Andaikan kitabukan aktivis, mungkin kita telah bebas berekspresi dan berkreasi tanpa batas.
Andaikan kita bukan aktivis, mungkin kita adalah pasifis yang setiap hari hanya bisa meringi, terkikis oleh moleknya dunia yang semakin lama semakin tragis.
Andaikan kita bukan aktivis, tak akan mungkin kita bisa menangis haru teringat syurga yang hanya mampu terdefinisi oleh padatnya perjuangan.
Tapi, hari ini kita adalah aktivis, yang siap menghadapi pahit getirnya makna sebuah perjuangan itu.
kita harus bertahan dan pantang mundur!
Karena akan ada puluhan, ratusan, dan bahkan ribuan orang yang siap menggantikan posisi kita.
Ya Rabbi..jaga keimanan kami agar tetap aktif dan dinamis hingga amal sholeh senantiasa mengiringi perjuangan ini.UntukMu ya Allah segala muara tanya..Semoga tetap istiqamah di jalanNya hingga ketetapanNya berlaku...Amiin ya Rabbal 'alamiin.
Malam itu sesampai di Cordoba, kota bagian selatan negeri Spanyol, ada kehangatan yang menyelinap dalam hatiku. Alhamdulillah, akhirnya kutapakkan juga kakiku di ibu kota negeri Spanyol semasa kejayaan Islam beberapa abad silam. Rasanya tak sabar lagi ingin segera berlari menuju masjid Agung yang begitu sering kulihat dalam buku arsitektur. Sambil menikmati keheningan malam, kuayunkan kakiku menuju Youth Hostel di Plaza Judi Levi. Terbayang kembali cerita ayahku sewaktu kecil tentang kejayaan Islam di Andalusia pada masa lampau.
Tidurku pun tak nyenyak malam itu. Tak sabar menunggu pagi agar dapat kulepas kerinduan akan La Mesquita (Masjid Agung). Masih jelas di pelupuk mataku, kemegahan istana Alhambra di Granada serta keagungan madrasah-madrasah tua di Marroko, yang kukunjungi sepekan berselang. Mungkinkah kejayaan Islam di Barat bangkit kembali? Seraya merenung aku pun terlelap.
Keesokan harinya, kumulai petualanganku di kota Cordoba dengan melangkahkan kaki di sekitar Judi Levi, yang merupakan pemukiman kaum Yahudi di masa lalu. Tak lama kemudian sampailah aku di depan La Mezquita Cathedral. Hatikupun terasa berdebar-debar saat menunggu antrian panjang para pengunjung.
Sesampai di dalam interior Masjid Agung itu, aku begitu terkesima dengan ukurannya yang sangat luas. Walaupun kolom dan tiang dari masjid itu bukanlah pemandangan yang asing lagi di mataku. Namun, aku begitu terpesona akan keagungan masjid tersebut. Subhanallah! Tak heran jika masjid itu pernah dijuluki “the largest mosque in the Islamic World after Makkah.”
La Mezquita pertama kali dibangun di atas reruntuhan Visigothic Temple oleh Abdul Rahman I pada tahun 784-786. Yang kemudian diselesaikan oleh putra mahkotanya, Hisham I dengan menambah menara sebagai bagian dari masjid. Selanjutnya Abdul rahman III mengadakan perluasan pertama kali terhadap masjid Agung itu, sehingga mendekati sungai Guadalquivir sekitar tahun 833-852. Ekspansi kedua, berkisar tahun 961-976, dilaksanakan oleh oleh Al Hakam II dengan menambah kubah dan mihrab yang memisahkan area masqura dari keseluruhan dari bagian masjid. Namun, pada tahun 987, Al Manshur akhirnya memperlebar masjid itu sehingga tidak lagi mengikuti secara tradisional. Masjid itu berukuran total 190x140 meter yang sepertiga bagiannya merupakan taman indah yang ditanami pepohonan orange. Maka sudah sewajarnya jika masjid itu merupakan masjid tercantik pada masanya.
Dalam bangunan itu, terdapat 19 arcade dari timur ke barat dan 31 dari utara ke selatan serta 1293 kolom dan tiang yang menopang, dilengkapi pila oleh 4 buah kolam dengan pancuran air pegunungan sebagai tempat berwudhu serta 21 pintu gerbang yang menjadi saksi bisu para mu’abad di saat itu. Di bagian barat masjid, dibangun tempat penginapan bagi para musafir dan fakir miskin dilengkapi dengan jamuan dari penduduk Cordoba yang terkenal sangat ramah-ramah. Maka tak heran jika berdiri di tengah kemegahan masjid itu lamunan pun akan melayang jauh ke masa kejayaan muslim Spanyol ketika itu. Wallaahu a’lam.
Pada abad ke 10 Cordoba, sebagai ibu kota Al Andalus saat itu , sangat terkenal dengan sebutan “The Jewel of The Word.” Raja-raja Eropa, yang masih but abaca dan tulis, senantiasa mengirimkan putra-putra mahkota mereka untuk menuntut ilmu kepada para cendikiawan dan ilmuan muslim dari Cordoba dan Taledo, sebuah kota di dekat Madrid. Tentunya saat itu setiap orang diharuskan mengenal bahasa Arab, yang merupakan bahasa kaum terpelajar sepanjang Dar-al-Islam. Pada zaman di mana Eropa masih dalam kegelapan, Cordoba telah melahirkan pemikir yang tidak sedikit pengaruhnya dalam perkembangan ilmu pengetahuan modern. Beberapa di antaranya adalah Ibnu Sina ahli kedokteran dan biologi, Al Khwarizmi pencetus ilmu aljabar dan logaritma, Ibn Rushd ahli filsafat Yng memperkenalkan pemikiran Aristotle kepada bangsa Eropa, Abu Kasim Khalaf seorang dokter ahli bedah, Ibn Zorh seorang ahli kedokteran dan bedah, Ibn Beytar ahli botani dan obat-obatan, dan tentunya Maimonides seorang dokter Yahudi yang juga ahli filsafat. Singkatnya, di Cordobalah ilmu-ilmu astronomi, kimia, fisika, biologi, matematika, geografi serta filsafat dan seni tumbuh dan berkembang dengan suburnya. Yakni masa dimana ilmu pengetahuan mencapai puncaknya di dunia Barat. Hal ini terjadi jauh sebelum era Renaissance (pencerahan) timbul di Eropa.
Dalam abad lamanya kehadiran Muslim-Arab di Spanyol tak jarang terabaikan dalam catatan sejarah dunia Barat. Walaupun sangat banyak sumbangan dan pengaruhnya terhadap kemajuan dunia dewasa ini. Keruntuhan Islam di Andalusia dengan “Inquisista” telah luka yang teramat dalam sepanjang sejarah perjuangan Islam. Saat itulah kaum muslimin diusir serta dimusnahkan dari negeri Spanyol untuk selama-lamanya. Masjid pun berganti menjadi Cathedral, seruan Allahu Akbar berubah menjadi “Ave Maria.” Kemenangan kerajaan Katolik oleh Ferdinand dan Isabella ditandai dengan berlayarnya Christoper Columbus menuju “The New Word” pada tahun 1492 dengan semboyan “Gold, Gospel, and Glory.”
Dalam hati aku berfikir, andaikan kejayaan Islam tak mampu dijatuhkan oleh kekuasaan Barat saat itu, tentunya kita semua takkan pernah merasakan era kolonialisasi yang membawa penderitaan bagi seluruh umat Islam. Wallahu a’lam bish shawab! Namun, semua itu tentu ada hikmanya dan bukankah pengalaman sejarah merupakan pelajaran paling berharga bagi kehidupan manusia?
Seraya berkhayal akan kebangkitan kembali kejayaan Islam di dunia, pesawat pun mulai bergerak. Kulemparkan pandangan keluar jendela, sambil tersenyum kuberbisik, “Selamat tinggal negeri Spanyol, selamat tinggal sisa-sisa kejayaan Islam.” (File Tahun 2002)
Kupandangi langit biru yang cerah nan megah. Saat ia sempat beberapa kali berubah kelabu karena inginNya. Dan awan-awan yang berhiaskannya mengantar pada kedamaian angin. Sejuk. Atau tiba-tiba gerimis tipis mengantar irama indah mengetuk hati yang kaku. Sesekali berharap sepasang roda terbang melintas menyapa di atas sana. Menggugat lelah yang membuat tersungkur seorang diri.Yah, saat rona fikirku singgah di titik nol, hanya mendapati kertas putih tak tergores sedikitpun. Ada hening tak bergeming yang tertumbuk di sana. Membisu, menyaksikan tumpukan kisah yang hanya bisa terpendam. Hingga kurangkai kata, "Bisa bantu aku mengurainya?"
Di tengah gemuruh detak jantung..Rindu yang tak terperi, ukhti..
To: Tri Aminah ^^v [Uhibbuki fillah..]
Bukan dari tulang ubun-ubun seorang wanita dicipta, sebab berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja. Tak juga dari tulang kaki, karena nista menjadikannya diinjak dan diperbudak. Tetapi dari tulang rusuk kiri karena dekat di hati untuk dicintai dan dekat ke tangan untuk dilindungi. Subhanallah..
To: Sepupuku yang jauh di sana,
jazakillah khaer SMSnya..
Dan barakallaahu fiiki yang telah menembus UI..
n_n
Terkadang kita terlalu khawatir karena ketidaksiapan kita akan nafas terakhir. Tapi, kita tidak pernah menyelesaikan kelalaian padaNya.
Padahal, Allah muara segalanya. Di saat sekarang tangan ini belum menggenggam bekal, manfaatkanlah waktu diri mencari ilmuNya untuk beramal.
Karena hari-hari yang dilalui hanyalah hari-hari persiapan untuk berpisah dengan orang yang kita cintai.
Sebenernya kenapa sih kita harus minum air putih banyak-banyak? Sebenarnya jawabannya cukup “mengerikan” tapi berhubung ini menyangkut kesehatan maka harus dijelaskan sedetil-detilnya dan berikut penjelasannya.
Sekitar 75% tubuh manusia terdiri dari air. Bahkan ada beberapa bagian organ tubuh kita yang memiliki kadar air diatas 75%. Dua komponen tersebut adalah otak dan darah. Otak manusia mengandung komponen air kurang lebih 90%, sementara pada darah terdapat sekitar 95% komponen air .
Manusia normal sedikitnya harus minum 2 liter air sehari atau setara dengan 8 gelas ukuran sedang. Jumlah itu harus ditambah jika anda perokok. Air yang banyak itu diperlukan untuk mengganti cairan yang hilang dari tubuh kita lewat air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi. (proses pengeluaran oleh sel dan kelenjar hasil pengeluaran tersebut berupa getah yang umumnya mengandung hormon)
Lalu apa yang akan terjadi kalo kita minum kurang dari 2 liter sehari? Tentu saja tubuh kita yang canggih ini akan menyesuaikan diri. Lalu bagaimana cara tubuh kita ini menyesuaikan diri dengan keadaan? Tubuh kita akan “menyedot” air dari komponen dan organ tubuh sendiri dan sumber terdekat yang disedot adalah darah.
Darah yang kandungan airnya disedot akan menjadi kental. Pengentalan darah ini menyebabkan peredarannya kurang lancar dibandingkan darah yang mengandung cukup air. Sewaktu darah kental ini melewati ginjal, organ ini harus bekerja sangat keras menyaring darah. Karena saringan pada ginjal (glomerulus) ini sangat halus, maka tidak jarang darah yang kental ini justru merobek glomerulus. Robeknya glomerulus ini akan menyebabkan air seni berwarna kemerahan, tanda dimulainya kebocoran saringan organ ginjal. Bila keadaan seperti ini dibiarkan terus berlanjut, suatu saat anda akan menghabiskan jutaan rupiah setiap minggunya hanya untuk mencuci darah.
Ketika darah yang mengental mengalir melewati otak, perjalanannya akan terhambat. Otak tidak lagi “encer” dan karena sel-sel otak adalah yang paling banyak mengkonsumsi makanan dan oksigen, lambatnya aliran darah akibat pengentalan ini bisa menyebabkan sel-sel otak cepat mati dan tidak berfungsi lagi. Akibatnya fungsi otak seperti daya ingat, refleks, dan sensitivitas organ indra akan terganggu. Apabila hal ini kemudian ditambah dengan penyakit jantung, maka serangan stroke hanya tinggal menunggu waktu saja.
Sekarang anda bisa bisa membuat pilihan sendiri, melakukan “investasi” kesehatan dengan cara minum air putih sedikitnya 2 liter per hari, atau kelak “membayar bunga” lewat gagal ginjal atau stroke. Yang manakah pilihan anda?