Tampilkan postingan dengan label P u i s i. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label P u i s i. Tampilkan semua postingan

15 Oktober 2011

Disini; Merasa Semakin Takut

Posted by bianglalabasmah at 10/15/2011 08:06:00 PM 15 comments

Disini;
Aku merasa sendiri, meski masih berada dalam kebersamaan
Aku merasa jauh, meski dekat berdampingan
Aku merasa sedih, meski bahagia masih bergelayutan
Aku merasa jemu, meski rindu selalu datang membuncah
Aku merasai tangisan ini, meski senyum selalu tersimpul
Aku merasa ada perpisahan, meski pertemuan terjalin
Aku merasa lupa untuk ada, meski selalu terbayang dalam ingatan
Aku merasa semakin lemah, meski masih ada saja yang menguatkan
Aku merasa masih dipertanyakan, meski sudah mengetahui jawabannya

Tapi disini;
Aku semakin takut pada kebersamaan karena tak ingin jika sendiri
Aku semakin takut mendekat karena tak ingin jika dijauhi
Aku semakin takut pada bahagia karena tak ingin jika ada sedih
Aku semakin takut pada rindu karena tak ingin jika ada jemu
Aku semakin takut pada senyuman karena tak ingin jika ada tangisan
Aku semakin takut pada pertemuan karena tak ingin jika ada perpisahan
Aku semakin takut mengingat karena tak ingin jika ada yang terlupakan
Aku semakin takut tampak tegar karena tak ingin jika terlihat lemah
Aku semakin takut pada jawaban karena tak ingin jika ada tanya
[ Read More ]

30 Juli 2011

Menyapa Janji

Posted by bianglalabasmah at 7/30/2011 02:11:00 PM 2 comments


Segunung harap masih menyimpan arti
Walau harus siap lapuk karena kelengahan

Atau akan menjadi fosil yang tak terhirau

Untuk sebuah kata yang kadang terbata



Kau yang menyapa , lalu lupa?

Seperti gelembungan yang lelah dihembus

Kemudian mengudara dan pecah tak berarti

Menepi, tertinggal..



Kemanapun langkah ini pergi, kau yang janji..

Aku, Si Bianglala
[ Read More ]

6 Juli 2011

SENJA

Posted by bianglalabasmah at 7/06/2011 12:53:00 AM 2 comments

Sepenggal catatan lama
Mengantarkan kau dan aku pada kisah senja
Bersamanya kita saksikan awan berserak
Meski ada cerita lain yang selalu sulit dibaca

Seharusnya kau tak mengurainya
Pada sepotong senja menjingga di langit
Karena ku tak kuat mengukirnya di ruas hati
Dan juga tak sanggup ku alihkannya dari mata

Betapapun ingin menghapus warna-warna ini
Sedang senja masih menyimpan cerita
Dalam kebekuan, dalam kekakuan
Buat ku tak bergeming

Tak ingin melepas bayang-bayang senja
Walau seharusnya meminta satu hal padamu
Berhenti melukisnya untukku
Karena ku tak bisa bersembunyi dari jingganya


Segalanya masih dalam genggamanNya..
Adakah kau yang kan membersamaiku bertemu denganNya? 
(untukmu, di seberang sana)
[ Read More ]

15 Mei 2011

Perempuan

Posted by bianglalabasmah at 5/15/2011 09:16:00 PM 3 comments

:  Saudariku di Bumi Allah

Jika bukan karena sebuah penjagaan
Apa jadinya kita, perempuan?
Tertunduk saat banyak mata berusaha curi pandang
Adakah yang salah dengan muka kita, perempuan?
Gerak gerik yang tersorot karena kibaran jilbab yang menjuntai

Perempuan…
Banyak mata yang bertanya-tanya
Apakah senyum kita tak ada?
Karena jarang berbagi pada yang tak pantas
Dan memilih ala kadarnya di tiap wajah sederhana

Perempuan…
Kita tak pernah heran untuk sikap ini dan itu
Karena perintahNya menundukkan hati
Tak ter-rasa-kan beban dan lelah
Hanya pengharapan, Dia ridha pada kita..

Perempuan…
Kita akan bebas pada yang seharusnya
Untuk segala yang sepantasnya
Tak mengenal “ia”, bukan berarti tak akan pernah mengenal
Dan segalanya kan indah pada waktuNya yang kan terjawab

Perempuan…
Sst, hingga nanti tiba hari berjumpa padanya yang tak dikenal nama
tidak aku, tak juga kau
Maka, siapkan saja diri ini
Dan simpan yang memang semestinya..


Naluri perempuan yang bersemi kembali
Saat menjumpai seorang saudari 
telah menggenapkan diennya
(^o^)
Baarakallaahu lakuma wa baraka 'alaikuma 
wa jama'a bayna kumaa fii khaer..


(Terurai begitu saja pada angkot yang mengantarku pulang)
Aku, Si Bianglala

[ Read More ]

15 Maret 2011

(Kali ini, Tanpa Judul)

Posted by bianglalabasmah at 3/15/2011 10:03:00 PM 1 comments

(Sebuah PUISI* yang sempat terpendam oleh riuh putaran waktu yang telah digores oleh seseorang..)
: 18 December 2008 at 12:05 @ SMAN 17 Makassar




Gejolak yang membuncah membuatku tergelepar
Hampir tak sanggup kuhadang badai yang menampar
Menggoyahkan pondasi istiqamah yang terhunjam dalam
Meliukkan mahkota ridha yang bertengger di awan

Tergetar tanah tempatku berpijak
Remuk kapalku di terjang ombak
Meninggalkan ribuan keping berserak

Putus asa membuat dada serasa sesak
Dunia serasa gelap
Jalanan terlihat kabur oleh asap
Tertatih menyusuri lorong tanpa tentu arah
Sementara luka yang diterima kian menganga

Sungguh manusia tak berdaya
Untuk menolak bala’ dan bencana
Hanya keluh kesah dan air mata
Lupa akan semua nikmat yang selalu di banggakan

Berganti ratap pilu tak terkira
Hanya kesabaran yang menjadi senjata
Berbekal ridho, sempitnya bencana akan sirna
Karena pada setiap zaman ada penderitaan
Di setiap tempat ada kesedihan
Di setiap sudut pernah ada tangisan
Di setiap lembah ada kematian
Dan di setiap bukit pun tak luput dari ratapan
Karena memang begitulah dunia di ciptakan

Ya Allah...
Tuntunlah lisanku tuk selalu menyebut kata terindah,
Nama-Mu
Bimbing bibirku tuk selalu melantunkan istighfar
Jadikan ratapku, harapku, takutku
Hanya pada-Mu
Karuniakan kesabaran seperti yang Engkau
Berikan kepada Nabi-Mu
Binalah cinta dalam hatiku untuk
Kupersembahkan bagi-Mu

(seorang adik, AR)




*Bukan menyengaja menyimpannya, tapi "ia" masih tersemat secara maya saat kembali terjenguk.
[ Read More ]

6 Maret 2011

Sayap Patah

Posted by bianglalabasmah at 3/06/2011 08:56:00 PM 0 comments

Tak lagi bisa terbang,
Walau asa ingin membumbung tinggi…
Karena hari mulai merapuh
satu keinginan, lesap menjauh

Dan mulai patah…
Tak lagi ingin menyapa
Pun tak membumbung membedah langit
Karena mendung menggelapkan hati

Dan lagi, patah…
Tak lagi meliuk-liuk di lazuardi
Pun tak menepikan pada kata
Karena sayap tak lagi mengepak

Aku, si Bianglala
3 Maret 2011 – Pada kelas bilingual bersemi, menanti senja..
[ Read More ]

22 Januari 2011

Dengan Segenap CintaMu Padaku

Posted by bianglalabasmah at 1/22/2011 08:48:00 AM 2 comments
Jika Engkau menitipkan rasa cinta itu hadir padaku, 
maka izinkan aku mencintaiMu 
meski dengan segala keterbatasan milik diri.

Dengan segenap cintaMu padaku, 
aku berpinta agar mampu mencintai kekasihMu 
sebagaimana Engkau mencintainya.

Dengan segenap cintaMu padaku, 
aku berpinta agar aku bisa mencintai atasMu, 
pada dua nama  yang telah memahat cinta,  
membentuk ruh untuk hadirku di semestaMu.

Dengan segenap cintaMu padaku, 
izinkan aku mencintai mereka, 
pada nama-nama yang telah mengiringiku 
mengenalkanMu dan para kekasihMu.

Dengan segenap cintaMu padaku,  
izinkan aku memperkenalkan cintaMu 
pada orang-orang yang memenuhi hari-hariku, 
memaknai kisah dalam balutan suka dan duka, 
mengeja tiap bait kehidupan dalam sketsa tawa dan tangis, 
menggenggam tangan saat terjatuh, juga terbangun.

Dan, dengan segenap cintaMu padaku,
izinkan aku mencintai pada sebuah nama 
yang telah Engkau sediakan untukku 
di masa nanti saat ia benar-benar menjemputku atasMu.


Aku, Si Bianglala
20-01-2011 
[ Read More ]

6 Januari 2011

AFWAN!!!

Posted by bianglalabasmah at 1/06/2011 08:27:00 AM 4 comments


Hari-hari yang dijumpai 
tak lagi bersahabat atas hening yang kembali mengetuk rasa.
Meski yang ditempuh masih tetap sama, 
tapi serasa ada sekat-sekat yang menghalangi 
atas diri dan segala amanah yang tengah diemban. 
Dan sejak itu pula dingin tengah hadir menari di ruas hati.
Lalu, bersegera ingin berjalan jauh dan pergi.
Tapi, rima hening ini 
yang kadang tak ingin jauh lebih lama dariMu..
[ Read More ]

19 Desember 2010

Catatan Seorang Mujahidah

Posted by bianglalabasmah at 12/19/2010 10:43:00 PM 0 comments
Subhanallah... lama juga tak menyisakan jejak di rumah ini. Setelah merasa masih harus menuntaskan beberapa amanah, akhirnya kembali lagi berselancar secara maya untuk menemukan beberapa cerita untuk menjadikan ibrah dalam hidup. Maklum, saya "merasa" diburu oleh sederet naskah yang tak sempat tersimpan lekat hingga memilih persinggahan sementara di beberapa tempat untuk menambal kembali semangat mujahadah yang terbaca samar-samar.


"MUJAHIDAH DARI BUMI JIHAD.."    
Puisi kiriman seorang Akhwat yang tidak mau disebut namanya

Aku Wanita Mujahidah Sejati...
Yang tercipta dari tulang rusuk lelaki yang berjihad..
Bilakah khan datang seorang peminang menghampiriku mengajak tuk berjihad..
Kelak ku akan pergi mendampinginya di bumi Jihad..
Aku selalu siap dengan semua syarat yang diajukannya..
cinta Allah, Rasul dan Jihad Fisabilillah
Aku rela berkelana mengembara dengannya lindungi Dienullah
Ikhlas menyebarkan dakwah ke penjuru bumi Allah



Tak mungkin ku pilih dirimu..bila dunia lebih kau damba..
Terlupa kampung halaman, sanak saudara bahkan harta yang terpendam..
Hidup terasing apa adanya.. asalkan di akhirat bahagia..
Bila aku setuju dan kaupun tidak meragukanku..
Bulat tekadku untuk menemanimu..



Aku Wanita mujahidah pilihan..
Yang mengalir di nadiku darah lelaki yang berjihad..
Bilakah khan datang menghampiriku seorang peminang yang penuh ketawadhu`an..
Kelak bersamanya kuarungi bahtera lautan jihad..
Andai tak siap bisa kau pilih..
Agar kelak batin, jiwa dan ragamu tak terusik,
terbebani dengan segala kemanjaanku, kegundahanku, kegelisahanku..
terlebih keluh kesahku..
Sebab meninggalkan dakwah karena lebih mencintaimu..
dan menanggalkan pakaian taqwaku karena laranganmu...



Tak mungkin aku memilihmu...
bila yang fana lebih kau cinta..
Lupa akan kemilau dunia dan remangnya lampu kota..
lezatnya makanan dan lajunya makar durjana..
Meniti jalan panjang di medan jihad..
Yang ada hanya darah dan airmata tertumpah..
serta debu yang beterbangan,
keringat luka dan kesyahidan pun terulang..
Jika masih ada ragu tertancap dihatimu..
Teguhkan `azzam`ku tuk lupa akan dirimu..



Aku wanita dari bumi Jihad..
Dengan sekeranjang semangat berangkat ke padang jihad...
Persiapkan bekal diri menanti pendamping hati, pelepas lelah serta kejenuhan..
tepiskan semua mimpi yang tak berarti...
Adakah yang siap mendamaikan Hati ??????
Karena tak mungkin kulanjutkan perjalanan ini sendiri..
tanpa peneguh langkah kaki.. pendamping perjuangan..
Yang melepasku dengan selaksa do`a..
meraih syahid.. tujuan utama..
Robbi.. terdengar panggilanMu tuk meniti jalan ridhoMu..
Kuharapkan penolong dari hambaMu... menemani perjalanan ini




sumber:
[ Read More ]

24 September 2010

Biarkan Seperti Langit

Posted by bianglalabasmah at 9/24/2010 05:30:00 AM 0 comments

: dalam goresan seseorang

Kubebaskan rinduku membuncah
Menari di atas kepahitan
Menyayat hati yang telah lama diam
Dan kubiarkan ia seperti langit

Tak mampu dilakukan airmata
Maka langkahku yang menjawabnya
Pada sebuah janji seorang insan
Yang kuanggap seperti langit

Kubiarkan diriku mengukuhkan jiwa
Pada setiap pandangan yang tajam
Yang memandangnya tetap biru
Seperti langit yang tetap di sana

Karena tentang kita
Tak mereka ketahui
Hanya aku dan kamu
Karena hati kita
akan tetap seperti langit
Yang setia pada penjagaannya
[ Read More ]

4 April 2010

Episode Luka

Posted by bianglalabasmah at 4/04/2010 07:30:00 AM 0 comments

Entah gelisah apa yang bakal menjemputku esok hari?
Sedang tangis tiba-tiba meledak
Memahami kedalaman jiwaMu
Tengah kususun seluruh perjuanganku
Membangun shaf demi shaf
Dari jantungMu Maha Cahaya..

Sungguh,
aku ingin terlepas dari segala sihir yang teramat maya
jalanmu yang telah penuh dengan kebencian dan dendam

masih begitu liar ketika tanganku terus maju
menggapai wajahMu dari balik kegelapan
Aku ingin bercerita di luar
Seperti burung-burung
tengah merindukan tempat bersarangnya

Oh alifku,
Aku rindu mengeja bait-bait kitabMu
Dari separuh dunia
yang begitu panas dan sesak..

17 Nov 2008
[ada sunyi yang tak pernah berubah saat tangisku pecah]
[ Read More ]

6 Maret 2010

Di Batas Akhir

Posted by bianglalabasmah at 3/06/2010 05:50:00 AM 0 comments

Malam semakin larut. Aku keluar untuk mengambil air wudhu. Kusempatkan wajahku tengadah ke arah langit, menangkap kilauan ribuan bintang dengan mataku. Beningnya langit tanpa mendung itu membuatku bergumam, Allahu Akbar. Ah, serasa tak sabar menanti esok.

Di batas akhir pertiga malam..

Dalam malam yang belum hilang
dalam kabut yang teramat sejuk
ada sepenggal malam yang tak pernah berakhir
ada sepotong kata yang tak sampai kuucapkan
sebelum malam itu berakhir

di bawah bulan yang merindukan masih
sembahyang dua rakaat kekhusukan itu lenyap
pada istikharahMu pertiga malam
lalu menangkupkan tangan mengucap doa
atau apa saja yang bisa mengisyaratkan waktu
walaupun langit berurai air mata

satu asa yang kuminta dalam doa
ada hamparan sajadah searah kiblat, menangis
dalam ketermenungan tanpa bayangan dan ragu-ragu
karena rindu kami untuk melihat cintaMu
yang tanpa sengaja atau diam-diam
barangkali akan segera runtuh, meski semestinya
takkan berakhir

Rabbi, sisakan kecantikan dunia dengan keindahan
kami yakin, ada yang luar biasa sesungguhnya di balik
kejernihan wajahMu..
[ Read More ]

15 Mei 2009

Pesan Untukmu

Posted by bianglalabasmah at 5/15/2009 09:42:00 AM 0 comments

Mungkin ini kali terakhir
Kutapaki koridor putih
Tempat jejak-jejak kita berubah bayangan
Ketika tawa menguap, mencampuri debu yang beterbangan

Mungkin ini kali penghabisan
Sapa kita bertukar dalam suara tertahan
Sedikit lagi airmata jatuh perlahan
Lalu diserap bumi dan terlupakan

Waktu akan berjalan
Kemudian kau akan jadi dokter
Dia pemilik perusahaan software komputer
Mereka adalah orang-orang sukses dan populer

Masa lalu mengabu
Di antara foto-foto berubah warna
Kuning kelabu
Di tengah kota berubah wajah

Ketika lelah datang menagih rindu
Pejamkan mata dan ingat aku
Dan kita akan kembali bersama
Mencari memori yang tersepak kaki waktu


Makassar, 5 Mei 2009
(Saat langkah tergeser meninggalkan Jubel menuju UNM)
[ Read More ]

13 Mei 2009

Rapuh

Posted by bianglalabasmah at 5/13/2009 02:10:00 PM 0 comments

Di suatu malam yang hening, aku menemukan secarik kertas yang terburai di antara tumpukan buku. Tulisan yang tertera di sana, mengingatkanku pada satu moment yang membuat jiwa ni muak akan segala aktivitas dalam menghadapi UN. Tak terasa, secarik kertas ini memberikan efek pada tangan ini yang akhirnya mampu menari-nari di atas kertas tersebut.

Perlahan jiwa ini melemah
hingga segala asa yang terpendam nyaris padam
hingga langkahku mulai pupus dan terhapus
khawatir diri ini terhempas dan lepas
karena semuanya nyaris buyar dan memudar

aku rapuh.. ringkih.. nelangsa..
saat langkah kehilangan arah
saat raga melemah dan goyah
saat jiwa yang pernah hidup jadi redup

entah rasa apa yang menggerogotiku
menembus gelapnya ruang
menghentak gelora jiwa
mengguncang segenap asa
entah, ia menerangi atau membakar

kini, ia mulai meradang dan mematikan
membekukan akal, menghempas rasa
jika bukan karenaNya,
kemana kan dibawa sekeping hati ini?

(makassar, 22 Februari 2009)
[ Read More ]

18 Februari 2009

Padamu, Palestinaku..

Posted by bianglalabasmah at 2/18/2009 04:11:00 PM 0 comments

Puisi Anak Palestina

Ayah!!
Kata mereka kau penjahat,
padahal sebenarnya engkau bukan penjahat.
Ayah!!
Mengapa mereka jauhkan aku dirimu,,
mereka menangkapmu tanpa memberi kesempatan untuk menciumku meski hanya sekali.
Atau mengusap air mata ibu,
ibu,,!!
Aku melihat air mata di kelopak matamu setiap pagi.
Apakah palestina tak berhak diberi pengorbanan?
Setiap hari aku bertanya kepada matahari,
ibu,
apakah ayah akan kembali pada suatu hari?
Ataukah dia akan pergi selamanya sampai hari kiamat?
Atau dia akan mengusap air mata ibu yang menetes setiap hari?
Wahai ayah,
dimana engkau?
Ooh, bayi-bayi yang dijajah,
kini telah datang hari raya baru,
setelah hari raya tahun lalu dan bayi barupun lahir setelah bayi yg itu.
Dan para syuhada berguguran setelah gugurnya syahid yang lalu,
sedangkn ayah masih disembunyikan di balik jeruji besi
dalam sel mengerikan yang tak layak dihuni manusia,
mana hari kemenangan dan kehancuran penjara besi itu?
Malulah kalian, malulah kalian!!
Aku ingin ayah pulang..


Dari Sebuah Pesan Singkat
[ Read More ]

Dari Kami yang Tak Ingin Tergantikan

Posted by bianglalabasmah at 2/18/2009 04:11:00 PM 0 comments

Laksana makna telah terukir
dalam menghadapi bait-bait kehidupan
dalam menapaki hari demi hari
dalam duri onak yang terbalut
dalam buaian kasih yang terkuak
cukup sudah seribu galau dan rasa

mungkin gampang mengakhiri segalanya
saat kegagalan mengiringi langkah
meski…ada rasa tertinggal di sini
ada sedih bertualang di jiwa
ada pilu yang membuncah di tengah gelaga hati
aku pudar…aku ringkih…

waktu seolah telah berlalu cepat di depanku
seolah jarak yang terpisah menghadirkan kerinduan
cintaku, entah aku menggapainya lagi atau tidak
kuingin bertahan demi cintaNya
menyelimutiku dengan kedamaian
meneguhkanku dengan sesuatu tak terduga
menghapus air mataku dengan kasihNya

Ya… keabadian itu hanya milikNya
tanpa kusadari kini langkahku di penghujung jalan ini
air mataku pun seakan menggugatku
ide yang tak terkaryakan
dan karya yang tertunda adalah saksi bisu bagiku

kucoba atur kembali gerak langkahku
walau kutau sejenak lagi kukan beranjak
namun kuyakin di persimpangan jalan sana
ada jalan yang masih sangat panjang
yang tercipta untukku
demi sebuah asa yang melambung tinggi
demi jannahNya yang kudambakan.

Episode Kurma17
Ada ego yang bersemi ketika langkah tak ingin tergeser
karena bergumul tugas yang belum juga usai
[ Read More ]
 

Bianglala Basmah Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea