun pada manajemen waktu itu sendiri.

Memulai me time dengan me-manage waktu. Saya sendiri di awal kelahiran anak pertama berusaha menjadwalkan jam tidur anak dari tidur pagi, tidur siang, dan tidur malam. Sampai pada kelahiran anak kedua berusaha tetap konsisten, Alhamdulillah. Tujuan mengaturkan jadwal jam tidur, agar saya bisa menyelesaikan amanah domestik tentunya secara leluasa (beberes tumpukan cucian piring, ke pasar, masak, mencuci dan menjemur pakaian, dll). Ditambah dengan menyelesaikan skripsi pada saat itu yang berepisode. Hahaha… terlihat sampai memakan waktu tiga tahun penyelesaiannya.

Kembali pada me time, sesederhana me time bagi saya tidak melulu pada piknik terlebih seorang diri dengan sekali lagi ada anak, tanpa art, juga tanpa kehadiran orangtua/mertua di sisi. Adalah hal mustahil bisa nge-mall dan ngemil sesuka hati, seorang diri. Atau ke salon, ke majelis ilmu, ke kegiatan parenting, dll. Sungguh, bagi saya, justru senang bila bisa mengajak anak-anak ke tempat yang bisa kami jangkau bersama dan memperkenalkan lingkungan baru ke anak-anak. Hal ini saya buktikan selama ini, saya tetap momong anak sambil kuliah, sepanjang proses penyusunan skripsi –yang ehem, tetap berepisode- hingga pencapaian gelar sarjana di tahun ketujuh di kampus –‘alaa bi idznillaah.

Me time pun tak selamanya dilakukan ketika anak tertidur pulas saja. Bisa di sela-sela waktu kehadiran ayahnya, di setiap paginya hingga jelang berangkat kerja, dan atau di malam hari sepulangnya dari kerja. Me time pun bukan persoalan dalam hal bersemedi ya, merenung, atau apalah namanya. Sebab me time bisa pada menyelesaikan amanah domestik yang bebas iklan. Hehehe.. Bisa pada menikmati makan makanan yang belum diperkenalkan pada anak-anak alias cheating time, semisal es krim, aneka cemilan coklat, dan…. mi instant. *maapkeun saya. Dan tentunya, harapan bisa menikmati pada dihadirkannya ke-khusyu’an dalam ibadah.

Dan me time pun bisa dengan cara menurunkan standar kita dari jadwal pada amanah domestik yang kerap saya lakukan. Dengan dibebastugaskan masak di waktu-waktu tertentu, tentu meminta ridha suami. Atau menunda sesaat menyelesaikan pekerjaan demi sebuah maslahat agar bisa istirahat sejenak. Dan menolerirkan sebagian amanah domestik yang sifatnya tidak terlalu mendesak/keharusan diselesaikan di waktu tersebut alias dikejar deadline. Mengingat pekerjaan rumah sifatnya berulang, meski telah tuntas di hari itu, namun keesokan hari akan menemuai hal yang serupa, begitupun seterusnya. Maka, memaafkan diri kita, meminta maaf pula pada suami, pun memaafkan dan membiarkan anak-anak dalam ekplorasinya yang menghasilkan rumah begitu tak seindah dalam pandangan. Maka, maafkanlah. Jadikan setiap sudut rumah menjadi baiti jannati dalam kondisi apapun.

Sesederhana me time itulah, in syaa Allah akan begitu ringan seperti melepas beban, bukan menjadi tuntutan, bahkan hadirnya energi positif di setiap kali kita menuntaskan amanah-amanah tersebut. Walau menyelesaikan harus dalam keadaan merangkak, paling tidak, me time bukan jadi momok yang begitu dirindukan karena sulitnya kita “memaafkan” diri ini karena tak mampu menyederhanakan me time.

Menikmati me time tetap dalam kebaikan, ketaatan, dan kebersamaan karena Allah pun bisa tanpa harus piknik 10.000 kali bukan? Tapi, sesekali piknik, tafakur alam, boleh lah yah… *lempar senyum ke suami. Istri mana sih yang akan menolak jika diajak piknik? :D

Wallaahul musta’an.


Menulis bagian menasehati diri
#rumbelmenulisIIP
#OWOP
#IIPSulawesi
[ Read More ]

10 Maret 2016

Satu Cuplikan, Bingkisan Terindah

Posted by bianglalabasmah at 3/10/2016 10:55:00 PM 0 comments

Kecocokan jiwa memang tak selalu sama rumusnya
Ada dua sungai besar yang bertemu dan bermuara di laut yang satu; itu kesamaan
Ada panas dan dingin bertemu untuk mencapai kehangatan; itu keseimbangan
Ada hujan lebat berjumpa tanah subur, lalu menumbuhkan taman; itu kegenapan
Tapi satu hal tetap sama mereka cocok karena bersama bertasbih memuji Allah seperti segala sesuatu yang ada di langit dan bumi, ruku’, dan keagunganNya..

(Salim A.Fillah)

Purnama semakin mampu menerangi hatiku beberapa saat ketika wajah yang kutengadahkan menatap langit malam. Benar-benar purnama penuh. Aku mengamati dengan seksama sesaat sepulang tarawih dari masjid terdekat di lokasi KKN. Seketika itu pula, aku teringat pagi tadi kakak lelaki pertamaku menelponku hanya untuk membacakan secuplikan yang tertulis dalam sebuah draft undangan walimah seseorang. Sederhana sih, tapi ada value yang masih terbungkam di sana. Ah, kecocokan jiwa ya? Nalarku mulai mencari sesuatu yang masih mengabu.
“Ketika cinta telah datang di hadapanmu dengan sejumlah alasan, apa yang ingin kau lakukan, Basmah?” Ini sebuah pertanyaan seseorang yang pernah masuk dalam inbox akun facebook-ku. Mungkin orang ini telah membaca salah satu tulisanku yang berjudul Bukan Datang Tanpa Alasan.
Sambil mengernyitkan kening keheranan dan perasaan senyum ditahan, aku membalasnya, “Hm, aku akan membawanya dengan sejumlah pertanyaan. Bolehkan? Jika aku akan memberinya serentetan pertanyaan untuk menyamakan alasan yang ia bawa. Apa aku salah?”
“Hahaha... sama sekali tidak salah. Justru untuk ‘mengutuhkan’ maksudmu, begitu?”
“Insya Allah.. Saling mendoakan ya.. ” Balasku. Kemudian ku bubuhi emotion senyum berkali lipat untuk pengirim pertanyaan ini. Terima kasih.

***
Kemudian terijabahnya satu per satu yang menarikku untuk terus merengkuhkan rasa syukur, alhamdulillah bini'matihii tatimmushaalihaat..

*tulisan yang mengendap, bermula di lokasi KKN^^

[ Read More ]

13 November 2015

Talents Mapping dan Homeschooling

Posted by bianglalabasmah at 11/13/2015 08:45:00 AM 0 comments
Resume kulwap Paralel HSMN Kalimantan 1 dan 2
Hari, tgl : senin n selasa, 26 s/d 27 okt 2015.
Waktu : mulai 20.00 wib smpi selasa sekitar jam 21.00 ( menyesuaikan saat cikgu online)
Pemateri : Cikgu Adrian.
Tema : Tallent mapping n Homeschooling.
Moderator : Echi, Siti, Ina n Susi
Notulen : Echi, Siti n Ellin.

Assalamu’alaikum wr wb.
PENGANTAR DISKUSI
Konsep TM yg merupakan ‘turunan’ dari ilmu Psikologi Positif, yg awalnya dikembangkan oleh Gallup Organization USA, dengan meniliti 2 juta responden, sehingga diperoleh data-data ttg tema bakat yg ribuan banyaknya. Lalu oleh Donald Clifton, dikelompokkan menjadi 34 tema bakat. Di Indonesia Ir.Rama Royani (Abah Rama) alumni ITB angkatan 1964 yg sudah lebih dari 30 tahun menggeluti dunia kerja dan terutama HRD, berinisiatif menterjemahkan teori dan penelitian tersebut dengan membuatkan ‘tools’ untuk mengetahui TM seseorang, yg bahkan sekarang didunia kerja digunakan untuk job analysis, strenght based human resources management dsb
Talents Mapping digunakan untuk mengidentifikasi potensi kekuatan individu dengan didasari pada penemuan bakat. Penggabungannya dengan skill dan pengetahuan banyak dibutuhkan dalam dunia kerja dan dapat mengidentifikasi dari mana dan bagaimana profil bakat yang dibutuhkan. ProgramTalents Mapping mencakup Pengukuran dan Pernyataan Kekuatan Diri (Personal Strengths Statement).
Paradigma Nature meyakini bahwa bakat terbentuk sejak 60 hari sebelum manusia dilahirkan sampai dengan 16 tahun, dan sulit untuk berubah. Diketahui bahwa setiap manusia dipastikan memiliki bakat atau karakter yang berbeda-beda. Oleh karena itu, daripada membuang-buang waktu dengan memberikan pelatihan yang ditujukan untuk memperbaiki kelemahan, akan lebih baik bila kita berfokus pada pengembangan KEKUATAN untuk mendapakan hasil terbaik dan mensiasati KELEMAHAN yang ada ✅
Moderator 👇🏻
Wa’alaikum salam
Alhamdulillah cikgu Adrian sdh bersama kita HSMN Kalimantan
Selamat datang..
Kita memulai kulwap dg Bismillah dan shalawat, salam kepada suri teladan insan Nb Muhammad saw.
Cikgu Adrian nti juga akan berbagi cerita utk kita semua ttg keputusan beliau mengHS anak anak nya..

Belum memberikan profile lho cikgu😊
Cikgu Adrian.
Perkenalkan saya , Adrian , kawan-kawan saya memanggil saya Cikgu.
Pendidikan : Fisika ITB (setahun) , lalu pindah ke Teknik Gas & Petrokimia (T. Kimia) UI
Kegiatan :
1. Konsultan Pendidikan, khususnya Pelatihan Guru dan Strategi Belajar
2. Konsultan HS
3. Trainer Talents Mapping (TM)
4. Pengajar Matematika
5. Jaringan Sekolah Alam Nusantara (JSAN) , pokja Talents Mapping

Nama Istri : Sulistyowati
Pendidikan : Sastra Arab UI dan Ma’had Al Mannar
Kegiatan :
1. Ibu Rumah tangga
2. Koordinator Pusat Puteri Gading,  Thifan Tsufuk

HS yang kami jalani,  sebenarnya sederhana saja,  menggabungkan konsep pendidikan sekolah alam (didirikan bang Lendo Novo)  dengan mengutamakan pembinaan keimanan (akidah/tauhid) dan pembinaan akhlak (karakter) di pendidikan dasarnya, termasuk didalamnya  Al Quran dan sunnah Rasulullah saw serta belajar bersama alam (alam takambang jadi guru).
Disamping itu kami juga menerapkan konsep Talent Mapping dalam memfasilitasi talenta anak-anak dengan fokus kepada KEKUATAN (Bakat Surplus), sehingga tidak terlalu pusing dengan KELEMAHAN (Bakat defisit)nya, krn kami menyadari bahwa sebagai manusia yg bersosialisasi, manusia bisa bekerjasama dalam menutupi kelemahannnya dengan manusia lain yg mempunyai bakat surplus dibidang yg ia tidak kuasai.
Moderator 👇🏻
Jazaakallahu khoir cikgu.
Baiklah sekarang kita lanjut ke pertanyaan.
🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃
Jazaakallahu khair cikgu, akan langsung ke pertanyaan..􀰊
1⃣ Bagaimana cara awal memetakan potensi anak..apakah bisa dengan melist kesukaan anak..dan bagaimana cara mengetahui talentnya setelah list kesukaan anak. ✅
Bunda Sri R
Cikgu Adrian.
👇🏻 Bunda Sri, usia anak-anak adalah usia explorasi jadi beri mereka kesempatan untuk berkembang. Biasanya kami sarankan kpd orangtua untuk melakukan “3 BANYAK”, yakni BANYAK interaksi, dengan BANYAK orang (baik profesi dan karakter), dalam BANYAK ragam aktifitas. Sehingga semakin 3 BANYAK, maka semakin mudah kita dan anak mengetahui potensi yg ada pada dirinya. ✅

2⃣ Bagaimana memadukan pemgembangan bakat dan potensi anak ini dengan target2 parenting nabawiyah seperti akhlak dan tahfizh?, karena yg sering terlihat di lapangan contoh2 yg kurang terpadu?✅
Umi Qanita
Cikgu Adrian: 👇🏻
Umi Qonita, lepas dari apa yg ibu maksud dengan Parenting Nabawiyyah, prinsipnya “Akhlak itu digembleng, bakat itu difasilitasi, jangan dibalik ya”
Sehingga ketika seorang anak akan dibentuk mudah bangun Shubuh, maka gemblengan kepada dirinya seperti dari tidur paling telat pk 21, dan bangun misal 30 menit sebelum adzan Shubuh adalah bagian dari pembentukannya. Tentu semua dilakukan dengan kerangka kasih sayang dan suasana dialog serta kesepakatan antara ortu dan anak-anak. Dan sebagaimana diajarkan Rasulullah saw, maka pendidikan akhlak dimulau dari TELADAN.
Sedangkan bakat/talenta, itu difasilitasi, diasah, dicarikan pelatih/gurunya untuk mengembangkan talentanya.✅
3⃣ selama
Perjalanan insan dr lahir sampai baligh memakan waktu yg lama.
Bagaimana memupuk kekuatan dan meminimalisir kelemahan anak dan orangtua? ✅

Ummu Faza
Cikgu Adrian: 👇🏻
Ummu Faza, fokus aja dengan KEKUATAN (bakat surplus) bu, gw usah pusing dengan kelemahan (bakat defisit). Nanti khan anak ibu akan sinergi (beramal jama’i) dengan temannya atau orang lain. ✅
4⃣ Cikgu, melihat profil, cikgu dan istri sangat cocok saling melengkapi dalam tarbiyah anak2, boleh bercerita bagaimana awal cikgu memutuskan HS dan sekilas proses merumuskan kurikulum HS dalam keluarga?✅
Umi N
Cikgu Adrian: 👇🏻
Umi N, ibu juga cocok kok dengan suami ☺

Awalnya anak-anak (pertama dan kedua) sekolah di School of Universe (Sekolahalam Parung), namun berjalan satu tahun terlihat sekali mereka lelah, krn jarak rumah kami yg amat jauh ke SoU, lalu kami ajak diskusi anak-anak shg diputuskan deh untuk HS. Saat itu anak pertama pas lulus paket B (SMP) dan anak kedua kelas 2 SMP. ✅
Moderator: 👇🏻
5⃣ Tanya: bolehkah orgtua mengarahkan anak ke arah tertentu ketika orgtua belum mampu memetakan bakat anak..? Misalnya anak diajak menghafalkan qur’an meskipun orgtua belum tau apakah anak punya bakat menghafal atau tidak.. trmksh..✅
Ummi ellin.
Cikgu Adrian: 👇🏻
Ummi Ellin, menghafal Al Quran itu bagian dari pendidikan akhlak, namun PENCAPAIAN anak dalam menghafal itu bakat. Jadi dapat 30 Juzkah, 20 Juz, 10, 5, 1 kembali ke bakat (dan rezeki, kata ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf al Hafizh), jadi tidak bisa dibandingkan anak yg satu dengan anak yg lain.
6⃣ Apakh akurat melihat bakat & karakter anak dr pemeriksaan sidik jari anak. Krn ada bberp penawrn program terkait pemeriksaan sidik jari.✅
Nisa.
Cikgu Adrian: 👇🏻
Nisa, karena ingin tahu, saya sudah coba tes tsb ke anak pertama dan kedua, kesimpulannya saya tidak menemukan korelasi logis antara sidik jari dengan bakat. Tapi saya tidak ingin mengomentari lebih jauh produk tsb. Wallahu alam ✅
7⃣ Sering kita dgr ortu berkata, “anak sy bakatnya menyanyi, badminton, melukis”, Krn mungkin anaknya berprestasi di bid itu. Lalu klo anaknya yg suka membaca, anak yg bawel, anak yg rajin membantu ortu pekerjaan rmh tdk dikatakan sbgi anak yg berbakat ? Sy jd bingung cikgu..sebenarnya bakat itu apa ya ?✅
Echi Ummu Haziq.
Cikgu Adrian: 👇🏻
Saya izin sebentar ibu, harus keluar rumah dulu nih. Dilanjut besok jg boleh.

Moderator : 👇🏻
Baik cikgu,Insya Allah kita lanjutkan besok, silahkan langsung di jawab saat antum sempat, jazakallah khaer untuk menemani kami belajar malam ini.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Lanjutan kulwap hari selasa 27 Oktober 2015 n cikgu lgsg menjawab pertanyaan yg tertunda.
🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃
Cikgu Adrian: 👇🏻
Bu Echi, Menyanyi, Main Badmintom, Melukis, dsb itu bakat yg berkaitan dengan Indera, dan itu mengujinya adalah dengan memberinya latihan langsung dengan mencoba, jika hasilnya baik dan lalu difasilitasi dengan dipanggil pelatih lalu makin keren lagi maka konfirm itu bakatnya.
Anak suka membaca bisa jadi ia punya bakat FOCUS atau LEARNER, anak yg ‘bawel’ bisa jadi ia punya bakat COMMUNICATION, COMMAND, ARRANGER dsb, anak yg rajin membantu ortu bisa jadi punya bakat ACTIVATOR dan EMPHATY.

Bakat itu apa?
Bakat itu personality yg positif dan produktif bu, jadi MALAS itu bukan bukan bakat ya bu. ✅

8⃣A. salam cikgu… sejak usia brp anak mulai terlihat bakatnya? Krn anak2 kn biasanya bereksplorasi dgn byk hal…krn jujur sampai saat ini sy sndri sbg ibu blm tw bakat nya apa 😅 -✅
susi bunda alif-
8⃣B. Dengan memberikan bermacam macam permainan apakah baik untuk anak dan apakah bisa permainan di jadikan acuan untuk mengira kemana bakat si anak?✅
Sri Utami
Cikgu Adrian: 👇🏻
Bu Susi,
A. Kata kuncinya sudah ibu sebut, Eksplorasi. Jadi jangan terpancing dengan keinginan ingin segera mengetahui bakat anak, lakukan 3 BANYAK (lihat jawaban untuk penanya 1⃣)

Cikgu Adrian: 👇🏻
B. Bu Sri, Bukan hanya bermacam mainan bu, tapi bermacam-macam orang baik tua dan muda, berbagai karakter dan berbagai profesi, lalu dalam banyak ragam aktifitas. Nanti kalau hanya mainan, anak ibu cuma jadi anak rumahan loh. ✅

Moderator 👇🏻
Wahh….brti mngajak anak2 utk silaturahim dgn byk org bkn cm biar si anak pcaya diri ya…tapi bs mmbantu si anak jg mnemukan bakatnya👍👍
Cikgu Adrian: 👇🏻
Benar ibu, jadi kalau ada tamu ortu, seharusnya anak-anak diperkenalkan dulu dengan tamu ortu ysb, bukan diusir 😁
👇🏻
Tapi kl anak tsb malu dgn org baru gmn cikgu?misal ank tsb tdk mw salaman dgn tamu ortunya malah ngumpet…

Cikgu Adrian: 👇🏻
Ya gpp bu, didampingi saja dulu, dan tentu bertahap. Paling tidak anak sudah mencoba, tidak di-block.

Skalian next question cikgu.
9⃣ Terkait Tallent Mapping, misalnya bakat anak tyt tidak sesuai tuntunan rasulullah misal musik, menari atau yg lain gmn ya cikgu? Bisakah digali bakat yg lain, gimana caranya? ✅
Redha
Cikgu Adrian: 👇🏻
Bu Redha, bakat itu pemberian Allah swt jadi yakinlah tidak ada yg buruk. Musik khan bisa diarahkan ke Musik dengan syair yg baik dan bernuansa dakwah. Yang jadi salah khan musik yg melupakan diri mereka kpd Allah swt, lupa sholat dsb. Menari, mungkin cukup sampai anak menguasai gerakan namun tentu tidak sampai diarahkan untuk membuat anak-anak jadi ‘gila panggung’.
Di konsep sekolah alam, pendidikan seni itu diberikan untuk membuat anak mencintai keindahan, shg anak ikut menjaga agar alam ini tidak rusak, anak akan senang dengan ‘musik’ dari alam baik itu dari gesekan dedaunan, deburan ombak, cuitan burung dsb. Anak jadi mencintai ciptaan Allah swt.
Bakat lain? Ya itu tadi bu di “3 BANYAK” saja. ✅

Moderator: 👇🏻
1⃣0⃣ Bisa tlg ceritakan saat anak anaknya HS kan sdh di SA
Programnya?
Beruntung cikgu guru jd biasa dg silabus dan dunia mengajar..bgmn jk ayahnya sibuk kantoran apa bisa HS? ✅

Ina
Cikgu Adrian: 👇🏻
Bu Ina, anak-anak HS setelah keluar dari SoU/SA, karena jauh, jadi ya sudah konsep SA secara umumnya yg saya ambil, untuk usia SMP ke atas (usia baligh) , maka anak-anak harus dididik menjadi manusia dewasa, baik dalam hal kemandiriaan dan tanggung jawab.
Anak-anak belajar sesuai talentanya, disamping itu mereka juga belajar bisnis dengan magang di perusahaan. Sedangkan persiapan UN atau Ujian paket kami siapkan selama 6 bulan sepekan 2-3 hari.

Kalau ayah sibuk di kantor, maka ibu berarti jadi ibu super ya, keren bu 😁
Khan pengajar atau guru atau pelatih bisa outsourcing atau diikutkan ke kursus, tidak harus ditangani semua oleh ibu. Ibu, selain kasih sayangnya yg dibutuhkan anak-anak, juga harus menjadi manajer dari anak ibu. Kadang anak itu butuh ibu sebagai coach bu. 😊✅
1⃣1⃣sy dengar ada anak yg bakatnya dilihat dari lebih ke otak kanan/kiri. Misal anak sy yg pertama diusia batita lbh suka alatmusik. Sdngkan adiknya diusia batita lbh suka buku yg warna warni. Tapi diusia mereka sekarang terlihat hampir sama saja. Si adik suka jg alatmusik, dan si kk suka buku juga.
APakah bisa melihat talent nya dari hal itu.
Dan bagaimana menurut cikgu dlm definisi otak kanan dan kiri dianak2.
Yg sy tau, kalau lbh suka seni lebih ke otak kanan. Kalau lebih suka verbal/buku itu otak kiri. Apa benar?
Dan bisa diarahkan kemana? Dan test TM itu dmana ya cikgu ? ✅

Cikgu Adrian: 👇🏻
Bu Gina, di usia balita dan batita masih sangat mungkin berubah-ubah bu. Oleh karenanya teruskan saja ibu eksplorasi dengan 3 BANYAK.
Kecenderungan ke otak kanan atau kiri, itu juga bagian dari bakat. Dari tes Talents Mapping insya Allah ketahuan apakah anak ibu kuat di otak kanan atau otak kiri. Ada yg kuat keduanya dan ada yg tidak kuat keduanya krn misalnya anak lebih kuat ke hal-hal yg lebih bersifat operating (skill).
Cikgu Adrian: 👇🏻
Yang kuat otak kiri (kuat logicnya) lebih bisa diarahkan ke arah Science, Economic, Engineering dan sejenisnya. Sedangkan yg kuat otak kanannya (kuat daya kreatif dan imaginasinya) bisa diarahkan ke Design Grafus, Interior, Marketing dsb. Tes TM bisa saya berikan form ujinya nanti. Nanti saya berikan ke Admin bu.✅
1⃣2⃣Cikgu, anak saya suka sekali menonton. Saya tau dia visualnya kuat. Sekali dicontohkan bisa. Hanya saja saat diajak keluar rumah silaturahim ketempat teman atau klg. Lebih bnyk diam dan hanya memperhatikan seperti saat dia menonton tv. Memang yg di tonton kartun yg baik krn sy menyortir tontonannya. Apakah itu baik?
Dan selalu aktiv tanya. Gak berenti tanya sampe sy gak dpt jwbnya baru dia berhenti bun. Tapi klo diluar diam.
Usia 3 dan 6 tahun. ✅

Zallykha
Cikgu Adrian: 👇🏻
Bu Zallykha,
Keinginan tahu yg tinggi menunjukkan anak ibu cerdas otak kirinya, namun kebanyakan nonton TV membuat anak pasif. Karena TV itu satu arah ibu. Iklim diskusi tidak terbentuk. ✅

1⃣3⃣ Cikgu sya blm tll paham dgn cerdas otak kiri atau kanan…apkh mmg itu mnentukan bakat anak? ✅
Susi.
Cikgu Adrian: 👇🏻
Bu Susi, kalau kuat otak kiri atas berarti anak punya kemampuan analitis dan pembacaan grafik yg kuat, cenderung matematis, dan jika kuat otak kiri bawah anak cenderung ke arah investigating, riset sehingga sering bertanya mengapa, kok bisa begitu, kepo lah kalau bahasa gaulnya 😁
Sedangkan jika kuat otak kanan maka anak cenderung ke arah designing, creating, marketing, planning dsb✅
👇🏻
Kl anak usia krg dr 3thn sdh mulai terlihat kah cikgu?

Cikgu 👇🏻
Umur 3 thn blm dong bu..😁
Moderator : 👇🏻
Kita lanjut lagi cikgu 😁
1⃣4⃣Bagaimana mengatur kegiatan bersama dirumah untuk 2anak yg usianya beda 1,5tahun, padahal kan minat bakatnya bisajadi berbeda. Cara efektif agar bakat keduanya bs terfasilitasi dgn baik. Usia anak saya 5y dan 3,5y . ✅
Ghina.
Cikgu 👇🏻
Bu Ghina, 5 dan 3,5 th masih bisa diajak bermain bersama ya, paling penugasan saja diberikan berbeda yg kesulitannya disesuaikan dg usia. Kalau bakat, khan masih usia eksplorasi bu. Jadi biarkan mereka mencoba apa saja dulu. ✅
1⃣5⃣ Usia berapa anak bisa mulai hs? Ap saja yg harus dpersiapkan? Apakah membutuhkan biaya yang banyak? Maaf klo pertanyaanx tll teknis.✅
Redha
cikgu
👇🏼

Bu Redha, dari sedini mungkin bisa kok bu, tinggal kembali kepada kesiapan ibu dan bapak saja. Soal biaya, relatif ya bu, bisa lebih murah bisa juga lebih mahal, tergantung apa saja yg akan dijalani, mungkin beban terasa ringan jika ibu dan keluarga bersama-sama dengan komunitas seperti HSMN ini. ✅
1⃣6⃣ Klo HS kita fokuskan kepada 1 bid ilmu saja boleh kah cikgu (khusus utk bekal duniawinya)? Misalnya fokus ke matematika saja smpi ngelotok..heehe dan apa ada efek negatifnya ? Sedangkan ilmu2 utk bekal akhiratnya sdh pasti di no 1 kan..✅
Cikgu
👇🏼

Bu Echi, ini asumsinya pembinaan akhlak, akidah, ibadah dsb-nya sudah termasuk ya?
Kalau anak memang passion di Matematika, ya gpp bu, tapi kalau tidak passion, ya zhalim namanya. Khan tidak buruk jika anak tidak bisa Matematika. Yang buruk jika anak tidak menjadi manusia yg sholeh😊 ✅

Echi
👇🏼

Tp terkendala utk mengikuti ujian persamaan barangkali ya cikgu..
Iya cikgu, asumsusi pembinaan akhlak, akidah n lainnya tetap berjalan

cikgu
👇🏼

Bu Echi, Ujian Persamaan (paket) atau UN, khan hanya masalah terlatih atau tidak, pengalaman kami, cukup 6 bulan kami persiapkan anak-anak untuk UN, alhamdulillah lulus bu, nilainya juga bagus. Khan soal UN itu 3-5 tahunan ya begitu-begitu saja. ✅
1⃣7⃣ Cikgu…adakah kendala yang pernah dialami slma mnjalni HS? ✅
Susi
cikgu
👇🏻

Bu Susi, tentang kendala menjalani HS, alhamdulillah so far so good bu. Jangan lupa iringi selalu usaha kita mendidik anak yg diamanahkan Allah swt ini dengan juga selalu meminta bimbingan dari Allah swt. Rutinkan tahajud ya bu 😊✅
1⃣8⃣ Anak sy kls 7 smp, memakai k13. Curhatnya mengalami kesulitan memgikuti pelajaran di sklh. Saat ini rata2 guru2 sll perintahkan murid2 utk bertanya ke mbah gugel. Sy jd menyimpulkan utk apa anak sy msk ke sklh tsb, bgsnya dia sy les kan saja, byk baca n tanya mbah gugel..
Klo anak full diserahkah ke bimbel sdh mewakili HS kah cikgu ? ✅

Echi Ummu Haziq
Cikgu 👇🏻
Bu Echi, lagi dengan asumsi pembinaan akhlak, Al Quran dsb sudah ditangani ya bu, maka bimbel baru menuntaskan akademiknya saja, bahkan bimbel cenderung lebih fokus dalam menjawab soal-soal tes. Sedangkan Kurikulum 2013 itu pendekatannya tidak hanya kognisi tapi juga penekanan pada aspek afektif dan psikomotorik. Kenapa di K13 mata pelajari dikurangi bahkan mata pelajari ITK dihapuskan, itu khan agar siswa dan guru tidak hanya belajar dengan sumber buku, namun juga mencari reverensi lain, makanya ‘mbah Google’ diajak turut serta. Namun tidak sampai disitu, siswa diminta juga melakukan praktek dilapangan, shg ilmu yg diperoleh tidak hanya ilmu buku. ✅
1⃣9⃣A. Kira2 bisa diadakan pelatihan khusus utk ortu yg ingin meng HS kan anaknya kah cikgu ? spy kita2 nggak gamang n bingung mau memulai drmana.
Echi ummu haziq
1⃣9⃣ B. Mohon penjelasan lebih terkait ap yang harus dpersiapkan ketika akan memulai HS ?✅
Redha.

Cikgu 👇🏻
A. Bu Echi, untuk pelatihan bisa HSMN yg mengadakan, bisa juga dalam bentuk forum sharing.
B.Bu Redha, pendidikan itu khan tugas dan tanggungjawab yg sudah melekat otomatis ketika kita punya anak ya, jadi kesiapan pertama adalah menyadari bahwa anak-anak adalah amanah dari Allah swt kepada kita para orangtua. Jadi bersungguh-sungguhlah dalam mendidik anak, krn diakhirat kita akan dimunta pertanggungan jawabnya.
Apa tujuan pendidikan anak, ya sesuaikan dengan tujuan penciptaan manusia.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” QS 51 : 56✅
moderator
👇🏼

Trima kasih sdh mengingatkan akan tanggung jawab sbgi ortu cikgu.
2⃣0⃣Bagaimana menghadapi anak yg terlambat dalam proses bicara? Anak kami usia 2,8th. Belum bisa bicara utuh,masih sepotong2. Dan kadang hanya akhiran kata saja. Terkadang yg terjadi adalah salah faham dalam proses belajar. Sejak ia bayi, kami hanya mengenalkan apa yg ada di lingkungan saja dan lebih banyak mengenalkan buku2 bacaan yg ada. Bagaimana caranya agar anak kami lebih teratur dalam belajar? Sudah ada jadwal, tp terkadang terlewatkan krn anaknya yg tidak mood. Terima kasih✅
Desy
Cikgu Adrian: 👇🏻
Bu Desy, untuk masalah lambat bicara sebaiknya ibu konsul ke psikolog, agar diobservasi dan ada solusi terapi bicara.
Mengenai belajar, diusia tsb, kemasan belajar adalah dengan bermain. Karena prinsipnya Learning is Fun. Jangan sampai dibenaknya tertanam belajarnya itu membuat dirinya jadi susah. Pandai-pandai menjaga mood anak-anak, dan yg pasti sampai usia Basic Elementary hindari Calistung ✅

Moderator 👇🏻
Tetap sabar n terus berdo’a spy ananda cpt lancar bicaranya mba desy, bukan bgtu cikgu ? 😁
Cikgu Adrian: 👇🏻
Semoga diberi banyak kemudahan oleh Allah swt ya bu Desy. ✅
Moderator 👇🏻
Aamiin..
Sptnya bunda2 hsmn wil kalimantan sdh nggak ada pertanyaan lagi ya..
Alhamdulillah syukur yg dalam kita kpd Allah atas kesempatan diskusi yg seru n pjg ini.
Kami para pembelajar tangguh dr hsmn wilayah kalimantan mengucapkan trima ksh kpd cikgu adrian atas perkenannya telah berbagi ilmu yg sangat bermanfaat ini.

Sebelum mengakhiri diskusi kita, kami mhn cikgu berkenan memberikan kesimpulan n closing statement utk kami..
Oiya cikgu, diluar jadwal kulwap n diskusi hsmn apakah kami msh diijinkan utk bertanya n japri lgsg kepada cikgu ?
Cikgu Adrian:👇🏻
Siaaaap bu, diselingi ke-sok sibuk-an saya ya ibu-ibu
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
PENUTUP
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Baiklah ibu-ibu, setelah beberapa hari kita diskusi, semoga banyak manfaat kita bisa ambil dalam rangka memperbaiki kualitas pendidikan anak-anak kita semua.
Semoga ini bukan pertemuan terakhir. Jika yg saya sampaikan itu benar maka sesungguhnya kebenaran itu milik Allah swt dan semoga Allah swt menjadikan ini bernilai ibadah, namun jika yg saya sampaikan itu salah maka itu murni kesalahan saya pribadi dan untuk itu saya mohon dibukakan pintu maaf dari ibu-ibu semua serta memohon ampunan dari Allah swt.

Kepada bu Ida Nuraini selaku founder HSM Nusantara, saya ucapkan terima kasih atas kesempatan yg diberikan kepada saya, sehingga saya bisa berdiskusi dengan ibu-ibu yg sholehah dan berilmu luas di grup yg berkah ini. Jazaakillah khairan katsiran.
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ
أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Demikian, 😁
Terima kasih ibu-ibu semua atas diskusi dan sharingnya. Sampai ketemu dilain kesempatan. Jazaakumullah khairan katsiran.
Wassalamu ‘alaikum wr wb.
Moderator 👇🏻
Siaaaap jg n sabar menanti cikgu..
Hanya Allah yg balas kemurahan hati cikgu berbagi dgn kami semua..
Trima ksh dan apresiasi yg dalam juga buat bunda2 dr hsmn kalimantan 1 n 2 atas partisipasinya menyimak, bertanya n mengambil ilmu bermanfaat pada kulwap kita 2 hari ini.

Sy mewakilili admin n moderator jg mhn maaf apabila ada kata2 atau candaan yg kurang berkenan..
See u on the next kulwap..

Akhir kata, wabillahi taufik wal hidayah, wassalammu’alaikum warohmatullahi wabarakatuh..

[ Read More ]
 

Bianglala Basmah Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea