13 November 2015

Talents Mapping dan Homeschooling

Posted by bianglalabasmah at 11/13/2015 08:45:00 AM 0 comments
Resume kulwap Paralel HSMN Kalimantan 1 dan 2
Hari, tgl : senin n selasa, 26 s/d 27 okt 2015.
Waktu : mulai 20.00 wib smpi selasa sekitar jam 21.00 ( menyesuaikan saat cikgu online)
Pemateri : Cikgu Adrian.
Tema : Tallent mapping n Homeschooling.
Moderator : Echi, Siti, Ina n Susi
Notulen : Echi, Siti n Ellin.

Assalamu’alaikum wr wb.
PENGANTAR DISKUSI
Konsep TM yg merupakan ‘turunan’ dari ilmu Psikologi Positif, yg awalnya dikembangkan oleh Gallup Organization USA, dengan meniliti 2 juta responden, sehingga diperoleh data-data ttg tema bakat yg ribuan banyaknya. Lalu oleh Donald Clifton, dikelompokkan menjadi 34 tema bakat. Di Indonesia Ir.Rama Royani (Abah Rama) alumni ITB angkatan 1964 yg sudah lebih dari 30 tahun menggeluti dunia kerja dan terutama HRD, berinisiatif menterjemahkan teori dan penelitian tersebut dengan membuatkan ‘tools’ untuk mengetahui TM seseorang, yg bahkan sekarang didunia kerja digunakan untuk job analysis, strenght based human resources management dsb
Talents Mapping digunakan untuk mengidentifikasi potensi kekuatan individu dengan didasari pada penemuan bakat. Penggabungannya dengan skill dan pengetahuan banyak dibutuhkan dalam dunia kerja dan dapat mengidentifikasi dari mana dan bagaimana profil bakat yang dibutuhkan. ProgramTalents Mapping mencakup Pengukuran dan Pernyataan Kekuatan Diri (Personal Strengths Statement).
Paradigma Nature meyakini bahwa bakat terbentuk sejak 60 hari sebelum manusia dilahirkan sampai dengan 16 tahun, dan sulit untuk berubah. Diketahui bahwa setiap manusia dipastikan memiliki bakat atau karakter yang berbeda-beda. Oleh karena itu, daripada membuang-buang waktu dengan memberikan pelatihan yang ditujukan untuk memperbaiki kelemahan, akan lebih baik bila kita berfokus pada pengembangan KEKUATAN untuk mendapakan hasil terbaik dan mensiasati KELEMAHAN yang ada ✅
Moderator 👇🏻
Wa’alaikum salam
Alhamdulillah cikgu Adrian sdh bersama kita HSMN Kalimantan
Selamat datang..
Kita memulai kulwap dg Bismillah dan shalawat, salam kepada suri teladan insan Nb Muhammad saw.
Cikgu Adrian nti juga akan berbagi cerita utk kita semua ttg keputusan beliau mengHS anak anak nya..

Belum memberikan profile lho cikgu😊
Cikgu Adrian.
Perkenalkan saya , Adrian , kawan-kawan saya memanggil saya Cikgu.
Pendidikan : Fisika ITB (setahun) , lalu pindah ke Teknik Gas & Petrokimia (T. Kimia) UI
Kegiatan :
1. Konsultan Pendidikan, khususnya Pelatihan Guru dan Strategi Belajar
2. Konsultan HS
3. Trainer Talents Mapping (TM)
4. Pengajar Matematika
5. Jaringan Sekolah Alam Nusantara (JSAN) , pokja Talents Mapping

Nama Istri : Sulistyowati
Pendidikan : Sastra Arab UI dan Ma’had Al Mannar
Kegiatan :
1. Ibu Rumah tangga
2. Koordinator Pusat Puteri Gading,  Thifan Tsufuk

HS yang kami jalani,  sebenarnya sederhana saja,  menggabungkan konsep pendidikan sekolah alam (didirikan bang Lendo Novo)  dengan mengutamakan pembinaan keimanan (akidah/tauhid) dan pembinaan akhlak (karakter) di pendidikan dasarnya, termasuk didalamnya  Al Quran dan sunnah Rasulullah saw serta belajar bersama alam (alam takambang jadi guru).
Disamping itu kami juga menerapkan konsep Talent Mapping dalam memfasilitasi talenta anak-anak dengan fokus kepada KEKUATAN (Bakat Surplus), sehingga tidak terlalu pusing dengan KELEMAHAN (Bakat defisit)nya, krn kami menyadari bahwa sebagai manusia yg bersosialisasi, manusia bisa bekerjasama dalam menutupi kelemahannnya dengan manusia lain yg mempunyai bakat surplus dibidang yg ia tidak kuasai.
Moderator 👇🏻
Jazaakallahu khoir cikgu.
Baiklah sekarang kita lanjut ke pertanyaan.
🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃
Jazaakallahu khair cikgu, akan langsung ke pertanyaan..􀰊
1⃣ Bagaimana cara awal memetakan potensi anak..apakah bisa dengan melist kesukaan anak..dan bagaimana cara mengetahui talentnya setelah list kesukaan anak. ✅
Bunda Sri R
Cikgu Adrian.
👇🏻 Bunda Sri, usia anak-anak adalah usia explorasi jadi beri mereka kesempatan untuk berkembang. Biasanya kami sarankan kpd orangtua untuk melakukan “3 BANYAK”, yakni BANYAK interaksi, dengan BANYAK orang (baik profesi dan karakter), dalam BANYAK ragam aktifitas. Sehingga semakin 3 BANYAK, maka semakin mudah kita dan anak mengetahui potensi yg ada pada dirinya. ✅

2⃣ Bagaimana memadukan pemgembangan bakat dan potensi anak ini dengan target2 parenting nabawiyah seperti akhlak dan tahfizh?, karena yg sering terlihat di lapangan contoh2 yg kurang terpadu?✅
Umi Qanita
Cikgu Adrian: 👇🏻
Umi Qonita, lepas dari apa yg ibu maksud dengan Parenting Nabawiyyah, prinsipnya “Akhlak itu digembleng, bakat itu difasilitasi, jangan dibalik ya”
Sehingga ketika seorang anak akan dibentuk mudah bangun Shubuh, maka gemblengan kepada dirinya seperti dari tidur paling telat pk 21, dan bangun misal 30 menit sebelum adzan Shubuh adalah bagian dari pembentukannya. Tentu semua dilakukan dengan kerangka kasih sayang dan suasana dialog serta kesepakatan antara ortu dan anak-anak. Dan sebagaimana diajarkan Rasulullah saw, maka pendidikan akhlak dimulau dari TELADAN.
Sedangkan bakat/talenta, itu difasilitasi, diasah, dicarikan pelatih/gurunya untuk mengembangkan talentanya.✅
3⃣ selama
Perjalanan insan dr lahir sampai baligh memakan waktu yg lama.
Bagaimana memupuk kekuatan dan meminimalisir kelemahan anak dan orangtua? ✅

Ummu Faza
Cikgu Adrian: 👇🏻
Ummu Faza, fokus aja dengan KEKUATAN (bakat surplus) bu, gw usah pusing dengan kelemahan (bakat defisit). Nanti khan anak ibu akan sinergi (beramal jama’i) dengan temannya atau orang lain. ✅
4⃣ Cikgu, melihat profil, cikgu dan istri sangat cocok saling melengkapi dalam tarbiyah anak2, boleh bercerita bagaimana awal cikgu memutuskan HS dan sekilas proses merumuskan kurikulum HS dalam keluarga?✅
Umi N
Cikgu Adrian: 👇🏻
Umi N, ibu juga cocok kok dengan suami ☺

Awalnya anak-anak (pertama dan kedua) sekolah di School of Universe (Sekolahalam Parung), namun berjalan satu tahun terlihat sekali mereka lelah, krn jarak rumah kami yg amat jauh ke SoU, lalu kami ajak diskusi anak-anak shg diputuskan deh untuk HS. Saat itu anak pertama pas lulus paket B (SMP) dan anak kedua kelas 2 SMP. ✅
Moderator: 👇🏻
5⃣ Tanya: bolehkah orgtua mengarahkan anak ke arah tertentu ketika orgtua belum mampu memetakan bakat anak..? Misalnya anak diajak menghafalkan qur’an meskipun orgtua belum tau apakah anak punya bakat menghafal atau tidak.. trmksh..✅
Ummi ellin.
Cikgu Adrian: 👇🏻
Ummi Ellin, menghafal Al Quran itu bagian dari pendidikan akhlak, namun PENCAPAIAN anak dalam menghafal itu bakat. Jadi dapat 30 Juzkah, 20 Juz, 10, 5, 1 kembali ke bakat (dan rezeki, kata ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf al Hafizh), jadi tidak bisa dibandingkan anak yg satu dengan anak yg lain.
6⃣ Apakh akurat melihat bakat & karakter anak dr pemeriksaan sidik jari anak. Krn ada bberp penawrn program terkait pemeriksaan sidik jari.✅
Nisa.
Cikgu Adrian: 👇🏻
Nisa, karena ingin tahu, saya sudah coba tes tsb ke anak pertama dan kedua, kesimpulannya saya tidak menemukan korelasi logis antara sidik jari dengan bakat. Tapi saya tidak ingin mengomentari lebih jauh produk tsb. Wallahu alam ✅
7⃣ Sering kita dgr ortu berkata, “anak sy bakatnya menyanyi, badminton, melukis”, Krn mungkin anaknya berprestasi di bid itu. Lalu klo anaknya yg suka membaca, anak yg bawel, anak yg rajin membantu ortu pekerjaan rmh tdk dikatakan sbgi anak yg berbakat ? Sy jd bingung cikgu..sebenarnya bakat itu apa ya ?✅
Echi Ummu Haziq.
Cikgu Adrian: 👇🏻
Saya izin sebentar ibu, harus keluar rumah dulu nih. Dilanjut besok jg boleh.

Moderator : 👇🏻
Baik cikgu,Insya Allah kita lanjutkan besok, silahkan langsung di jawab saat antum sempat, jazakallah khaer untuk menemani kami belajar malam ini.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Lanjutan kulwap hari selasa 27 Oktober 2015 n cikgu lgsg menjawab pertanyaan yg tertunda.
🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃
Cikgu Adrian: 👇🏻
Bu Echi, Menyanyi, Main Badmintom, Melukis, dsb itu bakat yg berkaitan dengan Indera, dan itu mengujinya adalah dengan memberinya latihan langsung dengan mencoba, jika hasilnya baik dan lalu difasilitasi dengan dipanggil pelatih lalu makin keren lagi maka konfirm itu bakatnya.
Anak suka membaca bisa jadi ia punya bakat FOCUS atau LEARNER, anak yg ‘bawel’ bisa jadi ia punya bakat COMMUNICATION, COMMAND, ARRANGER dsb, anak yg rajin membantu ortu bisa jadi punya bakat ACTIVATOR dan EMPHATY.

Bakat itu apa?
Bakat itu personality yg positif dan produktif bu, jadi MALAS itu bukan bukan bakat ya bu. ✅

8⃣A. salam cikgu… sejak usia brp anak mulai terlihat bakatnya? Krn anak2 kn biasanya bereksplorasi dgn byk hal…krn jujur sampai saat ini sy sndri sbg ibu blm tw bakat nya apa 😅 -✅
susi bunda alif-
8⃣B. Dengan memberikan bermacam macam permainan apakah baik untuk anak dan apakah bisa permainan di jadikan acuan untuk mengira kemana bakat si anak?✅
Sri Utami
Cikgu Adrian: 👇🏻
Bu Susi,
A. Kata kuncinya sudah ibu sebut, Eksplorasi. Jadi jangan terpancing dengan keinginan ingin segera mengetahui bakat anak, lakukan 3 BANYAK (lihat jawaban untuk penanya 1⃣)

Cikgu Adrian: 👇🏻
B. Bu Sri, Bukan hanya bermacam mainan bu, tapi bermacam-macam orang baik tua dan muda, berbagai karakter dan berbagai profesi, lalu dalam banyak ragam aktifitas. Nanti kalau hanya mainan, anak ibu cuma jadi anak rumahan loh. ✅

Moderator 👇🏻
Wahh….brti mngajak anak2 utk silaturahim dgn byk org bkn cm biar si anak pcaya diri ya…tapi bs mmbantu si anak jg mnemukan bakatnya👍👍
Cikgu Adrian: 👇🏻
Benar ibu, jadi kalau ada tamu ortu, seharusnya anak-anak diperkenalkan dulu dengan tamu ortu ysb, bukan diusir 😁
👇🏻
Tapi kl anak tsb malu dgn org baru gmn cikgu?misal ank tsb tdk mw salaman dgn tamu ortunya malah ngumpet…

Cikgu Adrian: 👇🏻
Ya gpp bu, didampingi saja dulu, dan tentu bertahap. Paling tidak anak sudah mencoba, tidak di-block.

Skalian next question cikgu.
9⃣ Terkait Tallent Mapping, misalnya bakat anak tyt tidak sesuai tuntunan rasulullah misal musik, menari atau yg lain gmn ya cikgu? Bisakah digali bakat yg lain, gimana caranya? ✅
Redha
Cikgu Adrian: 👇🏻
Bu Redha, bakat itu pemberian Allah swt jadi yakinlah tidak ada yg buruk. Musik khan bisa diarahkan ke Musik dengan syair yg baik dan bernuansa dakwah. Yang jadi salah khan musik yg melupakan diri mereka kpd Allah swt, lupa sholat dsb. Menari, mungkin cukup sampai anak menguasai gerakan namun tentu tidak sampai diarahkan untuk membuat anak-anak jadi ‘gila panggung’.
Di konsep sekolah alam, pendidikan seni itu diberikan untuk membuat anak mencintai keindahan, shg anak ikut menjaga agar alam ini tidak rusak, anak akan senang dengan ‘musik’ dari alam baik itu dari gesekan dedaunan, deburan ombak, cuitan burung dsb. Anak jadi mencintai ciptaan Allah swt.
Bakat lain? Ya itu tadi bu di “3 BANYAK” saja. ✅

Moderator: 👇🏻
1⃣0⃣ Bisa tlg ceritakan saat anak anaknya HS kan sdh di SA
Programnya?
Beruntung cikgu guru jd biasa dg silabus dan dunia mengajar..bgmn jk ayahnya sibuk kantoran apa bisa HS? ✅

Ina
Cikgu Adrian: 👇🏻
Bu Ina, anak-anak HS setelah keluar dari SoU/SA, karena jauh, jadi ya sudah konsep SA secara umumnya yg saya ambil, untuk usia SMP ke atas (usia baligh) , maka anak-anak harus dididik menjadi manusia dewasa, baik dalam hal kemandiriaan dan tanggung jawab.
Anak-anak belajar sesuai talentanya, disamping itu mereka juga belajar bisnis dengan magang di perusahaan. Sedangkan persiapan UN atau Ujian paket kami siapkan selama 6 bulan sepekan 2-3 hari.

Kalau ayah sibuk di kantor, maka ibu berarti jadi ibu super ya, keren bu 😁
Khan pengajar atau guru atau pelatih bisa outsourcing atau diikutkan ke kursus, tidak harus ditangani semua oleh ibu. Ibu, selain kasih sayangnya yg dibutuhkan anak-anak, juga harus menjadi manajer dari anak ibu. Kadang anak itu butuh ibu sebagai coach bu. 😊✅
1⃣1⃣sy dengar ada anak yg bakatnya dilihat dari lebih ke otak kanan/kiri. Misal anak sy yg pertama diusia batita lbh suka alatmusik. Sdngkan adiknya diusia batita lbh suka buku yg warna warni. Tapi diusia mereka sekarang terlihat hampir sama saja. Si adik suka jg alatmusik, dan si kk suka buku juga.
APakah bisa melihat talent nya dari hal itu.
Dan bagaimana menurut cikgu dlm definisi otak kanan dan kiri dianak2.
Yg sy tau, kalau lbh suka seni lebih ke otak kanan. Kalau lebih suka verbal/buku itu otak kiri. Apa benar?
Dan bisa diarahkan kemana? Dan test TM itu dmana ya cikgu ? ✅

Cikgu Adrian: 👇🏻
Bu Gina, di usia balita dan batita masih sangat mungkin berubah-ubah bu. Oleh karenanya teruskan saja ibu eksplorasi dengan 3 BANYAK.
Kecenderungan ke otak kanan atau kiri, itu juga bagian dari bakat. Dari tes Talents Mapping insya Allah ketahuan apakah anak ibu kuat di otak kanan atau otak kiri. Ada yg kuat keduanya dan ada yg tidak kuat keduanya krn misalnya anak lebih kuat ke hal-hal yg lebih bersifat operating (skill).
Cikgu Adrian: 👇🏻
Yang kuat otak kiri (kuat logicnya) lebih bisa diarahkan ke arah Science, Economic, Engineering dan sejenisnya. Sedangkan yg kuat otak kanannya (kuat daya kreatif dan imaginasinya) bisa diarahkan ke Design Grafus, Interior, Marketing dsb. Tes TM bisa saya berikan form ujinya nanti. Nanti saya berikan ke Admin bu.✅
1⃣2⃣Cikgu, anak saya suka sekali menonton. Saya tau dia visualnya kuat. Sekali dicontohkan bisa. Hanya saja saat diajak keluar rumah silaturahim ketempat teman atau klg. Lebih bnyk diam dan hanya memperhatikan seperti saat dia menonton tv. Memang yg di tonton kartun yg baik krn sy menyortir tontonannya. Apakah itu baik?
Dan selalu aktiv tanya. Gak berenti tanya sampe sy gak dpt jwbnya baru dia berhenti bun. Tapi klo diluar diam.
Usia 3 dan 6 tahun. ✅

Zallykha
Cikgu Adrian: 👇🏻
Bu Zallykha,
Keinginan tahu yg tinggi menunjukkan anak ibu cerdas otak kirinya, namun kebanyakan nonton TV membuat anak pasif. Karena TV itu satu arah ibu. Iklim diskusi tidak terbentuk. ✅

1⃣3⃣ Cikgu sya blm tll paham dgn cerdas otak kiri atau kanan…apkh mmg itu mnentukan bakat anak? ✅
Susi.
Cikgu Adrian: 👇🏻
Bu Susi, kalau kuat otak kiri atas berarti anak punya kemampuan analitis dan pembacaan grafik yg kuat, cenderung matematis, dan jika kuat otak kiri bawah anak cenderung ke arah investigating, riset sehingga sering bertanya mengapa, kok bisa begitu, kepo lah kalau bahasa gaulnya 😁
Sedangkan jika kuat otak kanan maka anak cenderung ke arah designing, creating, marketing, planning dsb✅
👇🏻
Kl anak usia krg dr 3thn sdh mulai terlihat kah cikgu?

Cikgu 👇🏻
Umur 3 thn blm dong bu..😁
Moderator : 👇🏻
Kita lanjut lagi cikgu 😁
1⃣4⃣Bagaimana mengatur kegiatan bersama dirumah untuk 2anak yg usianya beda 1,5tahun, padahal kan minat bakatnya bisajadi berbeda. Cara efektif agar bakat keduanya bs terfasilitasi dgn baik. Usia anak saya 5y dan 3,5y . ✅
Ghina.
Cikgu 👇🏻
Bu Ghina, 5 dan 3,5 th masih bisa diajak bermain bersama ya, paling penugasan saja diberikan berbeda yg kesulitannya disesuaikan dg usia. Kalau bakat, khan masih usia eksplorasi bu. Jadi biarkan mereka mencoba apa saja dulu. ✅
1⃣5⃣ Usia berapa anak bisa mulai hs? Ap saja yg harus dpersiapkan? Apakah membutuhkan biaya yang banyak? Maaf klo pertanyaanx tll teknis.✅
Redha
cikgu
👇🏼

Bu Redha, dari sedini mungkin bisa kok bu, tinggal kembali kepada kesiapan ibu dan bapak saja. Soal biaya, relatif ya bu, bisa lebih murah bisa juga lebih mahal, tergantung apa saja yg akan dijalani, mungkin beban terasa ringan jika ibu dan keluarga bersama-sama dengan komunitas seperti HSMN ini. ✅
1⃣6⃣ Klo HS kita fokuskan kepada 1 bid ilmu saja boleh kah cikgu (khusus utk bekal duniawinya)? Misalnya fokus ke matematika saja smpi ngelotok..heehe dan apa ada efek negatifnya ? Sedangkan ilmu2 utk bekal akhiratnya sdh pasti di no 1 kan..✅
Cikgu
👇🏼

Bu Echi, ini asumsinya pembinaan akhlak, akidah, ibadah dsb-nya sudah termasuk ya?
Kalau anak memang passion di Matematika, ya gpp bu, tapi kalau tidak passion, ya zhalim namanya. Khan tidak buruk jika anak tidak bisa Matematika. Yang buruk jika anak tidak menjadi manusia yg sholeh😊 ✅

Echi
👇🏼

Tp terkendala utk mengikuti ujian persamaan barangkali ya cikgu..
Iya cikgu, asumsusi pembinaan akhlak, akidah n lainnya tetap berjalan

cikgu
👇🏼

Bu Echi, Ujian Persamaan (paket) atau UN, khan hanya masalah terlatih atau tidak, pengalaman kami, cukup 6 bulan kami persiapkan anak-anak untuk UN, alhamdulillah lulus bu, nilainya juga bagus. Khan soal UN itu 3-5 tahunan ya begitu-begitu saja. ✅
1⃣7⃣ Cikgu…adakah kendala yang pernah dialami slma mnjalni HS? ✅
Susi
cikgu
👇🏻

Bu Susi, tentang kendala menjalani HS, alhamdulillah so far so good bu. Jangan lupa iringi selalu usaha kita mendidik anak yg diamanahkan Allah swt ini dengan juga selalu meminta bimbingan dari Allah swt. Rutinkan tahajud ya bu 😊✅
1⃣8⃣ Anak sy kls 7 smp, memakai k13. Curhatnya mengalami kesulitan memgikuti pelajaran di sklh. Saat ini rata2 guru2 sll perintahkan murid2 utk bertanya ke mbah gugel. Sy jd menyimpulkan utk apa anak sy msk ke sklh tsb, bgsnya dia sy les kan saja, byk baca n tanya mbah gugel..
Klo anak full diserahkah ke bimbel sdh mewakili HS kah cikgu ? ✅

Echi Ummu Haziq
Cikgu 👇🏻
Bu Echi, lagi dengan asumsi pembinaan akhlak, Al Quran dsb sudah ditangani ya bu, maka bimbel baru menuntaskan akademiknya saja, bahkan bimbel cenderung lebih fokus dalam menjawab soal-soal tes. Sedangkan Kurikulum 2013 itu pendekatannya tidak hanya kognisi tapi juga penekanan pada aspek afektif dan psikomotorik. Kenapa di K13 mata pelajari dikurangi bahkan mata pelajari ITK dihapuskan, itu khan agar siswa dan guru tidak hanya belajar dengan sumber buku, namun juga mencari reverensi lain, makanya ‘mbah Google’ diajak turut serta. Namun tidak sampai disitu, siswa diminta juga melakukan praktek dilapangan, shg ilmu yg diperoleh tidak hanya ilmu buku. ✅
1⃣9⃣A. Kira2 bisa diadakan pelatihan khusus utk ortu yg ingin meng HS kan anaknya kah cikgu ? spy kita2 nggak gamang n bingung mau memulai drmana.
Echi ummu haziq
1⃣9⃣ B. Mohon penjelasan lebih terkait ap yang harus dpersiapkan ketika akan memulai HS ?✅
Redha.

Cikgu 👇🏻
A. Bu Echi, untuk pelatihan bisa HSMN yg mengadakan, bisa juga dalam bentuk forum sharing.
B.Bu Redha, pendidikan itu khan tugas dan tanggungjawab yg sudah melekat otomatis ketika kita punya anak ya, jadi kesiapan pertama adalah menyadari bahwa anak-anak adalah amanah dari Allah swt kepada kita para orangtua. Jadi bersungguh-sungguhlah dalam mendidik anak, krn diakhirat kita akan dimunta pertanggungan jawabnya.
Apa tujuan pendidikan anak, ya sesuaikan dengan tujuan penciptaan manusia.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” QS 51 : 56✅
moderator
👇🏼

Trima kasih sdh mengingatkan akan tanggung jawab sbgi ortu cikgu.
2⃣0⃣Bagaimana menghadapi anak yg terlambat dalam proses bicara? Anak kami usia 2,8th. Belum bisa bicara utuh,masih sepotong2. Dan kadang hanya akhiran kata saja. Terkadang yg terjadi adalah salah faham dalam proses belajar. Sejak ia bayi, kami hanya mengenalkan apa yg ada di lingkungan saja dan lebih banyak mengenalkan buku2 bacaan yg ada. Bagaimana caranya agar anak kami lebih teratur dalam belajar? Sudah ada jadwal, tp terkadang terlewatkan krn anaknya yg tidak mood. Terima kasih✅
Desy
Cikgu Adrian: 👇🏻
Bu Desy, untuk masalah lambat bicara sebaiknya ibu konsul ke psikolog, agar diobservasi dan ada solusi terapi bicara.
Mengenai belajar, diusia tsb, kemasan belajar adalah dengan bermain. Karena prinsipnya Learning is Fun. Jangan sampai dibenaknya tertanam belajarnya itu membuat dirinya jadi susah. Pandai-pandai menjaga mood anak-anak, dan yg pasti sampai usia Basic Elementary hindari Calistung ✅

Moderator 👇🏻
Tetap sabar n terus berdo’a spy ananda cpt lancar bicaranya mba desy, bukan bgtu cikgu ? 😁
Cikgu Adrian: 👇🏻
Semoga diberi banyak kemudahan oleh Allah swt ya bu Desy. ✅
Moderator 👇🏻
Aamiin..
Sptnya bunda2 hsmn wil kalimantan sdh nggak ada pertanyaan lagi ya..
Alhamdulillah syukur yg dalam kita kpd Allah atas kesempatan diskusi yg seru n pjg ini.
Kami para pembelajar tangguh dr hsmn wilayah kalimantan mengucapkan trima ksh kpd cikgu adrian atas perkenannya telah berbagi ilmu yg sangat bermanfaat ini.

Sebelum mengakhiri diskusi kita, kami mhn cikgu berkenan memberikan kesimpulan n closing statement utk kami..
Oiya cikgu, diluar jadwal kulwap n diskusi hsmn apakah kami msh diijinkan utk bertanya n japri lgsg kepada cikgu ?
Cikgu Adrian:👇🏻
Siaaaap bu, diselingi ke-sok sibuk-an saya ya ibu-ibu
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
PENUTUP
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Baiklah ibu-ibu, setelah beberapa hari kita diskusi, semoga banyak manfaat kita bisa ambil dalam rangka memperbaiki kualitas pendidikan anak-anak kita semua.
Semoga ini bukan pertemuan terakhir. Jika yg saya sampaikan itu benar maka sesungguhnya kebenaran itu milik Allah swt dan semoga Allah swt menjadikan ini bernilai ibadah, namun jika yg saya sampaikan itu salah maka itu murni kesalahan saya pribadi dan untuk itu saya mohon dibukakan pintu maaf dari ibu-ibu semua serta memohon ampunan dari Allah swt.

Kepada bu Ida Nuraini selaku founder HSM Nusantara, saya ucapkan terima kasih atas kesempatan yg diberikan kepada saya, sehingga saya bisa berdiskusi dengan ibu-ibu yg sholehah dan berilmu luas di grup yg berkah ini. Jazaakillah khairan katsiran.
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ
أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Demikian, 😁
Terima kasih ibu-ibu semua atas diskusi dan sharingnya. Sampai ketemu dilain kesempatan. Jazaakumullah khairan katsiran.
Wassalamu ‘alaikum wr wb.
Moderator 👇🏻
Siaaaap jg n sabar menanti cikgu..
Hanya Allah yg balas kemurahan hati cikgu berbagi dgn kami semua..
Trima ksh dan apresiasi yg dalam juga buat bunda2 dr hsmn kalimantan 1 n 2 atas partisipasinya menyimak, bertanya n mengambil ilmu bermanfaat pada kulwap kita 2 hari ini.

Sy mewakilili admin n moderator jg mhn maaf apabila ada kata2 atau candaan yg kurang berkenan..
See u on the next kulwap..

Akhir kata, wabillahi taufik wal hidayah, wassalammu’alaikum warohmatullahi wabarakatuh..

[ Read More ]

11 November 2015

Oleh-Oleh Seminar Pendidikan Finansial Sejak Dini

Posted by bianglalabasmah at 11/11/2015 10:55:00 PM 0 comments
Seminar murah yang tidak murahan ini di gagas oleh Smart Mom Community dengan pembicara Yuria Pratiwi Cleopatra alias the famous Teh Patra. Tempatnya di sebuah rumah yang homy di Jalan Layar 10 Arcamanik tanggal 7 November 2015.

Selain materinya menarik, saya juga sebenarnya penasaran sama si Teh Patra. Siapa sih beliau? Ternyata si ibu cantik adalah adik kelas saya di ITB. Ia jurusan Sipil angkatan 1996. Hebatnya dimana? Di anak-anaknya yang jumlahnya 4 orang itu! Teh Patra senang berbagi pengalamannya membesarkan ke-4 anaknya yang kini berusia 18 tahun, 14 tahun, 13 tahun dan 3,5 tahun. Ke-4 anak ini juga mendapatkan pendidikan Homeschooling dari orang tuanya.

Sempat heran juga, kenapa angkatan 1996 bisa punya anak umur 18 tahun? Lah saya angkatan 1993 anaknya baru 8 tahun. Dimana letak kesalahannya? Ternyata salahnya di tahun pernikahan. Ketika saya masih galau dengan tugas kuliah, Teh Patra sudah menikah di tingkat 1. Dengan orang seangkatan saya lagi. Ketika saya wisuda di ITB hanya dengan didampingi orang tua, Teh Patra wisuda dengan Pendamping Wisuda pasukan lengkap:  1 suami, 2 anak dan 1 bayi. Padahal kami sama-sama nyangkut di Ganesha 10 semester. Kelihatan kan bedanya? Jadi dalam urusan pengalaman ngurus anak dan keluarga, kudu lah kita berguru.

Dalam sharing selama 1 jam, ibu jebolan ‘jalur sutra’ SMP 5 – SMA 3 – ITB  ini berbagi pengalaman tentang bagaimana mempersiapkan anak mandiri dan cerdas secara finansial. Membuat anak cerdas finansial itu BUKAN semata-mata mengajarkan anak BERDAGANG. Catet ya! Tapi lebih ke arah mempersiapkan mental enterpreneurship anak.

Sekitar tahun 2011 Teh Patra dan suaminya sempat berjalan-jalan dan menemukan seorang penjual kue lupis dan putu yang enak. Tapi sayang pembelinya terbatas karena belum banyak yang tahu. Saat itu Teh Patra memiliki ide, yang kemudian dituangkan dalam bentuk proposal kepada suatu departemen untuk memfasilitasi si penjual makanan dan para pembeli dengan menggunakan jasa ojek pangkalan. Proposal itu ditolak. Ide pun tenggelam.

Dan di tahun 2015, muncul lah yang namanya Gojek. Idenya persis sama dengan ide Teh Patra. Tapi eksekusinya beda. Teh Patra hanya bisa ngelus dada, “Mungkin di situ bedanya lulusan Harvard dan ITB.”

Itulah mengapa mental enterpreneurship perlu di asah. Ide boleh sama, hasil bisa jadi sangat jauh berbeda ketika kecerdasan finansial dipahami sejak awal. Jangan sampai anak-anak kita hanya bisa mengelus dada dan menjadi penonton di masa depan ketika ide-ide briliannya dieksekusi oleh orang lain.

Anak adalah aset dan investasi masa depan. Coba renungkan, maukah teman-teman menukar anak tersayang -  yang sangat nyebelin ketika ngambek, dengan sebuah Lamborgini terbaru? Rasanya kalau masih waras, jawabannya tentu tidak.

Mandiri

Dalam Islam tidak ada itu istilah remaja. Tidak ada itu istilah remaja yang lagi puber, labil, dan sejenisnya. Islam hanya mengenal istilah anak baligh dan belum baligh. Anak yang sudah baligh adalah anak yang mandiri dan bertanggung-jawab atas dirinya sendiri. Semestinya kita tidak perlu mengenal anak usia baligh yang masih selalu minta dilayani, makan disiapkan, baju dicucikan, sekolah dianterin, uang dikasih, atau kemanjaan-kemanjaan yang tidak perlu lainnya.

Kemandirian adalah salah dasar penting dalam mengembangkan mental enterpreneurship. Berikut sejumlah dalil mengenai kemandirian dalam Islam:


“Sungguh orang yang mau membawa tali atau kapak, kemudian memanggul kayu bakar dan memikulnya di atas punggung lebih baik dari orang yang mengemis kepada orang kaya, diberi atau di tolak.” (HR Bukhari dan Muslim)

“Tidaklah seseorang mengkonsumsi makanan yang lebih baik dari makanan yang dihasilkan dari jerih payah tangannya sendiri. dan sesungguhnya Nabi Daud AS dahulu senantiasa makan dari jerih payahnya sendiri.” (HR Bukhari)

“Tidaklah seseorang memperoleh suatu penghasilan yang lebih baik dari jerih payah tangannya sendiri. Dan tidaklah seseorang menafkahi dirinya, istrinya, anaknya dan pembantunya melainkan ia dihitung sebagai shodaqoh.” (HR Ibnu Majah)

Ada sebuah cerita dimana seorang anak yang telah dewasa dan berkeluarga namun ia masih diberikan segala kebutuhannya oleh ibunya. Jika merupakan uang si ibu pribadi, itu bisa dinilai sebagai sedekah. Jika merupakan uang keluarga, sedangkan si ayah tidak tahu apalagi merestui, itu bisa dikategorikan pencurian.

Tanamkan pada anak untuk tidak menjadi BEBAN SOSIAL  bagi orang lain. Tidak menjadi beban ibunya, tidak keluarga lainnya, apalagi masyarakat.

Masalahnya sering ada pada IBUNYA. Sebagai ibu, kita ini yang paling tidak tegaan sama anak. Terasa kan beratnya ketika mulai menyapih, membantu mereka belajar jalan atau makan, memenuhi permintaan mereka. Seorang ibu akan selalu punya kecenderungan untuk memberikan kenyamanan buat anaknya.

Ketika anak-anaknya kecil, Teh Patra tidak pernah membiasakan anaknya jajan. Ketika orang lain jajan, anaknya tetap tidak diberikan jajan. Sampai anaknya nangis-nangis juga nggak dikasih. Terkadang si nenek yang ikut lemah dan ingin memberikan.

Anak-anaknya protes, “Itu anak orang lain dikasih jajan kok.”

“Ya udah, kamu jadi anak orang lain aja,” kata si Umi.

Tapi sebagai gantinya, Teh Patra memberikan hal-hal yang anak lain tidak dapatkan untuk anak-anaknya, seperti buku atau barang-barang penting lainnya, sambil memberi penjelasan, “Umi nggak ngasih bukan karena nggak punya uang atau nggak sayang, tapi karena Umi ingin kamu dapat yang lebih baik.”

Ketika kita tidak melatih anak mandiri, “Yang repot itu ibunya.”

Anak-anak usia baligh itu semestinya sudah bisa mengurus dirinya sendiri. Tidak ada lagi ibunya jungkir balik melayani dan menyuapi anak-anaknya.

Pegang anak tertua, dan biasanya adik-adiknya akan mengikuti.

Mental enterpreneurship

Sekali lagi, kecerdasan finansial bukan sesederhana anak dikasih barang dagangan dan jualan. Tapi yang lebih penting lagi adalah melatih mental/karakter enterpreneurship anak seperti kejujuran, keramahan sosial, kemampuan bekerjasama, tidak egois, tanggung-jawab dan memikul konsekuensi, inovatif dan kreatif. Ada banyak nilai penting dari mental enterpreneurship.

Ok, sekarang kita bahas satu-satu ya.

Kejujuran

Anak itu cenderung tidak jujur karena merasa dirinya terancam.  Biasanya ketidakjujuran mulai terjadi pada usia 3 tahun keatas. Coba apresiasi anak yang jujur, jangan dimarahi. Biarkan anak nyaman bicara dan terbuka  dengan kita. Walau terkadang jujur itu menyebalkan. Terutama jika ia menyampaikan hal yang tidak penting kita ketahui. Gampang banget bikin darah kita naik.

Disamping itu, sebagai orang tua kita pun harus membiasakan jujur. Jujur pada diri sendiri yang utama. Ini yang susah kan ya. Jangan biasa mengancam dan membohongi anak.

“Nanti Mama belikan permen ya kalau nggak nakal.” Walau anak tidak menagih, kita harus amanah dengan janji kita. Jangan sampai anak merekam bahwa orang tuanya berbohong dengan menjanjikan sesuatu yang tidak ditepati.

Sopan dalam hubungan sosial

Terkadang dalam berdagang, transaksi dapat terjadi karena kita memiliki ketertarikan personal terhadap penjualnya. Penjual yang ramah lebih disukai daripada penjual yang jutek.

Kemampuan bersosialisasi dan ramah dengan orang lain bisa dilatih dari kecil. Terkadang ada anak-anak yang begitu pemalunya. Biasanya semakin parah jika diberi label oleh lingkungan sebagai “Pemalu” di keningnya. Anak akan lebih tertekan kalau ibunya mulai merasa terganggu dengan omongan orang. “Anakku tidak pintar”, “Anakku pemalu”, “Anakku nakal”, “Anakku pendek”. Ibunya stress anaknya yang jadi korban ikutan stress.

Bijaknya, orang tua bisa membantu anaknya untuk menyikapi labeling sosial itu. Buat anak nyaman dengan dirinya. Keluarkan potensi anak. Ajak anak bicara. Untuk anak yang masih kecil, bisa juga dengan cerita-cerita inspiratif atau bermain role model dengan boneka tangan.

Sportif

Dalam berbisnis kita perlu kemampuan untuk bisa bekerja sama. Tidak saling menjatuhkan dengan orang lain. Memang ada 2 cara untuk sukses. Cara pertama kita kerja keras, cara kedua adalah dengan menjatuhkan lawan.

Ini bisa dilatih dengan mengajarkan anak untuk tidak jadi pengadu. Anak-anak itu terkadang suka mengadu, dan merasa menang jika aduannya membuat orang lain jadi dimarahi. Jika ketemu kasus seperti ini, coba si pengadu ditegur terlebih dulu. Disampaikan bahwa ia tidak seharusnya mengadu, tapi malah harus mengingatkan saudara atau temannya terlebih dulu.
Kita perlu mengajarkan anak untuk bisa kompak dan bukannya saling menjatuhkan satu sama lain.

Belajar tidak berhutang

Ajarkan ke anak, jangan beli sesuatu jika kamu tidak punya uangnya. Tapi mungkin susah ya kalau orang tuanya masih punya hobi berhutang.

Profesional

Latih anak untuk menjadi profesional di bidangnya dan mengeluarkan potensi terbaiknya. Jangan terlalu mudah memanjakan anak dengan pujian.

Tanggung jawab dan konsekuensi

Pada suatu hari anak Teh Patra menelpon, “Umi, tolong jemput di depan kompleks dong”
“Emang kenapa?”
“Saya nggak punya uang untuk naik angkot?”
“Emang uangmu kemana?”
“Tadi dikasihkan ke orang yang butuh”
“Kenapa dikasihkan semua? Kenapa tidak disisakan sebagian untuk ongkos kamu pulang?”
“Nggak kepikiran Umi”
“Ya udah, kalau begitu kamu harus bisa menanggung konsekuensinya. Ketika kamu berbuat baik, kamu harus siap dengan segala konsekuensinya. Jangan jadi Umi yang ketempuhan suruh jemput kamu. Kalau begitu yang berbuat baik bukan kamu, tapi Umi.”

Anak sejak dini harus belajar dengan yang namanya konsekuensi dan tanggung jawab dari apa yang dia kerjakan. Bukan melimpahkannya kepada orang lain. Anak harus tahu konsekuensi logis dan sosial dari perbuatan yang dilakuannya.

Tidak menaruh mainan ditempatnya – rumah berantakan, mainan susah dicari.
Banyak makan permen atau jajanan tidak bergizi  – gigi sakit, badan tidak sehat.

Pada anak kecil, hal seperti ini perlu dilakukan berulang-ulang. Menurut Ibu Elly Risman perlu perulangan  ribuan kali biar nyantol di otak anak. Jadi jangan bosen mengulang-ulang.

Pada anak yang sudah besar, ia harus mulai belajar konsekuensi dari kemandirian.
Tidak mau mempersiapkan makan – tidak makan.
Tidak mau mencuci pakaian – tidak ada pakaian bersih.
Tidak cari uang – tidak punya uang.

Usahakan anak dari kecil tidak dibiasakan dengan mendapatkan apa-apa dengan mudah. Sejak bayi sudah di manja pakai barang branded, padahal mengerti pun tidak.

Orang tua berkewajiban memenuhi KEBUTUHAN, sedangkan KEINGINAN anak harus diusahakan sendiri oleh si anak.

Kewajiban orang tua harus segera diberikan kepada anak, jangan menunggu anak sampai meminta-minta. Beri teladan anak untuk menyegerakan kewajiban.

Reward uang bisa diberikan oleh orang tua kepada anak untuk pekerjaan yang orang tua biasa membayar orang lain. Misalnya daripada membayar daycare, bisa diganti dengan membayar si kakak untuk jaga adiknya. Atau bayar anak untuk bantu membersihkan rumah dan cuci mobil. Untuk hal-hal yang sifatnya kewajiban anak, tidak perlu dibayar. Disinilah perlunya rapat keluarga untuk membahas apa yang menjadi kewajiban setiap anggota keluarga.

Kita juga perlu mengajarkan anak untuk realistis. Bukan berarti mematahkan semangat anak tapi mengajarkan anak realitas yang mereka perlu persiapkan.

Ketika anak tertuanya menyampaikan ingin belajar ke AS, Teh patra hanya bilang:
“Kuliah disana mahal, uang Umi tidak sampai segitu. Sekolah di Eropa lebih murah.”

Dengan demikian anak jadi bisa lebih kreatif dengan berusaha mencari beasiswa dan kemungkinan pendanaan lainnya. Orang-orang yang survive dalam keterbatasan biasanya lebih sukses dalam hidup dibanding orang yang biasa hanya disuapi oleh orang tuanya.

Praktek berjualan

Kapankah anak siap melakukan transaksi keuangan? Ketika anak itu mengerti dan paham akan uang dan barang. Jangan memaksakan anak yang ngomongnya saja masih belum jelas untuk bertransaksi di warung misalnya. Kan kasihan penjualnya.

Dalam berjualan, anak harus mengenal  dan memahami konsep keuangan seperti modal, biaya produksi dan keuntungan. Jadi tidak ada cerita anak dagang, barang habis uang tak ada.

Konsep balik modal ini perlu ditanamkan. Misalnya ketika anak minta les berenang. Ia harus mengerti bahwa les berenang itu ada biayanya, dan biaya itu harus bisa kembali. Bisa dengan mengajarkan adik-adiknya atau lainnya. Setiap keahlian yang didapat harus bisa menjadi produktif. Jadi tidak ada cerita 2 kali ikut sudah bosen. Harus ada komitmen yang jelas, jika tidak bisa saja uangnya diminta kembali. Segala sesuatu harus dikerjakan sampai tuntas. Jangan setengah-setengah.

Orang tua bisa segera memfasilitasi minat anaknya. Jangan dibiarkan momennya lewat. Misalnya anak tertarik dengan menggambar atau berenang, maka bantu anak mencari orang-orang untuk mengembangkan ilmu itu. Bisa dengan mencari teladan dan kisah sukses orang lain, memfasilitasi les, games, outing atau magang.

Apakah jiwa bisnis hanya bisa diturunkan oleh orang tua yang berbisnis? Bagaimana kalau orang tuanya Dosen, PNS, dan hal-hal lain yang tidak berhubungan dengan dagang?

Untuk kesekian kalinya, jiwa enterpreneurship itu bukan hanya urusan dagang. Melainkan ke arah membuat sesuatu memiliki nilai lebih dan bermanfaat bagi banyak orang. Dosen yang tidak memiliki jiwa enterpreneurship bisa jadi hanya makan uang gaji saja, tapi dosen dengan jiwa enterpreneruship bisa mengoptimalkan ilmunya dengan membuat seminar dan mengamalkan ilmunya dengan cara yang lebih kreatif.

Demikianlah sedikit oleh-oleh dari pertemuan seru hari ini. Terima kasih sekali kepada Teh Patra yang sudah membuka wawasan saya mengenai sejumlah hal. Termasuk juga terima kasih banyak atas tumpangannya seusai acara sehingga memungkinkan obrolan-obrolan lanjutan yang seru sepanjang perjalanan.  


Semoga bermanfaat buat teman-teman semua.

sumber dari blog Shanty Belajar Menulis
[ Read More ]

Seperti Sepanjang Jalan Kenangan

Posted by bianglalabasmah at 11/11/2015 10:35:00 PM 0 comments

Ketika membuka lembaran ms.word pada laptop, saat itu juga saya bingung ingin menuliskan apa. Padahal setiap ada rasa-rasa ingin menulis, banyak sekali yang terlintas. Tapi, saat duduk manis berhadapkan dengan laptop, langsung hening.Bingung. Zing!


Memulai dari mana ya? Begitulah kira-kira yang selalu terulang dalam benak.


Usia pernikahan menginjak tahun ke-3 lebih beberapa bulan, segala cuaca menghias dalam rumah tangga. Tentunya kebingungan untuk memulai, membiasakan kembali dengan menulis, mengurai apa-apa yang pernah terlewati bukanlah hal mudah. Seperti sepanjang jalan kenangan. *Uhuuk!

Pernikahan, masa saling mengenal dengan suami, kehamilan dan kelahiran yang telah dilewati dua kali alhamdulillah membawa cerita masing-masing. Tuh, banyak yang terlewati. Seperti sepanjang jalan kenangan. *apasih

Alhamdulillah, bisa memulai tulisan ini pun sudah bersyukur banget. Dengan kondisi yang tak sendiri. Ada iringan tawa dan tangis anak yang sesekali menjadi backsound tulisan ini. Tak jarang, tulisan ini harus beberapa kali terhenti mana kala harus mem-bobo-kan 'Aisyah, anak kedua saya. Setelah terlelap, baru beberapa kata disinggahi di laptop, kembali si kakak, Asma' yang meminta ini dan itu. Alhasil, tulisan ini berkali-kali harus melewati masa delay. *Sepenting apakah tulisan ini?

Paling tidak, menyinggahi tulisan ini untuk menyimpan yang semestinya. Saya berusaha akan menyisir cerita itu satu per satu. In syaa Allah. Kata teman, "Biar gak mampet aja.." Iya sih, terasaaa gak nulis itu kayak ada yang ganjal di hati. Beberapa kali tersimpan di ponsel, qadarullah, ter-delete..


Dan seperti sepanjang jalan kenangan, ada syukur, cinta, dan sabar menjadi tarbiyah kehidupan. Semoga Allah selalu memberkahi tiap-tiap keluarga muslim, sakinah ma waddah wa rahma.

Salam Cinta
Ummu Asma'
[ Read More ]

4 Juni 2014

KelasTerakhir

Posted by bianglalabasmah at 6/04/2014 11:01:00 AM 1 comments
Tentang waktu; ia tak akan pernah memulangkanmu kepermulaan detik menit yang menderit. Kalaupun iya, ia hanya mengembalikanmu dalam bayang-bayang pikiran, pandangan, dan pendengaran. Kemudian merangkulnya dalam bait-bait cerita.

KelasTerakhir
Selepas mata mengerahkan pada kelas  yang pernah terlalui dibeberapa waktu lalu, naluriku ingin menarik-narik kembali tentang banyaknya ‘pertemuan’. Tak pernah menyangka, bahwa seringkali perkuliahan mengajakku bergegas menyaingi waktu fajar. Menanti dosen, tugas yang menggugat, dan jarak antara kuliah ke kuliah dengan perentangan waktu yang berkepanjangan. Hanya untuk menemui kembali setumpukan tugas yang akan bisa berlama-lama berhadapan dengan buku, laptop, kelas, dan anak.

Menemui zona ..si, ..si, ..si tak lepas dari menguras energy dan emosi. Dan menjadi tetap, bahwa kesemuanya akan berakhir. Akhir dari perjalanan sebuah kelas yang disuguhi bersama, akhir dari perkuliahan hasil eksekusi di beberapa semester lalu untuk menyingkatkan waktu, dan akhir dari pertanda kita lepas dari penantian dosen yang jamak dilakukan.

Rupanya masih banyak kisah mengendap yang hanya bisa dibawa pecah oleh senyum, tawa, dan tangis. Ketika pertemuan terakhir seorang dosen berujar dengan perasaan tertahannya di hadapan kami, “Kalian, akan berakhir dengan segera in syaa Allah..” Lalu, di sudut mata beliau menitikkan air mata kesedihan bercampur bahagia. Saat itu, ada yang baru tersadar betapa gegasnya waktu berlari dari pergerakan kita. Sedang untuk berbenah menyimpan memori kelas-kelas yang terlalui pun sungkan. Kemudian, lagi dan lagi hanya bisa meratapi semua dengan kenangan. Bergegas mengejar tugas akhir untuk meraih mimpi-mimpi selanjutnya.

Karena kita pernah ada, bertemu, dan bersama; “Maukah kita akhiri dengan tetap menjalin keberadaan ini, bertemu dan bersama?”

Untukmu juga untukku; yang sama-sama ingin meraih S.Pd, juga semoga ridha Allah ta’ala.                    

Setelah berbilang bulan, tulisan ini baru bisa menyapa.

[ Read More ]

30 Mei 2014

Kembali

Posted by bianglalabasmah at 5/30/2014 08:01:00 PM 0 comments
Assalamu’alaikum..
Hai, aku hanya merasa kita sudah cukup lama tak berjumpa di sini, di rumah bianglala-ku. Setelah bertambahnya status yang kulalui, tepatnya hampir dua tahun lalu memenuhi separuh dien (agama), rumah ini memang tak terurus. Sesekali hanya mendapati pertanyaan-pertanyaan di luar tentang rumah ini yang tak juga menyimpan cerita.

Kembali..
Sebenarnya, satu kata ini yang menyeret-nyeretku untuk menemuimu lagi disini. Aku begitu gugup untuk memulai. Mungkin karena waktu, atauu, ah.. alasan ini hanya membuatku ingin mengulur banyak pekerjaan saja. Ya sudahlah, aku memang harus kembali untuk sesuatu yang penting dan genting!

Dan mulai detik ini, aku kan kembali..
Untuk mengikat kata-kata yang nyaris terlumat oleh waktu. Mengingatkan diri bahwa ada tulisan yang memang harus dituntaskan. Ya, hampir di waktu yang bersamaan, tak hanya mengakhiri masa lajang, tapi aku juga sedang menuju masa akhir di kemilau kampusku. Walau dengan tersendat-sendat, qadarullaah wamaasyafa’al, ada yang harus kujalani terlebih dahulu sebelum benar-benar mengakhiri masa kuliah. Dan di antara waktu tersebut, lagi-lagi tak sempat menyinggahi cerita di rumah ini.

Berharap perjalanan di kisah akhir kemilau kampus ini bisa tersampaikan dengan sekembalinya aku di sini. Paling tidak, membiasakan kembali berkutat pada laptop, buku, dan tulisan. Agar sederet mimpi yang mulai bergumul di benak bisa kuraih selanjutnya. Aamiin..

Dan, sekembali dari rumahku ini, semoga ada kebaikan yang bisa didapatkan. Kita saling mendoakan untuk diberikan kemudahan disetiap kebaikan yang bermuara padaNya. Maafkan atas spasi-ku yang berbilang bulan.


Makassar, 30 Mei 2014



[ Read More ]

2 Januari 2013

S P A S I

Posted by bianglalabasmah at 1/02/2013 03:05:00 PM 9 comments

Adakalanya kita harus mengerti perihal sekecil apapun. Bahkan sesuatu celah yang tak pernah kita bahasakan. Pun dengan kekosongan yang membuat kita tak menaksirkan maksud dan tujuan. Entah ada sikap abai, atau sikap menghindar untuk sesuatu yang selalu ada dalam hidup. Baik secara tersirat maupun tersurat untuk kita saling memahami.

S P A S I
Ini selalu menjadi waktuku membuat spasi di setiap tulisanku, terutama ketika harus menyusun kata demi kata. Menganggap itu semua tak pernah lengah tentang spasi-spasi yang ku selipkan di sana. Agar yang membaca mudah mengerti.

Seperti yang selalu terlihat, spasi ada di antara setiap kata yang tak pernah berhenti. Spasi, sesuatu yang memang diperuntukkan pada ruang nafas ketika setiap kita mengeja kata demi kata. Mengisi cerita tentang kehidupan yang dihembuskan dari masing-masing rasa. Untuk waktu-waktu yang disesuaikan, agar bisa mengisi hening di antara kata-kata.

Adalah spasi yang menjadi perantara, yang ditempatkan di antara untuk mengantar tiap-tiap kata yang tersusun. Kemudian mengutuh menjadi suatu kalimat, paragraf, hingga cerita.

Meski di satu waktu, aku pernah menginginkan setiap tulisanku tak ber-spasi, agar kau datang kepadaku dan bertanya, "Apa maksud dari tulisanmu ini?" Lalu membiarkanmu tetap dalam ketidakmengertian hingga benar-benar mengering.

Ah ya, setelah detik-detik yang selalu membuatku bergetar karena spasi menyertai, mengisi untuk menyelaraskan. Namun, aku tak ingin jika spasi ini berlanjut dan ia tak menyediakan ruang untuk tulisan-tulisanku hingga tak sedikitpun menyisakan makna yang sejatinya. Kemudian, haruskah ku beralih meminta pada petik, koma, dan titik menspesifikasi agar menjadi suatu tulisan yang sempurna?

Maka, demikianlah spasi hadir untuk setiap kata, setiap cerita, dan setiap kita bahwa hidup tak selalu terus menerus berjalan. Melainkan ada saja celah yang sengaja hadir untuk setiap yang akan ingin beranjak bersamanya. Bersama spasi, cerita kita akan lebih meneduhkan setelah kata demi kata tersusun panjang menarik kita untuk mengerti.

Oh Allah, spasi membuat setiap kita tuk selalu ingin membaca setiap kata-kataMu, perlahan demi perlahan..
Bukankah hidup yang sejatinya berjalan, sesungguhnya ia mengenal henti?

[ Read More ]
 

Bianglala Basmah Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea